Tuesday, September 09, 2008
9 Ramadhan 1429H: Thousand Miles
Ngelantur lagi yah ke lagu ini... Big Yellow Taxi mungkin salah satu lagu unik yang gue tau (yang lain ngga tau soale), karena nyebut-nyebut soal duit di lagunya. Unik, karena disebabkan inflasi, sebagian dari liriknya juga "mengalami inflasi"... Buat yang penasaran, silakan cari donlod-annya lagu itu, (i) versi eyang Mitchell (gue cuma ada yg live di youtube); (ii) versi tante Amy Grant; (iii) versi Counting Crows abad ini. Perbedaannya sebagai berikut:
(i) they charge all the people ... (maap, gue lupa :"> )
(ii) they charge all the people 25 cents just to see it
(iii) they charge all the people a dollar and half just to see it
Temen senasib yang satunya juga sama, tapi lebih beruntung sih menurut guwe; Michelle berkesempatan menjajal kemampuan gitarnya bersama temen main kakeknya: Santana. Kebetulan waktu itu Santana lagi bikin album yang isinya duet semua, termasuk juga ngatrol ketenarannya Rob Thomas (Matchbox 20) yang waktu itu lagi turun (hehehe...).
Yah, inget masa-masa itu, berarti ngingetin juga ama satu fans beratnya Avril, temen online yang sampe waktu menghilangnya, belon pernah ketemu ama gue... Kenal pertama dari dia kelas 3 SMP, sampe liburan mo masuk SMU, dah gitu... wush..wush..wush... ngilang gitu aja... Rasanya aneh makanya sampe sekarang kalo punya temen online itu, antara punya dan ga punya temen... Seneng ga jelas, sedih juga ga jelas...
Key, sekarang napa kemaren itu gue "walk a thousand miles"... Well, kemaren adalah one of those days dimana kebebasan gue sebagai biker harus terampas (kejam banget bahasanya) oleh ibukota (sort of). Dan mengarungi belantara jakarta dari selatan sampe barat, hanya mengandalkan satu edisi bus, sangat-sangat-sangat menyusahkan. Akhirnya, daripada bete nungguinnya, gue naik bus lain, dan harus turun agak jauh. Sebenernya sih dengan bus yang biasa aja, untuk pergi ngelesin, gue harus jalan kira-kira setengah jam (dengan kecepatan gue yang 20% lebih cepet dari rata-rata kecepatan manusia normal). Nah kali ini, gue turunnya di... ehm, lets see.. lampu merah permata hijau (yang di samping rel kereta itu tuh...) Dari situ harus jalan ke... err... intercon (ntar kapan-kapan gue ukur deh jaraknya pake motor gue). Perkiraan kasar gue sih 75 menit, tapi mungkin karena enjoy, sejam akhirnya sampe juga di tujuan (enjoy?? gigiloe enjoy!!!)
Nah, kebiasaan waktu pulangnya itu gue jalan sampe keluar kompleks (biasanya 30-40 menit, tergantung pace), baru naik angkot. Kemaren (dan udah dua kali ini sih), gue ikut salah satu jemputannya anak les gue (thanks Mite!)... eee ternyata... mereka mo jalan lebih jauh lagi... Langsung aja pikiran buat jalan pulang ada lagi, hehehe... But not my fault, lagian napa juga KWK B03-nya lamaaaa banget datengnya, ditungguin sampe jalan, akhirnya sampe juga di lampu merah srengseng, dah tanggung deh buat naik angkot (tanggung??? tanggung gigiloe!!!). Eniwei... Mite dan ortunya pergi ke satu kompleks pertendaan yang katanya ada ronde. Wah lumanje nih buat alternatip, soalnya ronde di Sandwich Bakar mahal euy... Emang sih tempatnya enak, tapi ngapain pesen ronde anget-anget kalo tempatnya juga anget? Mending pesen di tempat yang emang terbuka dan dinginnnn... Jadi makan rondenya serasa makan ronde (apasiy...?)
Yah begitulah perjalanan gue kemaren yang tidak menarik dan (sangat) melelahkan. Tapi gapapa, kata pak ustadz, perbuatan baik di bulan puasa pahalanya dobel (apanya yang baik yah... jelas-jelas itu pelit, ga mo bagi rejekinya ama supir angkot!), dan tidur pun jadi terasa lelaaaappp sekali... Zzz..Zzz...
Saturday, August 30, 2008
Bach In Bali (KOnSer dan TaRian) -- Goethe-Haus 29 Agustus '08
Ngebayanginnya pun gue males, tapi kalo ada tawaran langsung, dengan iming-iming "free", napa ngga juga yak? Hehehe... Begitulah, bukan aneh lagi sih (tapi "aneh buangeddd" :D ) ada undangan nonton pertunjukkan seni di Goethe-Haus, Menteng, bertitel "Bach di Bali -- Robert Brown (Biola) & Nyoman Sura (Tari)". Berikut adalah deskripsi acaranya:
„Partita dalam d-moll untuk biola solo“ ditulis oleh Johann Sebastian Bach dalam kurun waktu 1717-1723 dan meliputi 5 bagian yang diakhiri dengan Ciaccona yang terkenal: Allemanda, Corrente, Sarabanda, Giga dan Ciaccona. Robert Brown memainkan kelima bagian ini, dan mengembangkan cerita untuk tarian yang dibawakan oleh Nyoman Sura dalam “Bach di Bali”.
Di bagian pertama, Allemanda yang lebih bebas dan meditative, Bach mengamati sekelompok penari dan pemusik Bali, yang dibawa oleh orang Belanda ke Jerman dan Bach kagum pada kecantikan mereka yang eksotis. Didorong rasa ingin tahu, dari mana mereka berasal, Bach memutuskan pergi ke Bali dengan kapal.
Bagian kedua, Corrente yang bergejolak, menunjukkan badai di lautan – dilatar belakangi musik yang lembut, sebelum kapal memasuki pelabuhan Bali.
Bagian ketiga, Sarabanda yang seremonial dan agung menunjukkan bagaimana raja Bali menyambut tamunya yang datang dari Eropa. Di akhir bagian ini Bach dan seorang ratu Bali saling berbisik, mereka berjanji akan bertemu kembali.
Bagian keempat, Giga, merupakan tarian pesta yang sangat hidup, yang biasa di pertunjukkan oleh raja Bali kepada para tamunya.
Bagian kelima, Ciaconna yang mencekam, sangat panjang dan penuh perubahan. Dalam bagian ini, Bach mencoba meyakinkan putri Bali yang dicintainya untuk ikut ke Jerman. Bagian ini memiliki saat-saat yang istimewa, a.l. mengingatkan kita akan musik orgel di gereja, misalnya ketika Bach memberitahu sang ratu akan nasibnya sebagai pemusik dalam pelayanannya di gereja di Jerman. Bagian ini berakhir dengan penolakan sang ratu meninggalkan tanah airnya.
Mengenai pertunjukkannya... Buat gue yang baru sekali ini nonton acara dalam kemasan seperti ini, jelas beda yah (komentar ga mutu dari bukan seorang kritikus seni yang handal)
Friday, July 25, 2008
What if...
Bingung??? Sini tak kasih contohnya...
Contohnya...
CONTOHNYA...
hmm...
(that's why i'm no good in taking examples!)
Contohnya: andaikan gue bisa memberi contoh yang cocok tiap kali ngobrol, jadi obrolan kita kan ga sampe putus di tengah jalan.
Yah begitulah, kadang-kadang memang ada beberapa hal tak terduga bisa datang sekaligus di saat yang ga kita sangka-sangka. (itulah sebabnya di minggu ini gue nge-tek satu tempat lagi di wordpress, yaitu takterduga ;D ~> jangan diklik dulu, belon ada isinya, coba lagi minggu depan yak...) What if... Dari hal-hal tak terduga ini hidup kita bisa berubah. Mungkin seperti digoyang riak kecil, bisa juga seperti kapal yang hampir oleng kena badai (ato TITANIC yang bocor kena iceberg ~> pengandaian yang cukup ngawurrr...)
Nuff bout tis, the rest should be available in "THAT" blog by the end of this week (or so), sebagai penutup, enak rasanya bila didendangkan sebuah lagu dari MOCCA (dengan judul yang sama dengan posting kali ini... plagiat memang nikmat!)
Wednesday, July 09, 2008
Anak Mal Strikes Again!
Ternyata memang beda dari mal biasanya... Pengamanannya: norak! mirip hotel gitu (jarang, mungkin malah blom ada mal yang norak kaya gitu!), tapi whaddaya know, di sebelahnya kan emang hotel boo (ritz-carlton, or whattever it spells) Nah, karena skalian udah kesana, rugi kalo ga rendezvous ama temen gue (sori kalo ada yang ga ngerti, itu bahasa prancis, sengaja, karena temen gue ini jago prancis, gue ga mo dianggap katro). Ada yang bilang ini kencan, biarin aja, gue ga nolak kok (berhubung sex orientation gue masih straight, bego kalo nolak dibilang kencan ama cewe!), but i prefer to call it "writers' meeting"!
Giliran masuk toilet untuk yang pertama kalinya, langsung heboh. Bukan guenya yah yang heboh -- sori yee, gue ga sekatro itu (kecuali kalo liat toilet yang canggih punya, tapi sekarang lagi ngga) -- tapi gara-gara mati lampu tiba-tiba. Tadinya gue mo pura-pura nyasar ke toilet cewe, dengan alesan mati lampu jadi ga keliatan. Tapi jelas ga bisa pura-pura bego kalo ketauan (wong muka gue muka cerdas bin licik gini, walopun ada aksen polosnya juga sich -- buat yang belon pernah ketemu, bisa koq dibayangin dulu...), jadi gue play safe (kaya iklan k*nd*m?) aje, masuk toilet cowo, walopun dengan resiko dikatain "gay" (lho?!!). Tapi cuma pas di washtaphel doank yang gelap, belum sempet buka ruitsleiting juga dah terang lagi, jadi bisa pipis dengan nyaman. Sempet mo buang tisu di tempat keringin tangan, lagian tempat keringin tangannya aneh, sayang gue dah melangkah maju pantang mundur keluar dari toilet, tapi dengan tekad mo coba itu pengering ntar-ntaran...
So, ketemu deh gue dengan Claudia (gue demen namanya, mirip film indonesia; ama merk sabun juga ada yah?), dan seperti biasa, gue sangat jelek dalam tahap pengambilan keputusan tempat makan, terutama dengan pilihan-pilihan yang sangat menajiskan kantong dan sense of calculation gue (harap maklum, kantong kaki lima tapi leher... ya kaki lima juga lah!). Akhirnya ngejogrok lah di "URBAN KITCHEN", tempat kumpulnya macem-macem makanan kaum urban (kecuali gue! Gue orang jakarta asli ye, soriii!!! Kalian-kalian itu tuh yg ndeso, urbanis!). Nyobain kwetiaw-nya orang thai, 35 rebo cuma dapet seuprit (begitu liat porsinya, cacing di perut gue langsung mati separohnya; berkurang lagi deh populasinya); but that's quite a bargain, secara enak sih rasanya. Ditambah dengan cerita temen gue soal makanan di thailand waktu dia kesana, bener-bener bikin pengen nyobain pergi ke sono dan makan langsung (dengan porsi yang jauh lebih besar, pastinya!!!)
Laper? Ya pasti ada ronde keduanya lah... Cuman, kalo biasanya levelnya turun, ini ngga, tetep panteng di situ, nyobain sushigroove, another 40k to say goodbye ;(( And when we thought that we were the last group standing (or sitting), ternyata masih ada pesta di meja sebelah (kaya farewell party?). Jangan lupa, mo ngerasain pengering tangan itu loh, akhirnya gue kembali ke toilet (tukul aja kalah katro) sebelum pulang.
Pulang deh, lega rasanya hari ini sudah berperan dalam mengurangi emisi di kotaku tercinta ini. Yups! hari ini gue ga bawa motor (walopun belon tentu juga emisi di jakarta berkurang, secara motor di rumah pasti dipake nyokap gue), dan melewatkan sebagian kecil waktu gue dengan berjalan kaki di bawah langit Jakarta (ga banyak, cuma 3-4 kilo doank, ga nyampe sejam kalo ditotal). Walaupun gondok juga nunggu bis ga dateng-dateng, plus ngetem seperempat jam di pintu tol (kalo dah gini jadi agak merasa aneh ama komunitas para penggemar bis kota itu, kok bisa-bisanya yaa... tapi emang kadang ngangenin sih, asal sebulan sekali, kagak seminggu sekali deh...)
P.S.: tulisan hari ini tidak akan terbikin (bahasa yang aneh??) tanpa jasa dari rekan non-penulis gue, ARDI (maaf, kali ini gue harus SARA - Selera Makanan (dan cewe); Anatomi; Rambut; Anda Penulis atau bukan), yang dengan tidak sopannya nelpon gue pas lagi asoy-asoynya b*k*r di w*sm* m*l*a, gara-gara ke-gep ama bosnya maen capsa di jam kerja (bloonnya die, yang kena gue...) katanya gue janji mo ngasi die game capsa (padahal gue kan cuma bilang "ada!", ngasihnya kapan-kapan, ya suka-suka gue donk!). Akhirnya dari gue yang males main kompie di rumeh gare-gare (lho, jadi betawi?) sukenye heng mulu, akhirnya ngidupin lagi ni kompie, trus nulis blog deh...
Sekian ye sodare-sodare, aye tidur dulu, uhuuyyy!
@Gracie, remind me of that 40k dragon sushi...
Friday, July 04, 2008
Bola (=ball) Keranjang (=basket)
Sebenernya olahraga favorit gue nomor satu adalah... TENIS. Yup, olahraga yang bahasa inggris maupun indonesianya sami mawon! Alasan pertamanya adalah... i don't know (??? i think it just like "love doesn't need a reason! taelaaa... lagi jatuh cintrong stip?!!). Kedua: gue jelek dalam permainan olahraga beregu, sebagus apa pun juga skill individu gue. Ketiga: mo digimanain lagi, gue merasa jadi orang terjago di dunia kalo udah main tenis. Kalo main ama orang trus kalah, tetep aja merasa bahwa gue lebih jago, tapi lagi ga berada pada form terbaik aja (nah, sayangnya gue sering sekali tidak berada dalam form yang terbaik). Bahkan, jujur aja nih (tapi jangan bilang sapa-sapa yah!!), sampe sekarang gue masih memimpikan untuk jadi atlet tenis berskala internasional, suwer!!! Kadang gue pengen bisa pergi ke luar negeri (alasannya ama bokap sih kuliah), tapi trus di sana masuk ke kamp tenis, belajar terus sampe jadi pemain pro (cita-cita kan emang katanya kudu digantung setinggi langit!).
Sekarang... umur gue udah ga muda lagi, walaupun masih belum tua juga... (lho???) Tapi seperti tertulis di profil gue yang masih valid sampe detik ini, dengan usia belon 30, kesempatan tetap ada rasanya, apalagi dengan prestasi tenis Indonesia yang ngos-ngosan begitu (eitsss MENGHINA!!! Indonesia baru aja mendapat "setengah" medali emas ganda putra junior di Rolland Garros 2008! Mo tau siapa yang dapet? Makanya baca koran... juga baca blog ini, hehehe... padahal di situ ga ada, kelupaan boo *shy*). Gue maklum sih, perkembangan olahraga ini kurang pesat karena kurang merakyat, mo beli raket mahal, bolanya juga. Lapangan, susah. Yang jelek sih banyak, tapi bikin sepatu cepet rusak, padahal sepatu (lagi-lagi!) mahal. Trus kalo main sewa ballboy yang (kali ini) ngga mahal sih, tapi kan keluar ongkos tambahan, dibanding main badminton ato sepakbola, yang bisa dimana aja dan minus ballboy. Ga pake ballboy? Ga usye yeee, yang ada pukulan bakal miring kesana kemari karena sebelumnya udah ngos-ngosan ngambil bola...
Jadiii? Mimpi Steve Menggapai Pentas Dunia bisa jadi target terdekat, karena hidup ini cuma sekali. Jangan nanti pas gue dah pegang tiket masuk Surga, baru mikir, kenapa ya dulu gue cuma terima nasib jadi pegawai ga jelas, padahal impian jadi pemain tenis itu jauh lebih jelas, daripada ga punya impian sama sekali.
So help me GOD, i want to grab my tennis racquet, and start finding good manager to handle my soon-to-be popularity, then... (the rest is still uncertain to be told)
Thursday, July 03, 2008
Meooongg!
Hari ini panas yah? Rasanya helm yang pake UV-protection (maksudnya yang kacanya gelap itu loh!!) aja ga cukup, perlu ditambahin plakban kali yah biar ga silau lagi, huh! Dan pula bikin emosi jiwa di jalanan, untung anak sekolah lagi pada libur, hehehe... (hush steve! lu kan jadi ga dapet sampingan??) Jadwal gue hari ini adalah ke kuningan (means: gue ga ke kantor gue yang melelahkan karena harus naik tangga ke lantai 4, tapi juga di sana bisa browsing sepuasnya seharian), cari tempat parkir gratis dulu di mampang, karena gue mo sampe sore, hehehe... Dah gitu miiting ama salah satu provider CDMA. Sempet kebat-kebit karena ga ada bos. Akhirnya dia nyampe juga sih, tapi dia malah wanti-wanti kami (ama satu lagi temen gue, yang baru aja dapet username "maul" di ymail, ama ngebet buat dapetin nomor cantik yang mengandung M-A-U-L = 6285; tadinya malah mau 6285262 = MAULANA! --tapi ini cuma nama contoh ya..) supaya ga terlalu bergantung ama dia. "Kantor itu punya kalian juga kok! Kalo mo ambil keputusan, ambil aja. Paling kalo salah, saya bisa bilang, 'Steve salah, Pak!' Coba kalo saya yang salah, kan lebih repot kalo kamu yang bilang, 'Maaf, atasan saya salah, Pak!'" --hehehe, bener juga seh...
Kelar miiting lumayan cepet juga, malah gue ga sempet antisipasi kalo jam 2 dah bisa cabut (!!!) hehehe... Sempet ngurus kegiatan basket ama salah satu petinggi partai... oops, maksudnya petinggi salah satu organisasi massa terbesar di Indonesia (apa coba???), salah satu urusan yang cukup buat gue stresz akhir-akhir ini, tapi untung sekarang sudah diusahakan untuk let loose, so i'm not too attached emotionally, officially (ribet ya bahasanya?!!) Ke bank dulu di tempat parkir gratis tadi (supaya ga diresein), trus stick to the original plan from morning: PESTA BUKU JAKARTA. Sebenernya sempet ada pertempuran batin juga sih, antara jadi dan ngga, karena ni otak udah konek ke tempat tidur muluuu!!! Akhirnya setelah ngitung-ngitung kalo besok-besok dah ga sempet, pergi juga deh, ngambil parkir di Hotel Atlet Century Park (maaf untuk kalian para calo parkir senayan, tapi GUE SEBEL BUANGETTT AMA LO PADE!!! --kecuali mungkin yang suka jagain malem-malem di lapangan ABC, abis baek sih suka nyapa gue, bolos basket lama aja dicariin, inget aja ama gue...)
Sampe di sono jam 3, liat sebelah, wuihhh fX dah jadi tuh!!! (jadi ceritanya abis ada eX, then fX??? mboh ah, wong lokasinya aja ga sebelahan... susah kali nyari 26 gedung mal sebelahan biar bisa buat dari aX sampe zX). Lumayan nih abis dari senayan mampir ke situ, dandanan gue emang udah pas, santai casual model mahasiswa, manalagi rambut dah gondrong terbengkalai... Masuk ke lokasi Pesta Buku udah agak males-malesan, otak kayaknya bener-bener kekurangan oksigen deh, ga bisa nyimak apa-apa... Keliling-keliling cuma nyari buku super murah yang sangat worthed untuk jadi koleksi gue (which is, next
to impossible) Di salah satu stand malah ditawarin "ARABIAN KAMASUTRA", what the #$%^!??? (suer, gue ga masuk ke stand itu, wong ditawarinnya pas gue baru jalan lewat di situ!!!) Dipikir-pikir, dengan tampang (yang gue asumsikan mirip) mahasiswa gini, what's in her mind??? Apa emang untuk mempromosikan seks bebas? Apa tampang gue kayak orang yang pro-free-esek-esek yah? Ah sudahlah, ga ada dia, ga ada cerita ini...
Sapa bilang di pameran buku ga ada makhluk manis? Yang kayak gituan ada kok dimana-mana, kalo aja mo dicari... Gue ga cari aja keliatan kok berseliweran di sana, tapi tokh ga buat semangat hidup gue meningkat juga. Dah mo keluar liat kaos bertulis "Bukune", free-magz yang pernah gue dapet kira-kira setaon lalu, jadi pengen ambil lagi, mulai deh "aga" semangat nyari stand yang related: GagasMedia. Ternyataaa... BUKUNE udah ga gratis lagi, huhuhu... Harganya ceban, padahal pas dibolak-balik isinya banyakan iklan juga (iklan buku juga sih, tapi ya gitu lah...) Akhirnya dengan semangat "Gratis No. 1!", gue embat aja katalognya GagasMedia (gue tau sih katalog biasanya gratis, tapi agak trauma juga sih gara-gara liat tag "ceban" di BUKUNE tadi; untung ada mbak di kasir yang bilang gratis ke ibu di sebelah gue...) Liat buku-buku obralnya GagasMedia, sempet nyesel juga yah, napa dah beli salah satu buku dari mereka di PIM tempo ari (kan lumayan ada diskon 10% disini). Ngubek-ngubek bak (yang kayak tempat baju obralan di Metro), ada buku-buku yang ancur-ancur, salah satunya yang gue baca -- walopun ga sampe abis (ga mo ngaku!!) -- adalah "BLIND DATE - Make It Simple". Lucu juga sih, jadi pengen beli buat siap kalo ada blind date berikutnya (hahaha!)
Selesai, keluar dah! Dah sejam lewat, nanggung mo balik bayar parkir kan 2 jam juga, sama aja... Ngeluyur deh ke mal baru itu. Eh, ternyata dah ada isinya juga loh! (walopun baru cafe-cafe semua). Baru masuk aja dah ngeliat pemandangan lucu: 4 orang melototin bill, tanpa ada seorang pun yang inisiatif mo bayar duluan (pada ngeliatin apaan sih kalian?!! ga sadar yah kalian diliatin orang lain, yang pelit ga pernah ke cafe?) Disain? Ok. Well, gue bukan seniman, tapi emang gampang sekali sih ngasi pujian tentang hal-hal baru yang gue baru liat. Dan menurut gue, konsep mal ini menarik. Di tengahnya ada luncuran yang namanya "Atmos-FEAR", seru kayaknya kalo dicoba bareng temen-temen. Luncurannya free, se-free juga seperti parkirnya (RATS!!! tau gitu gue parkir disini, @#$%^&!!!) dan Wi-Fi (ntar pinjem PDA kantor ah kalo mo kesini, hehehe...), asaaaalll... berbelanja di situ minimal Rp 1,- (which is: virtually impossible!!! gue sih ngebayangin barang-barang di situ paling murah cepekceng, hehehe...) Ngga ding, lu bisa kok nunjukkin tiket bioskop lu. Di sana bioskopnya "Platinum XXI". Kesannya muahalll buangedds! Ngga kok, sama aja ternyata kayak di SMS (Serpong Mal Sumarecon - terserah gue donk mo dibalik apa ngga!), senin-jumat 15,000, weekends-holiday 25,000. Ini adanya di lantai 7 (barengan ama luncuran tadi), sedangkan dari lantai 2 ke atas masih kosong.
Puas jadi mahasiswa yang sekaligus anak mal, pulang deh...
Ohya, gue masih utang yah mo ngasi tau napa kucing yang ga ada ekornya itu bodoh? Gampang aja, soalnya kucing ini kalo maling suka ketauan, jadi sering dizhalimi. Minimal, ekornya sering kena sabetan, jadi buntet deh... Kalo yang ekornya panjang itu lihay bin jablay, jadi tidak pernah terzhalimi. Begitu penjelasan ilmiahnya sodari-sodara... Gue off yah!
Wednesday, May 07, 2008
2008 RBC Bible Teaching - An Invitation
Untuk kali ini, tema pokoknya adalah "THE SPOTLIGHT OF FAITH - UNDERSTANDING WHAT IT MEANS TO WALK WITH GOD". Breakdown acara tersebut adalah sebagai berikut:
SENIN, 5 Mei 2008
JAKARTA BARAT - UKRIDA, Jln. Tanjung Duren Raya no. 4, Aula Utama, Gedung E Lt. 7
1. KALEB - Iman Seorang Pria Tua (Yosua 14:1-14)
2. YOKHEBED - Iman Seorang Ibu (Keluaran 1:2-10)
SELASA, 6 Mei 2008
JAKARTA PUSAT - GBI Sona Topaz, Sonatopaz Tower Lt. 5A, Jln. Jend. Sudirman Kav. 26
3. ANDREAS - Membawa Jiwa Kepada Yesus (Yohanes 1:35-42)
4. BARNABAS - Memberi Semangat kepada Orang Lain (Kisah Para Rasul 4:36-37, 11:22-26)
RABU, 7 Mei 2008
JAKARTA SELATAN - Raffles International Christian School, Jln. Gedung Hijau Raya I no. 1, Pondok Indah
7. MUSA - Harga Sebuah Ketidaktaatan (Ulangan 3:23-29;Bilangan 20:1-13)
8. MARIA - Harga Mengikut Yesus (Yohanes 12:1-11)
KAMIS, 8 Mei 2008
JAKARTA TIMUR - GRII Matraman (Sebelah Lab. Pramita), Jln. Matraman Raya 24
7. DAUD - Kegagalan Seorang yang Berkuasa (2 Samuel 12:1-14)
8. GIDEON - Iman Seorang yang Lemah (Hakim-hakim 6-7)
JUMAT, 9 Mei 2008
JAKARTA UTARA - GKBJ Kelapa Gading, Jln. Komplek Gading Bukit Indah Blok Q 23-26, Kelapa Gading
9. NUH - Memercayai Allah dalam Kegelapan (Kejadian 6:5-13)
10. AYUB - Memercayai Allah dalam Penderitaan (Ayub 38:1-7)
(catatan: semua acara dimulai pukul 18.30 TEPAT!)
Ada kata mutiara yang sering terdengar: "lebih baik telat daripada tidak sama sekali"; maka dari itu, karena masih ada 2 hari tersisa, buat yang berminat datang ke acara ini, sangat ditunggu kehadirannya, karena acara ini hanya setahun sekali, banyak pelajaran yang dapat diambil dari acara ini. Kadang kita terlalu banyak berpikir bahwa butuh persiapan ini-itu-ini-itu untuk datang ke acara yang terkesan "rohani" seperti ini. Tapi satu hal yang tidak kita sadari, kadang Tuhan berbicara kepada kita, dan menggerakkan perasaan kita yang terdalam untuk ikut acara-acara seperti ini, namun kita terlalu keras kepala untuk menaatinya. Mungkin pada saat inilah Tuhan mau menjawab masalah yang sedang kita alami saat ini, yang sepertinya susah sekali diselesaikan dan membuat kita serba salah. Percayalah, Tuhan masih ada untuk mendengarkan setiap keluhan, dan tidak hanya mendengar, namun memberikan jawaban atas masalah kita, jika kita merespon suara-Nya dengan benar.
Sampai jumpa di sana. TUHAN memberkati!
P.S.: untuk yang mau datang ke acara ini, kalau sudah sampai di tempatnya dan ditanya undangannya (biasanya kalau datang tepat waktu; kalau datang telat sih biasanya langsung disuruh duduk, hehehe... --ketauan deh suka dateng telat!), bilang saja mendengar info ini dari teman via e-mail/internet/whatever you wanna say, kalo butuh info soal gue, nama gue STEVE, nomor member RBC 600-019-781 (but trust me, ga bakal sampe ditanya sedetil itu kok, gue yakin mereka dengan SANGAT senang akan menerima kalian di sana, karena Firman Tuhan memang untuk disebarluaskan ke semua orang, bukan hanya kalangan terbatas saja)
Friday, May 02, 2008
Blocks every writer hates...
Gue ga tau, apakah ini penyakit musiman ato kambuhan, penyakit keturunan atawa menular, tapi siapa pun dia, yang ngaku-ngaku bahwa mereka itu penulis, pasti pernah ngalamin dimana ada waktunya mereka ga bisa nulis APAPUN! Ya, apa pun itu!!! Satu film yang paling asik yang pernah gue tonton (jujur aja, ini film paling asik karena memang baru satu ini seinget gue, hehehe...), yaitu "STRANGER THAN FICTION" (untuk ceritanya, mungkin bisa klik link di posting blog gue sebelumnya...).
Temen kantor gue barusan baru aja ngingetin gue, kalo gue udah SEBULAN ga nge-blog... Yang dia tau, gue antusias sekali dengan keberadaan blog gue, dan selalu terlihat meng-update blog gue (paling ngga, dia liatnya begitu; padahal gue lagi ga ngapa-ngapain...) Busettt, kemana aja, Steve??? Padahal April itu seharusnya menjadi bulan yang menyenangkan (walaupun T. S. Elliot mungkin tidak setuju dengan pernyataan ini), diawali dengan April Fool (ini cuma anjuran dari Miss Cinta Laura, dibaca "Cincha Lawra"), diakhiri dengan mulainya NBA Playoff (lho??).
Trus mulai lah peperangan di otak gue, tentang apakah blog gue ini harusnya dipisahkan antara bagian olahraganya, seninya, resensinya, renungannya... Emang kalo dicampur ntar trus jadi pada mo ngebaca?? Berhubung gue keliatannya cuma antusias kalo nge-blog pasca menonton "sesuatu", memang bener kali perlu dipisah bagian-bagian tertentunya...

Thursday, March 27, 2008
KUNOKINI - Yang Unik, Yang Aneh
WedsNight @ BentaraBudayaJakarta
Ya unik acaranya, ya aneh-aneh juga penontonnya... Ada yang pake pakaian tradisional (ya iyalah, karena musiknya agak berbau tradisional sih, lagian kan mereka panitianya, jadi lebih ngerti lah, masa panitia salah kostum??), ada yang pake kombinasi modern-tradisional (kebanyakan bagus sih, cocok dan modis, tapi ada satu yang "kurang enak dipandang"), mayoritas gondrong (bener-bener salah timing potong rambut neh :((( ), beberapa rapi (termasuk gue!!! gosh, salah kostum neh, huhuhu... mana tadi di kantor pake nyemir spatu dulu lagi, padahal udah filing sih bakal beda banget suasananya ama yang di erasmus minggu lalu -> see my previous blog). Tapi buat best costume of the night, gue vote buat bapak-bapak (yah, middle-40 lah), pake kaos oblong biru tua, yang dimasukkin ke celana bahan berikatpinggangkan kulit, yang dimasukkan ke sepatu ketsnya (bayangin dulu deh celana yang dimasukkin ke sepatu :D )
Sesi pertama dimulai "agak" telat, katanya nunggu undangan dulu. Ya udah deh, akhirnya dimulai juga jam 19.55 pake kata sambutan ucapan terima kasih buat sponsor yang membuat grup ini mampu pentas ke aussie... (padahal tu undangan ternyata baru dateng pas udah mo mulai, kira-kira 5 menit kemudian; gue tau karena tu undangan duduknya persis di belakang gue... dan ga nyadar juga kalo gue itu duduknya di kursi VIP :)) ternyata ada hikmahnya juga pake baju rapi)
Ok, mulai!
Lagu pertama (04:55) kurang jelas judulnya, sangat etnik (soalnya ga ada alat musik melodinya sama skali!). Lanjut lagu kedua (03:40), juga ga jelas, tapi udah mulai pake alat musik melodi, sejenis gamelan, karena cuma punya 7 bilah (tapi kalo denger suaranya, kok lebih deket ke kolintang yah?). Trus disusul ama "Lagu Jawa", katanya terinspirasi dari gempa di Jogja (aduh, yang ini apa lagu yang sesudah ini yah? sori lho kalo salah...) (07:40), cukup menggambarkan ke-jawa-annya dengan baik. Kalo aja gue ga kebelet pipis, pasti lagu ini ga terasa lama, karena dimainkan dengan harmoni yang indah.
Kemudian ada sedikit rekomposisi di panggung, now they played with vocal, dan juga tarian; masuk dua orang pesinden (abis posisinya sinden banget!!), satu cowo satu cewe, dengan satu vokalis utama cewe, merangkap penari. Lagunya juga ga ngeh judulnya apa (18:11), tapi yang jelas makin memperkuat hasrat gue untuk... pipis!!!
Ada jeda sejenak dua jenak, mereka ngobrol di panggung, gue pipis dulu deh...
Berikutnya (10:11), adalah komposisi yang gue incer dari awal, karena di video pra-pertunjukkan gue liat dan gue paling demen yang ini, ampir telat tadi masuknya gara-gara lalu lintas di luar cukup padat.
then came the...
--break--
Sesi kedua dimulai dengan sesuatu yang "kurang lazim", karena ada gitar ikut bermain (06:40), dengan irama yang nge-bossas, asik men! Setelah berdendang dengan instrumen di menit awal, ternyata liriknya adalah "gundul pacul gembelengan" yang dinyanyikan berulang-ulang (note: liriknya hanya 3 kata itu saja, bukan lirik lagu "gundul pacul" yang sebenarnya...), cukup mengundang tawa dan impresif. Disusul lagu R&B (05:50), "Souljah" (WOW!!!), with additional vocalist yang jago nge-rap (ya ga nge-rap betulan sih, ga kayak orang ngomel gitu), yang membuat suasana tambah panas di dalam sana (ngajak joged-joged sih, tapi cuma 2-3 orang yang berani malu). Lalu sedikit cooling down dengan lagu "Feeling The One" (06:00) yang mengajak kita untuk menyingkirkan perbedaan dan mengutamakan persatuan.
... ngobrol lagi tiga jenak, trus mereka ngeluarin lagu melodius nan sedih...
"Sahabat" (08:00) bercerita tentang kepergian sahabat yang takkan kembali lagi, bener-bener membuat gue menitikkan air mata...
udah begini, ga ada yang nyangka mereka bakal ngocol lagi... but they did!
"Bluyamko" (04:20), katanya judulnya itu (ga tau kalo gue salah denger), agak aneh juga, karena di depannya berlirik inggris; taunya... di belakangnya ada "Yamko Rambe Yamko"!!! Wah, boong banget deh kalo lo bilang lo ga tergugah rasa nasionalismenya pas denger lagu itu. Apalagi pas di akhir lagu vokalisnya bilang: "daripada kita ribut sana-sini, langsung aja mainin lagunya; mereka boleh klaim sesuka mereka, tapi ini budaya kita" (kira-kira begitcu; maaph kalo ga persis, gue emang suka improvisasi kelewat batas)
Abis dia ngomong begitu, sebenernya udah ketebak donk apa yang selanjutnya: "RASA SAYANGE"! (03:24)(02:15) Tapi ada sedikit apresiasi juga buat "para wanita di belakang pria-pria sukses ini" (ada yang aneh: yang di panggung 4 cowo, napa cewe yang ditarik cuma 3?? oo, ternyata yang 1 masih jomlo =)) ). Kali ini jogednya lebih liar. Yang joged juga mulai nyeret-nyeret temennya ke atas panggung (wah, kalo gue ga salah kostum, rasanya mau aja tuh bernorak-norak bergembira ria di situ...). Trus acaranya ditutup kayak model pertunjukkan di tipi-tipi gitu: pembawa acaranya masuk pas lagunya masih main, ngucapin terima kasih dan sampai jumpa, trus pas mereka pergi, musiknya belum selesai.
Udah deh, penutupnya bener-bener pas! Tapi show yang bagus biasanya memang menyimpan pamungkas kalo-kalo ada "curanmor" (we want more, maksudnya...), jadilah encore! (03:15) (gara-gara keseringan main "Guitar Hero" nih, jadi deh apa-apa encore, apa-apa encore!) Kalo yang ini, rasanya udah ga malu-malu lagi tu orang-orang di situ (yang memang komunitas fans mereka semua), udah liar abis-abisan deh, mana liriknya - kalo gue ga salah denger - bener-bener serasa membawa pendengarnya ke flower generation (WOODSTOCK, booo!!!): "babe, i want to f*** you!"
Thankyou KunoKini, thankyou BentaraBudaya, thankyou catering, and thankyou An (inisial yang tidak sebenarnya)!
Then i went home satisfied... and hungry!
What a nice ending to my lovely day!
Footnote: untung pulangnya gue beli ketoprak, karena di rumah makan malamnya ternyata... botox (yaiks, i hate it!) - so i still had a happy ending yesterday :D

Monday, March 24, 2008
I LOVE MONDAY
walaupun:
#model rambut lagi ga karuan (bad haircut mode ON :(( )
##basket sepi peminat (lagi!!), efek dari (yup, betoel!) very-long-wiken
###kaki sakit pula pas main, sampe sekarang belum ilang!!
####jadi saksi kekalahan memalukan tadi malem (untung kakap gulungnya enak; eits, salah tempat...)
#####senin pagi mo berangkat lebih pagi, tapi kok malah kena macet dua kali? sekali ada truk yang mo minta jalan pas di depan gue; trus ada (sepertinya) kecelakaan... kejadiannya sih di sisi seberang, tetep aja yang nonton dari segala penjuru dunia, dasar ga bisa liat tontonan gratisan (plus kalo bisa nyumbang kekisruhan, biar yang susah tambah disusahin...)
######kantor sukanya mati listrik aja sekarang, heran sebel deh gue...
Tapi...
*minggu kemaren ini Paskah (dan libur panjaaaa...ang, jadi bisa ke greja tanpa harus mikirin mo bolos apa ngga, hehehe...) - plus a wonderful, quality time with my family!
**jumatan bisa makan-makan (kualitas ga penting, kuantitas bicara...)
***all-you-can-eat (bukan all-you-can-eat sebenarnya) @ IZZI kebon jeruk, akhirnya gue yang biasanya kalo makan pizza ga bisa lebih dari 2 potong, akhirnya "rela berkorban" demi menghabiskan potongan-potongan yang tersisa, termasuk species aneh berjudul Fiorentine (heran, siapa sih yang pesen ini???)
****dapet buanyaaa...ak buangettt collectible item di 4th TOY FAIR di tennis indoor senayan, kegiatan pre-nonbar yang deket banget ama tempat nonbar bigmatch LFC @ MU (tapi malemnya kita ga ke situ, :P ) - 58 kartu campuran, dari basket, bola, sampe football; trus juga ada postcard Tenipuri (anime Prince of Tennis) 1 set isi 32 biji, puas puasss...
*****kakap gulungnya enak (walopun sambil nonton kekalahan memalukan yang kesekian kalinya dari munyuk... eits salah tempat!)
Sudah selesai! Sekarang kembali ke minggu yang normal, 5 hari kerja, 1 hari berbasket dan nonton bola, plus satu hari untuk ke greja (ohya, hari yang terakhir ini kayaknya bakalan sibuuu...uk bangettt, siap siap deh dari sekarang...)
Enjoy your time, dear friends, and i'll do mine!
Monday, March 17, 2008
Another "plus one"...
Trus kalau udah cuti gini, maunya sih jalan-jalan ama temen yang lagi nganggur, ato ke kantor temen ngajak lunch bareng, ato apa gitu... Tapi pengen juga tidur sampe siang, jadi kadang rencana itu bisa berantakan cuma gara-gara gue ga rela harus bangun jam 9 di hari libur, padahal obviously you can only pick one enjoyment at a time : - jadi pergilah gue ke toko sepatu CENTRAL di pasar baru (catatan: buat yang masih suka belanja ke sono - berhubung jaman gini ari kok mal tambah banyak, padahal steve kecil dulu tiap wiken pasti jalannya ke pasar baru, sampe pernah tangannya melepuh gara-gara megang lampu pajangan di salah satu toko sepatu :(( - ga ada salahnya nyari toko ini kalo mo beli sepatu, gampang kok adanya di depan Gramed - hehehe promosi dikit ah, nolongin temen kan...), yang ada malah di sana gue ikutan kerja (sama aja donk, sebenernya makna cuti itu apa yah??? gue jadi bingung...) Tapi ngga juga ding, karena gue juga... MAKAAANNN!!! Iyah, kesenangan yang terutama (buat gue) bisa diukur dari seberapa puasnya perut lo ari itu, dan hari itu gue puasss sekali. Bakmi di Kartini, nasi capcay di krekot, plus makan malem banget di nuki (hehehe, baru tau gue klo nasi uduk kota intan bisa disingkat begini cara...)
Wah, pas udah mimpi indah banget malemnya, soalnya ngebayangin kalo besok siangnya bakal makan edisi kalap kayak kemarinnya, taunya malah si MELY - nama tidak sebenarnya - tepar... Padahal dah pas lagi ga ada basketan, malah ga ada kegiatan :( - [edit]ternyata baru inget kalo siang-siang gue sempet nggosip - sampe kebelet pipis banget - ama TANNY - namanya ga bener-bener - ada kali 2 jam, ck..ck..ck... Lumayan, account balance gue langsung berkurang nopekceng lebih : emang seru kalo udah ngomongin cerita lama, kayaknya mo diulang-ulang juga ga bakal bosen, mana lagi ga selalu sama ceritanya; kadang kalo lupa malah ditambah-tambahin aja seenaknya yang cerita, hehehe...[/edit]
Ya udah, ke greja deh sebelum nonton LFC malemnya... Sampe di rumah SURYO malemnya, yang ada gue dicekokin mainan GUITAR HERO di Wii - asik sih, malah akhirnya gue bisa main lebih jago dari yang punya (jarang-jarang kan ada game punya die yang gue bisa lebih jago maininnya, tapi nambah satu nih malem minggu kemaren, hehehe...). Another win for LFC made that day a little brighter, along with a wonderful goal, Masch's first for LFC, way to go... (bodo amat deh ama segala sentris-sentris itu, yang penting gue mo belajar supaya bisa mainin GUITAR HERO sampe level hard!) - talking sports, didn't feel like wanting to discuss nba this week...
Nah, pengganti basket ada di minggunya... futsal! Kayaknya emang kalo menurut gue, A"X"C tetep masih jadi tempat favorit gue nih dalam ber-futsal-ria (ya iyalah, pan gue jarang main futsal, dan baru jajal 3 tempat doank: A"X"C, gedung voli senayan, ama GOR simprug). Nah, futsalnya lewat aja yah, karena kejadiannya mah biasa-biasa aja (kecuali gue kena sikut sekali di dada - masih sakit sampe sekarang - dan betis gue memar karena nahan tendangan lawan ke gawang - tau gitu gue biarin gol aja dah, nyesel gue!!), karena yang paling asik kalo abis olahraga itu... MAKAN!!! Tapi berhubung Eko mo ultah minggu ini, kami teman-temannya rela untuk sedikit berkorban minggu ini, supaya bisa lebih menghargai ybs kalo nanti mengadakan jamuan (horeee :D )
Pulang situ, mampir dulu seperti biasa. Gue sih maunya main Guitar Hero lagi (hehehe, kecanduan!!), tapi yang punya pura-pura ga tau, malah cuma mencet-mencet channel Astro-nya. Eh, malah dapet film STRANGER THAN FICTION! (untuk review imdb, bisa dilihat di sini) Jadi inget, dulu sejak direkomendasiin ama cicinya NIKE - ybs tidak mau ditampilkan dulu -, gue masih penasaran filmnya kayak apa... And there i was, being in the midst of couple ARDI & MAYA - each of them have a different standard of a decent movie; what a strange couple - and still managed to watch the movie i want to see, hahaha... Eniwei, filmnya sendiri memang tipe yang bisa membuat gue puas nontonnya karena ke-"tidak biasa"-an ceritanya; sedangkan buat Ardi, yang demennya tembak-tembakan, ga tidur sampe abis aja udah sukur deh...
Well, setelah menyantap THE EYE II sebagai penutup, akhirnya wiken ini berakhir dengan... biasa-biasa saja (dan keputusan gue untuk ngambil cuti ternyata kurang berhasil, karena tetep aja capenya terasa sampe senin pagi...)
Sebagai penutup, ada quote bagus yang gue ambil sembarangan dari imel di suatu milis:
"It takes only a minute to get a crush on someone, an hour to like someone, and a day to love someone - but it takes a lifetime to forget someone."
(karena gue ga menemukan kata-kata bagus buatan sendiri yang cocok buat hari ini - well, at least yang "menurut gue bagus"...)
Thursday, March 13, 2008
Nonton Konser Lagi! Yang pertama sejak... udah berapa lama yah?
The Nightingale: Chamber Music Festival Indonesia 2008
-Erasmus Huis, Mar 12 2008, 19.30-finished
Nama acaranya kayak gitu. Udah pasti donk tentang muzik. Tapi muzik yang kayak apa? Hmm, karena acaranya yang cenderung unik (biasalah, acara yang diadain ama pusat kebudayaan asing di Jakarta itu biasanya unik - kalo ngga, pasti tiketnya ga gratis; kalau pun gratis, 1-2 hari setelah dipublikasi langsung abis bis bis... gue pernah ngalamin waktu mo nonton Patrizio Buanne - padahal waktu itu kagak tau orangnya kayak apa, nyanyi apa pulak - ; yang bikin tengsin, udah sok pede ngajakin 2 orang temen gue, taunya pas telpon mo konfirmasi, "maap Pak, sudah habis", gosh...)
Ok, sekarang tentang pengunjung potensial. Gue dulu (dan masih sih sampe sekarang) selalu berpendapat bahwa orang-orang aneh (hahaha...) yang menggemari muzik bergenre jazz (dan klasik, kadang-kadang) punya daya jangkau apresiasi muzik yang luarrr biasa luasnya (hahaha, me include not yah?). Tapi dengan semakin gencarnya promosi muzik jazz (dan terutama di Indonesia ini dalam 7-8-9-10 terakhir ini), mau ga mau daya jangkau genre ini pun "agak" diperluas (mungkin harusnya ga pake "agak" yah, karena sekarang lagu pop juga bisa diaku-aku jazz :(( ) demi menarik minat dan popularitas (dan sponsor, apalagi coba yang dicari?). Ok enough, gue akan curhat mengenai pengalaman gue ber-jazz-ria di Indo dalam posting terpisah, sekarang kembali fokus tentang resensi muzik aneh (hehehe...) ini dulu...
Buat yang suka nonton muzik beginian (definition please!) pasti bisa membayangkan pengunjung yang datang terbagi dalam beberapa segmen: kaum mapan yang berpakaian rapi, expatriat yang memang rumahnya deket situ (hehehe... this is foreign cultural centre, anyone?), dan... ini yang pasti: para seniman berambut gondrong (padahal yang nulis sekarang ini juga gondrong, dasar ga sadar diri!) yang berpakaian rapi (rapi menurut seniman lho yah; mohon pernyataan ini jangan diprotes), berani tarohan pasti anak IKJ!
Acaranya sendiri sempet molor setengah jam, sebelum akhirnya plus basa-basi, dimulai tepat 20.05, dengan karya Slamet A. Sjukur berjudul KUTANG. Temen gue yang kurang beruntung gue ajak tadi malem, NIKE - sebenarnya bukan nama - sampe nanya "Kutang artinya apa?"; gue sampe takjub, masa kutang aja ga tau... ternyata cuma ekspresi ketidakpercayaan aja, kok bisa-bisanya yah muzik kayak gitu ("kayak gitu"-nya ntar gue jelasin kayak apa) dinamain kutang; apalagi di buku acaranya dikaitkan secara tidak langsung dengan motif pembunuhan Hamlet dan Ophelia terhadap bapaknya. "Ngga banget deh," gitu kali kalo kata anak sekolah sekarang. Muziknya? Lebih ngga banget lagi... Gue sebenarnya berharap dengan lebih sering gue nonton pertunjukkan seperti ini, apresiasi seni gue akan terus melebar, tapi ternyata butuh lebih dari sekedar frekuensi menonton; yang seperti ini rupanya sudah di luar kemampuan manusia biasa (and by that, i mean everyone but artists - they're superman :D ). Ok, then came the next show...
Adalah sebuah karya yang mengiringi sebuah narasi berjudul "The Amazing Adventures of Baron von Munchhausen" yang dibawakan oleh Sitok Srengenge, salah satu seniman lokal terkenal. Narasi yang berupa dongeng ini dibawakan seakan-akan sedang menceritakan suatu kisah pengantar tidur kepada anak-anak, menarik dan tidak membosankan. Setelah itu, rehat sejenak 20 menit.
THE NIGHTINGALE - sebuah narasi karya Hans Christian Andersen, judul acara yang sekaligus memuncaki pertunjukkan ini, didahului prolog oleh pewayang terkenal (di buku acara sih tulisnya dia terkenal) Slamet Gundono, sosok gempal (mirip bang EBAN deh - nama yang ga bener -, sumpe bang, mirip banget!!!) asal Klaten yang kepolosan tuturnya mengundang tawa, walaupun pake bahasa Jowo, Jawa khas Tegal yang bercampur Sunda, yang gue aja kurang ngerti... Setelah itu kiprahnya hanya mewayang di balik layar, sedangkan narasi kembali dibawakan oleh Sitok. Setelah narasi selesai, kembali Slamet melagukan epilog pementasan ini, yang juga menutup pertunjukkan kali ini.
Hujan deras mungkin memacetkan Jakarta hari itu. Tapi berjuang di belantara kota, untuk kemudian mengakhiri hari dengan menikmati pertunjukkan seni seperti itu benar-benar menjadi penawar yang mengasyikkan (terutama untuk cacing-cacing di perut Nike, yang belon dapet jatah dari siang), thanks to all the artists and everyone for making it possible to show. Nice pieces of work, GOD bless you all.
Wednesday, March 12, 2008
Senin males, selasa lupa, rabu...
Saturday, March 08, 2008
Wiken plus one
Wiken tapi nulis, kayak kurang kerjaan aja yah?
Biarin, bosen juga yah walaupun ada satu hari ekstra buat diliburin. Mo istirahat, sama aja rasanya, ntar bangun di senin pagi, tetep aja cape-cape juga, males-males juga (penganut mahzab "i hate monday" sih...). Salah bikin jadwal juga sih, maunya sih bergaya hidup sehat, minimal olahraga sekali seminggu, tapi naro jadwal berbasket-ria di hari sabtu sore jam 4 sampe 6 ternyata bisa bikin pegel ga ilang sampe 2-3 kemudian (idih, apanya yang gaya hidup sehat donk kalo gitu? *takjub*) Manalagi di saat badan pegel belon ilang, eh malah kemaren pas lagi sambilan (masih nyangkut nih masalah sambilan yang kemaren!), anak-anak gokil yang udah pusing ama fisika (padahal masih smp, masih 5 tahun itu penderitaanmu, nak :D ) itu jadi ngajakin main basket di halaman rumahnya. Dengan kaki tak beralas, halaman yang ga bisa dibilang gede, ring yang agak ketinggian, plus harus ngelawan 3 anak yang biarpun pendek-pendek tapi lincah (gile, alasannya banyak benerrr!), akhirnya gue harus menyerah kalah (ini strategi juga sih, coba kalo gue ga "ngalah", pasti mental mereka tambah down donk, padahal udah ngapalin fisika susah payah, bisa-bisa besoknya tambah kacau... kalo gini kan agak mendingan nih - dasar ngeles aja bisanya; ya donk, kan gue guru les...)
Trus ya gitu deh, dengan waktu pemulihan yang cukup, kayaknya sih besok bisa main basket lagi dengan semangat baru (ayo semangat Steve!), kebetulan mo pelampiasan gara-gara minggu depan lapangan bakal dipake lagi, artinya libur deh minggu depan *sebel* Itu deh resikonya pake lapangan beken di Jakarta, harus ngalah kalo ada event basket besar (eh, ga cuma event basket juga sih, mo ada ujian PNS juga kita harus ngalah, padahal bayar *sebelkuadrat*)
Sudah malem, gue juga masih mo main (lho?!!), jadi sampai di sini dulu. Berjuanglah terus anak muda! Tunjukkan semangat mudamu di lapangan esok hari. Jangan kau sia-siakan energimu untuk sesuatu yang merugikan, tapi terus bersikap sportif. Karena hanya dengan satu langkah awal yang tepat, engkau dapat merubah dunia!
Thursday, March 06, 2008
Sambil kerja sambil... (isi sendiri)
Side job. Kerja sambilan. Maksudnya jelas, kerja yang disambil, artinya ya kalo ada waktu luang ya kerja, kalo ga ada waktu ya ga kerja. Bingung? Tau yah, emang hobi gue suka bikin bingung orang lain; kalo ga bingung gue belon seneng... Kata orang, kerja sambilan itu mah kerjaannya orang yang ga cukup ama gajinya (masih ngerasa miskin gituh! kalo ga ngapain cari sambilan, kayak kerajinan aja ih!!! kalo dah cukup ya dugem sambilan: kalo ada waktu luang langsung nge-dugem), makanya kadang-kadang kalo gue bilang gue abis kerja masih ngelesin, biasanya orang-orang (ya temen-temen dan sodara-sodara gue) langsung memandang gue dengan tatapan sedih bercampur simpati, sambil berkata (tapi dalam hati), "aduh, berat sekali ya hidupmu nak..." (ya ga gitu-gitu amat sih, mungkin guenya aja yang kelewat berperasaan halus)
Tapi mo dibilang apa juga, kerja sambilan itu menyenangkan, walaupun melelahkan (namanya kerja ya pasti ada tanggung jawabnya, dan jelas: tanggung jawab itu melelahkan!). Dan profesi yang ketiban sial gue sambi itu adalah... staf tutorial untuk para pelajar (bahasa gaulnya - walaupun rada katro di kuping gue - GURU LES)
Kira-kira udah 6 tahun berjalan gue melakoni pekerjaan (selanjutnya gue sebut aja: "sambilan") ini. Malah, sambilan ini yang terus tanpa henti terus menyibukkan hari-hari gue, terutama di saat-saat gue belon dapat kerjaan (selepas lulus kuliah), atow waktu gue harus menerima nasib kena perampingan (bukan cuma manusia, perusahaan juga butuh diet lho, keep that in mind!) - komplit juga yah kalo dipikir-pikir hidup gue, dari kejadian paling menyenangkan sampai paling menyebalkan dalam hidup yang pernah gue bayangkan, pernah gue alamin - , sambilan ini ga berhenti membuat dunia gue berputar (ok ok cukup, gue akan mengurangi kata-kata mutiara yang menjijikan ini, dan berusaha untuk lebih "realistis" selanjutnya), kecuali waktu liburan sekolah (heran, gue kok belon nemu anak sekolah yang rajin banget, sampe pas liburan sekolah pun dia mau les; yang ada malah begitu ada tanggalan merah, semua yang les di hari sebelumnya rame-rame kirim sms - iya, sekarang anak sekolah dah pada punya hp sendiri, jangan kaget ya - bilang kalo ga mao les, soalnya besoknya kan libur, sebodo amat kalo 2 hari kemudian ada ulangan...).
Sekarang keuntungannya. Mana mau gue kerja kalo ga ada untungnya... Untungnya: duitnya banyak! Hehehe, ya iya lah, gue mo blak-blakan aja, walopun sebenernya ga gitu-gitu amat sih; gue lebih seneng menyebutkannya dengan: "sebanding dengan usaha yang gue keluarkan". Ya, ini kan termasuk bagian dari hobi juga, tapi kalo mo dipikir-pikir, susah loh jadi guru les, karena apa? Karenaaa... anak les itu biasanya "hiperaktif" - ini kata lain dari: nakal dan senengnya main-main aja - jadi perlu usaha ekstra untuk membuat nilainya jadi bagus. "Biasanya" loh, karena ga semuanya kayak gitu, masih banyak yang memang dikaruniai bakat yang banyak... kecuali bakat untuk mengerti dan mengerjakan matematika dengan cepat. Dan memang anak-anak yang seperti ini ada di posisi yang memprihatinkan, karena guru matematika (dan terutama soalnya sih) sekarang ini lebih kejam dari jaman gue dulu. Dulu perasaan ga ada deh anak sekolah yang sampe bunuh diri gara-gara ga lulus ujian sekolah, tapi sekarang, gue rasa temen-temen gue yang dulu nilai matematikanya pas-pasan mungkin kalo ngeliat soal jaman sekarang lebih baik pilih bunuh diri daripada ngerjain soal itu (hehehe...) Gue aja terus terang sering berada dalam posisi "bisa jawab, tapi ga bisa nerangin jawaban gue ke anak les gue", padahal untuk hal yang terakhir itulah gue dibayar; pusing kan???
Trus, orang sering bilang, "dalam pekerjaan, uang bukanlah hal yang paling utama". Bisa bener bisa ngga... Kadang duit banyak tapi kerjaan bikin stress. Kadang kerjaan nyenengin tapi duit bikin stress (kurang maksudnya). Makanya kalo bisa dapetin yang kerjaannya dan duitnya nyenengin, bahagiaaa rasanya, hehehe... Keuntungan lain yang gue cari dari sambilan ini ya pasti ada; dengan berhubungan lagi dengan makhluk yang lebih muda dari gue (dan otomatis berteman dengan mereka), pasti membuat gue jadi "merasa" muda. Well, gue memang senang sekali merasa muda, bahkan gue bangga kalo dalam suatu komunitas gue menjadi makhluk yang paling muda (sedangkan kebanyakan orang malah seneng kalo jadi yang paling tua, jadi bisa "dituakan", heran juga yaaa...). Yah, walaupun gue ga mungkin jadi yang paling muda pas ngajar (ya iya lah, masa ada anak sekolah yang umurnya dah 30an??? gile aje lo...), tapi bercanda dengan mereka membuat gue merasa bahwa sebenernya gue tuh ga beda jauh ama mereka, bahkan masih bisa becanda bareng - mereka ngerti becandaan gue, dan gue juga ngerti becandaan gue, hehehe -, sampai akhirnya beberapa angkatan pertama dari hasil berguru ama gue (bukan cuma sekolah aja yang pake sistem angkatan, les juga ada loh, apalagi kalo lesnya ama gue, hehehe...) berakhir menjadi temen gue; makhluk yang tadinya seperti mengambil jarak dengan memanggil gue "Koko" (yah, itu juga bagian dari respek mereka kepada yang lebih tua), akhirnya sekarang nyaman ber-"lu-gue", sesuatu yang kayaknya keliatan kurang sopan, tapi kok gue malah ngerasa ini malah yang menghilangkan jarak yang sebelumnya ada.
Banyak sih sebenernya yang bisa diceritain dari sambilan kayak gini, karena gue menemukan bermacam-macam jenis anak, dan juga seperti apa anggota keluarganya yang lain. Bisa dibilang gue ga cuma berhubungan dengan anaknya aja, tapi juga mamanya (malah ini yang pertama, kan nego tarif dulu sebelum mulai ngajar, hehehe...), papanya (ini agak jarang, karena makhluk yang satu ini biasanya menyerahkan urusan rumah tangga, termasuk les-lesan ini pada istrinya), adek ato kakaknya (malah kadang les ini jadi hal warisan; maksudnya, abis udah ngelesin kakaknya, adeknya yang trus gantian les... bahkan ada juga yang sebenernya ga usah pake ngelesin juga udah kenal ama kakaknya - wong udah kenal dari SMU, hehehe... trus dikenalin ke adeknya, trus... trus... weitsss, ini bahasannya udah lain lagi, ntar bakal diceritakan terpisah, huehehehe...)
Saking banyaknya, gue nanti lanjutin lagi deh ceritanya (busettt, ini kurang banyak yaaa???), sekarang udah malem (untuk ukuran gue), jadi gue mo pulang (ga langsung ke rumah sih, tapi nonton bola dulu di rumah orang; maklum belon punya tivi sendiri, kan masih kerja sambilan - balik lagi deh ke paragraf pertama, hehehe...), trus tidur yang puas, karena besok libur (di indo, ga jamin ya di tempat lain juga), tapi mungkin bangun ga terlalu siang, apalagi kalo besok pagi ada pertandingan NBA yang bagus (buat ngasah IQ basket gue...)
Harapan bukan impian; semoga menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Nice weekend, everyone...

