Friday, April 10, 2009

My Chosen Ones...

Judul "I Choosed You" yang kemaren gue posting memang mengandung kesalahan dari segi grammar; secara implisit mengekspresikan perasaan gue yang takut salah memilih dalam pemilu legislatif kali ini. Ok, gue mengamini bahwa para penguasa dan pemerintahan di dunia ini dipilih TUHAN (Roma 13:1), artinya semuanya terjadi atas izin-Nya. Tapi bukan berarti bahwa setiap pemilih trus bebas dari tanggung jawabnya atas pilihannya masing-masing. Makanya mempertimbangkan pilihan dengan sebaik-baiknya adalah tindakan yang wajib sebelum menentukan pilihan.
 
Dan inilah hasil pilihan gue pada pemilu barusan:
 
1. DPR
Partai: 28 - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
Caleg: 1 - Drs. Effendi M.S. Simbolon
Kenapa pilih dia?
Saat ini, partai ini yang paling gue percayai di antara partai-partai lainnya. Keputusannya dalam beberapa kali pemungutan suara di DPR terkait isu-isu krusial cukup menentramkan hati. Anggotanya pun relatif bersih dari korupsi dibanding partai-partai besar lain. Semoga dengan mendapat suara di atas 20% cukup untuk memajukan calon presiden sendiri dan mengoreksi kesalahan pada periode 2001-2004.
Soal caleg, ga bisa boong, popularitasnya di atas nama-nama yang lain. Pola pikirnya menurut gue cukup cerdas dan integritasnya teruji.
 
2. DPRD I
Partai: 25 - Partai Damai Sejahtera
Caleg: --
Kenapa pilih dia?
Gue pilih partai ini karena untuk tingkat daerah, gue cukup nyaman mewakilkan aspirasi gue kepada partai ini. PDIP mungkin juga bisa berperan sebagai benteng terakhir penentang penerapan syariat islam di DKI, tapi gue masih kecewa karena dukungan mereka ke Sutiyoso beberapa tahun lalu. Calegnya ga kenal semua sih, terserah deh siapa aja, gudlak yah dalam membubarkan Buddha Bar, gue dukung!!!
 
3. DPD
Caleg: 40 - Dr. Victor Silaen, MA
Kenapa pilih dia?
Peer pressure? Hahaha... Yah, integritas nomor satu! Sebagai politisi senior, sumbangan pemikirannya banyak, dan jelas tidak akan melacurkan jabatannya kelak. Pertimbangan kampanye juga penting. Tidak ada selembar poster mengenai dirinya yang gue liat di jalan-jalan. Mungkin ada beberapa stiker kecil, cukup untuk ditempel di kendaraan pribadi, tapi itu pun belum pernah gue liat (cuma pernah baca kalo ada yang nempelin stikernya di motor -> artinya ini stiker kecil banget, hehehe...). Rupanya ia menerapkan prinsip "tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Kor 4:18)
Perjuangannya menjadi caleg pun gue ikuti, betapa ia dengan gigihnya mengumpulkan fotokopi KTP sebagai prasyarat maju menjadi caleg, dibantu tim suksesnya yang semuanya bekerja tanpa berharap imbalan. Satu mungkin yang sempat menjadi ganjalan kecil, yaitu gue inget betapa 5 tahun yang lalu ia mengunggulkan SBY sebagai presiden RI, dimana gue menyangsikan analisanya (maaf Bang, mungkin mau bertukar pikiran ama bokap gue? Teorinya radikal tapi sejauh ini banyak terbukti, dari jaman orde baru...)
 
Tentu gue berharap pilihan gue ini bisa membantu Indonesia ke arah pembangunan yang lebih baik dan suara gue ga terbuang sia-sia. Niat gue pun bukan untuk kampanye, makanya nama-nama ini baru gue rilis setelah pemilu selesai. Namun buat yang mungkin butuh sumbang saran sebelum pemilu berikutnya, gue dengan senang hati akan membantu, walaupun mungkin pada akhirnya malah gue yang akan belajar lebih banyak, karena ilmu gue pun masih sedikit.
 
 
Sampai bertemu di pemilu berikutnya...
(sebelumnya, simak reportase lengkap prosesi gue di TPS)

GOLPUTers dan Mahkota Ego

Bicara golput di negara maju seperti Amerika Serikat atau Perancis misalnya, tidak ada gregetnya. Sudah wajar bahwa di negara yang banyak imigrannya, yang penting bagi mereka adalah kerja dan cari duit. Siapa pun yang akan berkuasa tidak berpengaruh banyak bagi mereka. Hidup tidak akan menjadi buruk secara ekstrim. Di Indonesia sendiri sikap masa bodoh ini mirip dengan keadaan di atas, hanya saja dalam ekstrim yang sebaliknya. Di sini, yang golput berpendapat siapa pun yang berkuasa tidak berpengaruh, hidup tidak akan menjadi baik secara ekstrem. Tren ini mulai ada sejak tahun 90an, karena jenuh dengan penipuan rezim orde baru. Sempat menurun di era reformasi, sekarang kalangan golput kembali meningkat melihat kelakuan anggota dewan "yang terhormat" sama sekali tidak patut dihormati, ditambah sistem pemilihan caleg yang dinilai terlalu rumit dan belum waktunya diterapkan di sini.
 
Nah, sekarang apakah golput berarti ketidakpedulian terhadap masa depan negara? Secara singkat, jawaban gua adalah: Ya!
 
Minggu lalu daku sempat ngobrol santai dengan penasihat politik nomor satu, my Pap. Bicara golongan putih tidak akan ada habisnya, karena manusia itu banyak maunya, jadi wajar saja kalau ada yang keinginannya tidak terpenuhi. Nah, jika muncul satu keadaan dimana calon yang ada sudah sedemikian buruknya, maka akan terjadi persentase golput yang sangat besar dan menjadi mayoritas. Di saat itu, mungkin akan ada kekuatan massa yang mampu menumbangkan penguasa dan mereformasi pemerintahan. Di satu sisi gue setuju, di sisi lain gue yakin bahwa saat itu belum akan datang dalam waktu dekat. Masih jauh, karena era reformasi di sini pun masih 10 tahun yang lalu, pun belum ada rezim yang terlalu lalim yang mampu membangkitkan perlawanan rakyat seperti 10 tahun silam.
 
Golput buat gue sekarang lebih identik dengan ketidakpedulian akan negeri ini. Kemajuan atau kemunduran negeri ini sedikit banyak bergantung pada siapa yang akan duduk di DPR. Peranan mereka dalam mengajukan calon presiden, yang kemudian akan kita pilih dalam pemilu presiden, merupakan satu langkah. Langkah lainnya adalah dengan membuat berbagai kebijakan di setiap aspek pembangunan. Ekonomi, politik, pendidikan, sosial, kesehatan, semuanya bergantung kepada mereka dalam 5 tahun ke depan.
 
Latar belakang para golputers sebagian besar adalah kekecewaan. Mudah saja bagi mereka untuk menumpahkan kekecewaan kepada mereka-mereka di DPR atau presiden terpilih. Namun adalah logis untuk berkata bahwa dengan memilih untuk golput berarti juga tidak mempunyai hak untuk protes kepada anggota DPR atas keputusan mereka yang tidak sesuai aspirasi mereka. Kenapa? Karena mereka sendiri tidak menyalurkan aspirasi mereka saat pemilu, jadi anggota DPR pun tidak akan menanggapi aspirasi mereka nantinya (walaupun prakteknya, aspirasi kita-kita yang ikut pemilu pun tidak didengar, tapi ini kan bicara dunia yang ideal ;p). Artinya, menjadi golput berarti menjadi warganegara kelas dua yang fungsi dan peranannya sebagai alat kontrol dan koreksi pemerintahan sama sekali tidak ada alias impoten!
 
Untuk memilih mungkin sulit, karena jika caleg yang kita pilih berhasil terpilih, dan ternyata kinerjanya mengecewakan, kita mungkin akan menyesal. Sementara apabila ada caleg bukan pilihan kita yang terpilih dan menjalankan tugasnya dengan buruk, kita bisa menjalankan fungsi sebagai alat kontrol dan koreksi (sekali lagi, sayangnya di Indonesia, proses ini tidak dimungkinkan, kecuali anda punya basis massa yang besar, dan bisa nyiapin nasi bungkus dalam jumlah besar, hahaha...). Tapi jika tanggung jawab anda terhadap negeri ini cukup besar, rasanya bukan sesuatu yang terlalu besar untuk meminta anda berpartisipasi secara serius dalam pemilu di negara ini, apa pun bentuknya.
 
 
--next: Siapa sih sebenernya yang lu colek?

Pelangi di PEMILU 2009

Ga terasa udah 10 tahun berlalu dari pemilu pertama gue yang sangat konstitusional (dibanding masa-masa gue sekolah, yang tiap ikut pelajaran PMP pasti tereneg-eneg, partai itulagi-itulagi yang menang; dah gitu bangga pula menangnya, dasar ga punya harga diri!!!); juga sepuluh tahun sudah sejak partisipasi pertama gue sebagai panitia pemilu di RT setempat (bokap ikutan jadi anggota KIPP juga - Komisi Independen Pemantau Pemilu). Wow, artinya udah 10 tahun juga umur gue bertambah, sesuatu yang ga gue ridhoi sama sekali, hehehe...
 
Sementara itu ada beberapa catatan mengenai masa transisi ini. Tahun 1999 bisa dibilang sebagai masa transisi, dan partai PDI-P memegang kemudi terdepan sebagai partai reformasi, diikuti PAN dan PKB. Namun PG yang didukung dana warisan orde baru tampaknya masih menggeliat dan cukup punya sisa-sisa pendukung di level atas yang mampu mempengaruhi beberapa level di bawahnya. Karena rezim status-quo baru saja hancur lenyap, maka partai-partai berebut massa yang tercecer. Ambisi ketua PAN akhirnya membuyarkan PDI-P, partai pemenang pemilu saat itu, untuk menempatkan ketua umumnya sebagai presiden. Ironisnya, ia juga yang akhirnya bertindak sebaliknya -- benar-benar mengukuhkan definisi politik dimana tidak ada kawan atau musuh abadi, selama ada udang di balik batu. Kabinet Megawati pun dibentuk dengan banyak kompromi politik yang membuat kinerja tidak maksimal, karena semua berebut kekuasaan dan tidak ada yang mau menjadi oposisi.
 
Keadaan ini membuat pada pemilu berikutnya belum ada rezim status-quo yang terbentuk, dan semuanya mulai dari titik nol lagi, dengan PD muncul sebagai partai baru potensial. PG berhasil menyalip PDI-P, sayangnya koalisi mereka bubar oleh kekuatan baru yang mengandalkan tampang ganteng dan so-called kharisma (lagi-lagi dari mukanya), serta kemampuan melantunkan tembang "Pelangi Di Matamu". Kabinet SBY yang kemudian terbentuk ini kemudian tidak menyia-nyiakan waktunya untuk pelan-pelan mengukuhkan keberadaan rezimnya, dengan bantuan "orang nomor satu di Indonesia" (orang-orang yang mengaku pintar di Indonesia pasti tahu bahwa "orang nomor satu di Indonesia" tidak mengacu kepada presiden itu sendiri, tapi... silakan cari tahu sendiri!)
 
Upaya kabinet ini, yang walaupun merupakan koalisi namun bisa diklaim sebagai milik satu partai, secara efektif mampu memanfaatkan kelemahan mendasar rakyat negeri ini (liat posting sebelumnya), dan pada akhirnya mampu merebut simpati. Ini ditambah dengan dukungan kaum minoritas (juga sudah diulas di posting kemaren) dan kubu pro status-quo, kubu yang selalu main aman demi bisnis pribadi (ada sodara gue yang kayak gini, semoga cepat bertobat...)
 
Namanya juga pelangi, ga lengkap rasanya tanpa warna putih (eits, jangan protes dulu, secara teknis putih memang bukan warna, tapi pelangi tidak mungkin ada tanpa putih ;D) Nah, di sisi lain, ada golongan yang memang sudah apatis, menganggap siapa pun yang akan berkuasa nanti tidak akan mampu membuat perubahan, jadi lebih baik "mind my own business" dan GOLPUT!
 
 
(setelah menunda satu posting, gue janji abis ini pasti topiknya tentang GOLPUT! hehehe...)

I Choosed You!

Pemilu kali ini tetep heboh dari sisi kampanye, dan garing di hari-H-nya, suatu tren yang bakal terus bertambah di masa mendatang (tambah heboh kampanyenya, dan tambah garing hari-H-nya ;p ) Habis mo digimanain lagi, sistem yang superior sudah dipaksakan di negeri yang populasi melek demokrasinya masih seuprit (maafkan daku kalo daku menggolongkan diri sebagai yang seuprit ini; kadang kenyataan memang lebih pahit dari puyer sakit kepala, hahaha...); singkatnya, pemilu untuk memilih calon anggota legislatif dinilai kepagian! Jadi, seperti gue yang kalo masih ngantuk gara-gara bangun kepagian bisa nabrak tembok ato minum air panas langsung dari termos (ouch!), hal-hal bodoh menjadi sesuatu yang jamak dilakukan dalam kurang lebih setengah tahun belakangan. Jalan-jalan marak oleh atribut kampanye, yang mayoritas dilakukan tanpa tanggung jawab pada lingkungannya, menjadikan ibukota (dan juga kota-kota di seluruh Indonesia, tapi pengamatan daku terbatas di ibukota aja, sori..) layaknya ajang kreativitas anak taman kanak-kanak terbesar di dunia. Tujuannya hanya satu: terpilih sebagai anggota dewan "yang terhormat"; setelah itu tinggal duduk di ruang sidang sambil minum kopi dan baca koran, kadang tidur kalo ngantuk abis nonton bola subuh-subuh ato lagi bulan puasa, jalan-jalan studi banding ke luar negeri bawa anak-istri/suami, dan menggolkan beberapa tambahan tunjangan anggota dewan yang baru.
 
Sangat minimnya anggota DPR yang mempunyai kontribusi penting bagi kelangsungan kebijakan negara dan tegaknya pelaksanaan pembangunan menjadikan pemilih yang serius seperti gue gamang menatap detik-detik terakhir menjelang hari ini. Bukan apa-apa, selama hari-hari terakhir hidup gue hanya disibukkan dengan aktivitas ketawa-ketawa melihat kreativitas caleg yang absurd dan ga meaning sama skali deh auw... (ini juga mungkin diakibatkan gue lagi ga ada kerjaan, hehehe...) Sedangkan pikiran gue belon terisi satu kandidat caleg pun. Well, seiring dengan keterlibatan pasif gue di salah satu persekutuan terbesar di Indonesia (juga pasif di milisnya) membuat gue cukup mantap pada satu calon, walaupun dengan catatan (nanti gue jelasin di bawah). Jangankan caleg, partainya pun masih ragu. Beberapa partai besar sibuk berebut massa, partai baru yang didukung dana besar (karena dapat warisan gede dari rezim lama) juga jor-joran beriklan di media.
 
Sekilas dari perang antar partai ini, semuanya bisa dibilang bertindak konyol dan sangat ngendonesia... Kok gitu? Mereka bener-bener memanfaatkan kultur Indonesia yang masih kurang terdidik, guyub dan mementingkan kekerabatan di atas objektivitas (seringkali perbedaan dianggap tabu, seperti keterlibatan gue terakhir di sebuah organisasi massa non-formal), silau dengan prestasi instan, serta kurang memperhatikan akibat jangka panjang dari keputusan mereka.
 
1. Ada partai yang mengagungkan prestasi "memajukan perekonomian" negara di bidang ekonomi, yang di sisi lain didukung perwakilan kaum minoritas dalam sebuah acara tahun baru Cina (jangan lupa, perwakilan kaum minoritas ini juga yang telah menjerumuskan kaumnya sendiri dalam jurang kenistaan di orde baru, yang dikorbankan terus-menerus oleh rezim penguasa, sementara mereka - perwakilan itu - terus menangguk untung dari dukungan mereka terhadap penguasa).
2. Ada partai yang mengklaim keberhasilannya dalam pembangunannya selama ini karena merupakan partai paling senior. Paling senior di satu sisi berarti ikut menyumbang kehancuran bagi negeri, yang dalam 10 tahun terakhir ini masih belum bisa bangkit. Paling senior karena di masa lalu, kekuasaan didapatnya dengan "memaksa" 100% pegawai negeri untuk memilih partai mereka. Paling senior tapi kehadirannya dulu hanya boneka penguasa haus tahta.
3. Partai yang 2 periode lalu sempat berjaya, yang agenda utamanya kali ini adalah menyerang secara frontal kebijakan pemerintah terkini. Sebagai oposisi, hal ini memang wajar dilakukan, namun menjadi terkesan kurang elegan dan seakan kekurangan bahan kampanye. Selain itu, kekurangan yang dihadapi selama mereka dulu berkuasa menjadi lobang yang terus-menerus dicecar lawan politiknya.
4. Partai berbasis sektarian non-pluralis yang mencirikan sebagai partai bersih yang bebas korupsi. Klaim mereka "mungkin" benar (karena belum ada klaim sebaliknya, maka sementara ini dianggap benar), juga didukung oleh ketua umumnya yang intelek (sejauh ini, kadar intelejensianya mungkin cuma bisa disejajarkan dengan Amien Rais, yang partainya telah merosot popularitasnya). Sayangnya di saat-saat terakhir berkampanye, ia seakan tidak bertanggung jawab dalam insiden perusakan rumput lapangan stadion Bung Karno (memang partai lain, termasuk dari no 1-3 ikut andil merusak juga, namun semua, kecuali partai ini, turut menyesal dan memberi kompensasi), bahkan menyamakan dirinya sebagai tukang rumput.
5. Dua partai baru mencuat sebagai partai potensial pengganggu kemapanan posisi 5 besar pemenang pemilu, kebetulan dua-duanya dikomandoi oleh jenderal besar orde baru, yang kebetulan saling bermusuhan. Salah satunya menggandeng figur-figur yang populer di masyarakat (seperti yang dilakukan partai no.1 5 tahun yang lalu) dan menggarap iklan berisi pesan edukasi yang mantap. Sayangnya, seperti dibahas di atas, rakyat negeriku tercinta masih belum siap menerimanya, entah sampai kapan...
 
 
Trus sekarang sampai ke pertanyaan besarnya: "Kenapa sih pusing-pusing menganalisa segitu kerasnya? Emang penting gitu ikut pemilu? GOLPUT aja lah kalo bingung! Lagian golput kan lagi ngetren sekarang, gayanya anak muda gethoo loch..." (karena pertanyaan besar, gue gedein juga donk hurupnya, hehehe...)
 
--JAWABAN BESAR-nya ada di posting berikutnya, sekarang istirahat dulu gue, memikirkan pilihan tadi siang cukup buat kepala gue pusing berputar-putar... (belum lagi ditambah lonceng greja tadi sore, akibat posisi duduk terlalu deket ke menara ;(( )

Saturday, March 14, 2009

Di Sudut Non-Smoking Area PANCIOUS, Aku Berkisah...

Ada yang berbeda waktu hari ini gue bermalam panjang di sebuah restoran gaul berjudul PANCIOUS. Dengan berbekal sodara sepupu (yang cewe tentunya..) dan mamanya (Iie gue), kesampean juga akhirnya niat gue merasakan suasana di tempat yang heboh ini. Heboh karena setiap gue lewat tempat ini di bilangan Permata Hijau, dipastikan akan ada sederet mobil yang memakan badan jalan. Rameeee banget deh, dah gitu ada satu temen gue yang hobi banget makan pancake dan selalu ngajakin. Well, ga selalu sih, tapi dia pernah (beda yah "selalu" dengan "pernah", hehehe...) ngajakin gue, bersama dengan 1 rekan lagi, untuk rendez-vouz di situ. Itulah kalo punya teman dengan ragam selera yang banyak, apalagi mereka memang tau tembolok gue sudah teruji di berbagai genre masakan, jadi undangan kan selalu berdatangan, sampe gue kewalahan ngabulinnya, hehehe... Ok, salah satunya udah buat blog tentang itu, jadi mungkin kalian bisa berbaik hati mengunjunginya di sini!

Kembali ke PANCIOUS, key..? B
ermacam jenis makhluk ada di sini, kebanyakan sih makhluk manis (termasuk sodara gua yah! hohoho...). Dari depan aja udah kedengeran teriakan pesta ultah di sudut sonoo (maksudnya, pool side outdoor; emang keren sih disain tempat ini *yang_norak_baru_sekali_kesana*) Beberapa di antaranya gue temukan sibuk bergaya pake kamera di ruangan utama non-smoking, ada juga yang sedang terkesima di sudut toilet, juga lagi ber-ganjen-ria dengan kamera (tapi gue heran, napa yah mereka baru inisiatif berfoto saat gue lagi nunggu di situ... apa mo nyolong-nyolong foto gue yah? *thinking_very_deep*)

Sebagai penanda terakhir bahwa "Steve has been here" (kaya yang suka ada dipahat di pohon-pohon kalo orang lagi pa
caran jaman dulu), maka kurang afdhal rasanya melewatkan malam kali ini tanpa berfoto, dan terjadilah...








Nite everybody
...

Saturday, February 07, 2009

J-ROCKS -- Jakarta Rocks...? Err, Bener Ya???

J-ROCKS ... & others
KemiSore @ hai-online's Minimum Stage #5

Kalau kali ini gue memutuskan untuk tidak berfoto bareng bintang panggung setelah pertunjukkan selesai, mungkin cuma sedikit kesadaran bahwa tidak ada nilai tambah yang bisa dipetik dari hasil foto bareng tersebut - hehehe... - , selain juga karena pengalaman minggu lalu (love you Nina ;D). Ohya, kehadiran sederet fans J-ROCKS sendiri juga bisa membuat jiper setiap hadirin di sana, dari segi gaya dan penampilan, bukan karena garang dan gak tau adat (bedanya jauh yah, hehehe... buktinya nanti bisa dilihat di salah satu foto gue ;D) But on top of it: special thanks to my friend Kris Baskara (dengan nama beken Koro, staf Gramedia yang sangat berdedikasi di bidang musik), gue berhasil mendapatkan informasi berharga, cukup untuk melepas suntuk dan membunuh waktu di masa kehilangan pekerjaan ini, hohoho... (as usual, ketawa ironis yang legendaris).

Sayangnya, waktu istirahat yang tidak teratur akibat kurang kerjaan ini juga yang membuat gue telat dateng dan melewatkan beberapa opening act dari artis-artis pembuka, yang gue kurang kenal juga, karena range musik gue yang lumayan terbatas sekarang ini (sangat pemilih dan terkesan lebih senang dengan "status" musik itu sendiri... artinya??? singkatnya: gue jadi membatasi diri dengan musik yang "baru" dan "segar"). Akhirnya dengan terburu-buru berbekal celana pendek dan bekal seadanya, gue jalan (ini jalan kaki beneran) ke gedung Gramedia yang memang deket banget dari rumah gue. Sempet khawatir kalo disuruh pulang karena dianggep ga sopan bercelana pendek ria, untungnya di pos satpam cuma ditanya: "punya undangannya?" Gue jawab dengan polos: "saya dikasi tau temen saya sih..." Trus dikasi masuk deh ;D Selanjutnya milih-milih tempat, karena kantin yang kecil itu (sesuai dengan namanya: "Minimum Stage", hihihi...) udah cukup penuh, apalagi asap rokoknya membuat tempatnya seakan menciut (bisa yah?!!). Cinta Jangan Kau Pergi menyambut kedatangan gue di Minimum Stage untuk pertama kalinya itu. Wah, tema sore ini tentang patah hati? Jangan-jangan iya, karena disambung dengan lagu senada milik seorang biduanita pendatang baru (paling tidak terkesan "baru"). Sorak-sorai mengiringi usainya lagu tersebut, teriakan-teriakan norak dari fans yang menonton (gue curiga yang di situ emang kebanyakan kru-kru HAI yang emang kenal semua ama mereka).

Aksi panggung berikutnya adalah milik "The Zig" (hmm, filing gue salah spell nih :-/)... atau yang bener "The Zeke" (seperti pada "Zeke And The Popo"? i dunno this band, maybe ever heard only once, in OST Janji Joni maybe?) Anyway, tugas mereka adalah untuk menaikkan tensi supaya bisa lebih pas kalau nanti sang bintang utama masuk panggung, dan dilakukan dengan baik. Komunikasi lancar dengan penonton, pilihan lagu yang pas dari awal sampai akhir membuat penantian jadi singkat. Hmm, jadi seperti ini rasanya mendengarkan band yang "baru" dan "segar", dengan 5 lagu, mungkin paduan dari lagu ciptaan dan lagu bawaan, yang asik

Dan inilah yang ditunggu-tunggu di sore hari itu...













Lagu pembukanya lupa, tapi di tengah-tengahnya ada 2 lagu dari album terbaru (mungkin lebih), ditutup dengan encore (soalnya ada teriakan: "Lagi, lagi, lagi!!!") berupa single pertama "Lepaskan Diriku". Udah, segitu aja yang gue tau, ini dah pagi booo, gue mo tidur dulu yaaa; tapi janji, sisanya bakal gue lengkapin, kalo pesenan gue dari si Koro dah dateng ;D


Caooo...

Friday, January 30, 2009

Nina Tamam & HP-Kamera Yang Rweseeee (should've been: "Nina Tamam & Friends")

Nina Tamam & Friends
ThursNight @ BentaraBudayaJakarta
 
Kalau aja... Ya, if only my camera-phone been slightly better than it is now, i would be happier walking out the show. Tapi apa pun itu, kemarin benar-benar show yang menghibur hati, dan cukup menjadi air di padang gurun rutinitas yang mulai merenggang dan membosankan. Enough the crap! Seneng aja rasanya datang ke suatu pertunjukkan yang - tadinya - ga kepikiran bakal bisa dimampiri, karena tiap kamis kan jadwal momong anak-anak nakal yang sekolah di Laurensia itu, hehehe...
 
NINA TAMAM. Begitu nama bekennya (nama aslinya liat sendiri ya di wiki!), putri dari musisi terkenal Tamam Houssein, masuk ke dunia musik Indonesia dan terkenal bersama grup vokal kuintet WARNA. Setelah menikah (bener ga yah?) memutuskan untuk bersolo karir dan telah menyelesaikan satu album. Banyak mendapat panggilan untuk mengisi acara hiburan, dan sangat antusias ketika diminta untuk menjadi bintang tamu dalam salah satu acara reguler di BBJ.
 
Pertunjukkan di BBJ itu biasanya terbagi dua: musik etnik yang unik (dan aneh, hahaha... lebih jelasnya liat contohnya di sini) dan... JAZZ! Yup, real Jazz, or the so-called Jazz. Maksud gue di sini, jazz yang artinya adalah improvisasi dan interpretasi dari masing-masing musisi, dengan repertoir yang masih bisa dimengerti penonton yang datang (hohoho, berat ya bahasanya???) Ok, kita mulai saja dengan lagu-lagu yang dibawakan Nina... (yang pastinya dia tidak akan mempertunjukkan musik etnik kali ini)
 
For Once In My Life cukup pas jadi lagu pembuka karena naturnya yang ceria, dilanjutkan dengan Smoke Gets In Your Eyes, dengan mood yang sedikit mulai berubah. Di sela-sela nyanyian, Nina sangat akrab berdialog dengan para penonton, diantaranya yang hadir adalah Sarwana, rekannya di grup WARNA, serta Tohpati. Rasanya Nina akan membawa yang hadir untuk merasakan getir cinta, karena lagu-lagu berikutnya lebih banyak tentang kegagalan cinta (mirip judul lagu dhankdhutt?? mungkin karena salah satu keyboardist-nya itu adalah pengisi acara "Dangdut Mania" di TPI, begitu yang Nina perkenalkan, hihihi...). Cry Me A River, yang disusul dengan She's Out Of My Life. Kalau dibilang pas, agak kurang ya sebenarnya; mungkin karena Nina saat itu memang tidak sedang muram, jadi emosinya agak kurang pas, hanya disisipi oleh beberapa aksen manja yang mungkin bisa jadi penghibur. Mencoba untuk sedikit menaikkan mood, Ya Ya Ya (Aku Bahagia) pun melantun berikutnya(bukan promo album loh, secara dah lama juga kaleee launchingnya ;D ), yang disusul oleh sebuah lagu dari album yang sama (maap belom punya, jadi ga tau judulnya) ciptaan Yovie Widianto. Kali ini, walaupun lagunya cukup sedih, dibawakannya dengan sempurna. Memang harus diakui lagunya memang pas dengan karakter Nina sehingga terasa menyatu. Setelah satu lagu yang tidak diketahui judulnya ini, kelihatannya penyakit ini menular, sehingga 2 lagu berikutnya pun tidak terdeteksi judulnya (oopss!!!), most probably: "It's Alright With Me" (enak sekali, dan dibawakan dengan baik), plus porsi improvisasi yang cukup banyak pada bas dan drum membuat lagu ini lebih nikmat dibanding lagu sebelumnya, yang hanya memberi ruang bagi melodi keyboard (maklum, Yovie kan keyboardist, hehehe...); kemudian "I Wish You Love" yang - maaf - tetap kurang pas rasanya jika hanya diberi aksen suara manja...
 
Break sejenak, dan para pengiring: Tamam Houssein and friends kembali unjuk kebolehan setelah di awal acara mengisi bagian sebelum Nina naik ke panggung. Setelah jam session berakhir, tibalah sesi terakhir acara, yang ditutup Nina dengan 2 lagu favoritnya: Can't Take My Eyes Off Of You, serta lagu yang sama lawasnya milik Harvey Malaiholo (aduh, kayaknya belon pernah dengerin sih, tapi sounds familiar, though...). Lagu pertama dibawakan dengan slow sekali, kemudian lagu pamungkas itu riang gembira, mengantarkan hadirin kembali dengan hati ceria...
 
 
(masih kessseeellllllll!!!!! dasar hp laqnat!!! ga berguna, disuru motret malah ga bener kerjanya, AAARRRGGGGHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)

Friday, December 26, 2008

Merry Christmas 2008


 


 


 


 

Jesus Bless You.

 

Wednesday, December 10, 2008

AC/DC: Ada Cinta Dalam Curhatan

Seminggu sudah lewat sejak ketegangan meninggi di rumah (yang diakibatkan... ya antara lain oleh gue juga, so why bother??), tapi berhubung tegangan tinggi itu ga gue bawa-bawa ke permukaan, ya situasi masih tetap terkendali, kecuali saat nyokap gue terpaksa ga bisa ke toko di salah satu hari di minggu ini. Heran? Jelas! Bahkan di saat pingsan di greja pas pagi harinya aja, dia masih nyanggupin buat ke toko sesudahnya. Jadi gue berkesimpulan bahwa cuma keajaiban dunia yang bisa buat dia bolos ke toko. Dan keajaiban itu terjadi barusan... Aneh juga sih bahwa dia ga ke toko cuma sakit yang "biasa" aja, bikin gue semakin curiga; bukan apa-apa, takutnya aura kekesalan gue, yang masih terpendam di minggu ini, yang bikin dia gelisah.

hehehe...

Well
, must admit it, perut itu urusan sensitif... selain cewe tentunya! (hehehe, ini khusus cowo). Tapi, ternyata ga seperti selera makan yang bawaan oroq dan susah banged..nged..ngeddd berubahnya, selera tentang cewe ga susah berubah. Hal-hal yang mempengaruhinya antara lain adalah: (i) pola pergaulan; (ii) kedekatan dengan ibu (kandung maupun gadung, eh maksudnya ga kandung); (iii) terlalu sering ditolak oleh tipe yang sama (ooopss!!!). Eh, kok makin lama jadi seperti kuliah sosiologi gini yak??? Biarin, ngobrolin cewe biasanya suka ga berasa kok, jadi simak aja terus yaaa...

Gue sendiri dekeeetttt bang3ed ma mama (mungkin aga ga lazim bilang "mama" ke umum, tapi kata temen gue yang mengerti gue lebih baik dari gue sendiri bilang ini perlu buat bedain ama nyokap yang sekarang), ga jelas karena gue anak tunggal apa bukan, tapi yang jelas mama adalah orang yang sangat lovable (MEL, aren't you smiling hearing this word? ;D). Orangnya cantik, tinggi sedang untuk ukuran asia (means: cukup pendek, 155 only, hehehe...), katanya sih ga mirip nyokapnya (jadi gue cukup hoki punya nyokap yang cantik, dan prestasi bokap ini gue harap bisa gue teruskan dengan sukses, kalau bisa malah lebih lagi, hohoho...)

Dimulai dari SD-SMP, selera gue masih kebanyakan ditentukan oleh pasar, maksudnya temen-temen gue, yang waktu itu udah puber duluan -> gara-gara kebanyakan makan ayam leghorn kalo kata mama, hehehe... makanya dulu gue dijatah kalo mo makan KFC, setaon cuma 4-5 kali; di rumah mah kampung selalu, bokap ga demen ayam suntik. (heran, ngomongin cewe nyambung aja yah ama makanan, soal selera sih!). Di akhir SMP menjelang SMU (generasi pertama neh, sebelum angkatan gue, pada ngomong SMA! jadi yang suka ngomong SMA, ketauan tuanya, HAHAHA...), gue baru bisa menentukan selera yang sesuai dengan keinginan gue. Kebetulan, di saat-saat detik terakhir gue berpisah dengan temen SMP, dan di waktu gue masuk SMU yang sama sekali baru, gue menemukan dua orang siswi yang berpotongan ampir sama, dari postur tubuh sampe gaya ngomong; and if those things haven't surprised you, imagine this: those girls also know and befriend each other!! HA, seperti kebetulan yang dipaksakan. Tapi seumur idup gue di SMU, benchmark yang ada di otak gue udah fixed. Kalo misalkan ada cerita-cerita perjalanan gue dengan si M ato si O, itu cuma pernak-pernik yang sebagian besar kerjaan dari temen-temen yang suka jodoh-jodohin ama si O ato M itu.

Seorang temen gue, yang tadi gue sebut sebagai orang yang paling mengerti gue, udah tau apa yang bisa bikin gue terkesima: cewe bertongkrongan kecil (pendek?) cenderung kurus, yang suaranya juga kecil (eits jangan salah, ada loh cewe badan kecil tapi suara menegangkan), dan cerewet suka bercanda (bukan cerewet ngegosip kaya ibu-ibu ga jelas). Oiya satu lagi, matanya juga tajam, tipikal cewe yang cerdas, bukan yang suka planga-plongo ga nyambung kalo diajak ngomong, hehehe...

Nah, tapiiii... Satu kelemahan gue (atau malah ini disebut kelebihan?) adalah, bahwa setelah bergaul dan merasa cocok dengan seorang (cewe tentunya!), maka ciri-ciri yang gue sebutkan di atas tadi menjadi mentah dan ga ada artinya lagi. Berita baik tentunya buat banyak cewe yang lagi naksir gue tapi ga memenuhi syarat di atas! Tapi gue menyebutkan apa yang ada di paragraf barusan bukan asal-asalan. Somehow, apa yang gue inginkan ada dalam cewe idaman gue (smart sense of humor, lincah, apa adanya) biasanya gue temukan dalam sosok seperti itu. Mungkin gue perlu buat riset mengenai korelasi antara bentuk fisik seseorang dengan karakter serta perilakunya, karena gue bisa tau bahwa gue sedang berhadapan dengan orang yang bisa cocok sama gue dalam pertemuan pertama. Tapi gue rasa ini adalah skill alami yang dipunyai semua orang, kalau aja mereka mau sadar, jadi bukan kelebihan gue doank.

Entah kenapa, akhir-akhir ini kok kayaknya selera gue mulai bergeser. Ga tau yah, apakah karena bergaul dengan teman-teman yang punya ukuran "berbeda" dari yang di atas, membuat gue mulai melupakan standar yang tadinya sudah berakar kuat dalam bawah sadar gue. Gue sekarang jadi terkesima dengan cewe yang "maxi", yang artinya juga gue mulai suka dengan cewe yang tidak begitu lincah, lebih perasa, dan tidak sehumoris tipe cewe yang sebelumnya gue suka. Dan ada apa sebenarnya sampe terjadi pergeseran minat serta daya beli (hush, emangnya sales mo nawar barang di tanah abang???) sedemikian drastis (walaupun tidak sedrastis tiba-tiba gue jadi suka artis cwe misalnya, atau Delon...)

Well, ceritanya panjaaa...ang, tapi buat sahabat gue rasanya sudah bisa nebak dengan jitu. Kalaupun ada yang masih penasaran, silakan submit saja komen-komen kalian di sini, dan gue akan lanjutkan ceritanya (ga dikomen pun akan gue lanjutkan, tapi tergantung stok apa yang ada di otak gue yah...) ciaooo!


ooohh, feels like winter here, my regret for not married yet...

Thursday, December 04, 2008

Lapar Sumber Emosi

GUE MARAAAHHH!!!!!!!!!!
Ini bukan pertama kalinya gue berkonflik di "keluarga baru" ini, tapi kali ini keliatannya udah terlalu besar dari yang biasanya bisa gue tolerir. Ok, simpel aja sih mungkin kalo ntar udah sampe ke inti ceritanya, tapi saat ini, gue mo coba buat naikin tensi alurnya dulu, biar pada emosi, sama kaya gue (hehehe...)

Minggu lalu, tepatnya sabtu, pmbokat gue bikinin makanan favorit gue, asli asalnya dari tempat mama (minahasa), sesuatu yang sekarang langka banget gue santap, mungkin 2 kali setaon aja udah bisa dibilang hoki (ini ga termasuk yang gue makan di tempat Iie gue loh yaa!). Padahal hari itu gue abis kondangan, dan memang jadwal makan gue wiken kemaren mayoritas di luar... Ok, minggu siang i'm in d house, tapi yang dihidangin... bukan itu! Well, better luck next time, begitu pikir gue (karena pas melongo kulkas, masakan itu masih di sana).

Now, i really didn't pay any attention to that until tonight, coming home late and hungry like a wolf, i imagined of something able to fly me to polaris (don't know this stuff, but there was a movie 'bout it, rite??) And it took me a long time before realized that it already belonged to other's, the maid told me.

Gue ga mencoba untuk mengeneralisir, tapi sungguh, hidup bersama orang asing di rumah yang sama butuh lebih dari sekedar perjuangan. Not talking about my marriage, but other's... Dan walaupun mungkin stepmom edisi kali ini tidak sekejam film Arie Hanggara, tapi bukan tanpa alasan gue pengen cepet-cepet punya rumah sendiri (padahal, menurut hukum adat yang berlaku di indo, dilarang punya rumah kalo blom punya calon -- apalagi kalo yang beli rumah cewe, lebih tabu lagi hukumnya...). Kalo nurutin emosi saat itu, rasanya mo langsung gelar sidang terbuka mendadak di tengah malem ama papa, kalo ga inget ini-itu...

Abis ngubek sudut-sudut kamar, beruntung masih ada sisa mi instan, yang langsung gue rebus semuanya (maksud semuanya di sini ga banyak kok, cuma 3, dikit khan...?). Setelah makan, emosi gue jadi reda, wushhhh... (bunyinya kaya es batu dicemplungin ke air mendidih... mo tau suhu akhirnya? baca dulu soal di blog fisika ini ;D )

Mungkin ini saatnya mengerti kata-kata mutiara ini: "Selapar-laparnya induk harimau, tidak akan memakan anak sendiri", yang artinya kurang lebih: daging anak harimau itu ga enak, sampai induknya aja ga mau makan. Hehehe, bukan itu sebenernya, tapi in my commonest sense, makna yang barusan itu paling masuk di akal. Ternyata seiring dengan bertambahnya kebijaksanaan gue, baru disadari kalo ternyata maknanya dalem sekali. "Selapar-laparnya" itu menunjukkan kalo memang setiap makhluk bisa jadi sangat-sangat berbahaya kalo lagi laper. Jangankan harimau, manusia aja bisa jadi pemangsa sesamanya kalo lagi laper, walaupun sekali lagi, ga bakal mo makan anak harimau (padahal sih menurut gue, kambing tuh yang badannya bau banget; pantes aja kalo orang yang belom mandi suka disamain ama kambing... eh sori keterusan, abis sebel sih udah mo lebaran haji jadi banyak bau kambing di jalan, apa musimnya males mandi juga kali yaaa???)

Saat ini, gue dah kenyang, dan keinginan untuk membuka keran konfrontasi langsung dengan sang oknum sudah tidak ada. Entah apa yang nanti akan terjadi, kalau hal ini terjadi kembali di rumah orangtuaku ini, sebelum daku sempat mencari perteduhan yang baru. Kiranya TUHAN mencegah kemungkinan itu terjadi.

Pesan terakhir untuk kalian yang di luar sana: berpikirlah 500 kali apabila akan mengiyakan papa kalian untuk mengangkat mama baru, karena hal itu kemungkinan besar berarti kalian akan kehilangan kesempatan merasakan surga lagi di meja makan.

Sunday, November 23, 2008

[jazz] Holland Weeks Ending Special: BOI AKIH Concert

It's raining, yes! Not the kind i would let down a performance at Erasmus Amphitheatre as a pre-show for 10th Annual JAKJAZZ 2008 featuring BOI AKIH, a Holland group with Ambonese vocalist, with Andrea Maulana Jazz Trio for the opening act; after a miss of 31st Annual Jazz Goes To Campus (JGTC), a letdown because of a promise made before.

It's 2 p.m., and Jakarta had already covered with cloud, followed then by a sudden rain, that stopped just before the show began at 3. It took another 15 mins or so to be prepared, when a nice-looking, young (i suppose?) woman entered the stage, communicating in english, quickly introduced her band members which included Ahmad (keyboard) and Yus Rajab (saxophone-flute). It's Andrea Maulana, started the opening act with a smooth composition of Roberta Flack's "Feel Like Making Love", followed by a medium beat of Natalie Cole's "Don't Get Around Much Anymore" (though i think it's not Cole who first made it popular). Next was rather mellow Chaka Khan's "My Funny Valentine" and one of Ella Fitzgerald's classic, "Satin Doll". Her improvised voice met with her group's virtous play made another afternoon to enjoy. She even joked about the basic every jazz-lovers should know: there's no mistakes in jazz play, there are only improvisations!

The show continued with wedding-favourite "L-O-V-E", which was her first song to learn back then. Playing a more pop "For Once In My Life" from Stevie Wonder to add another beat, before adding "I Love You For Sentimental Reason" near the end. And after "Route 66", it's finished.

Another 10 mins before the main show began, and a Chaka Khan impersonated showed up on stage, introducing herself as Monica Akihary, and start the act with a marvelous voice, one of the kind of Al Jarreau's or Ubiet's (Krakatau). With a lyric that include indonesian famous folk song "Naik Ke Puncak Gunung", she really made the audience feel like exploring the deep Indonesian culture by acculturation. And the songs that followed next were also of her native folk songs, those she mixed with jazz compositions (actually, they are rather "free compositions", but jazz is all about freedom, huh?). Well, it's only thing i could tell, for every song was as strange as a kitten in rodent's nest, but the richness of such compositions made everyone wouldn't be willing to leave before it's really over (besides of the Heineken's free flow, though...)

See you at this year JAKJAZZ... BOI AKIH will be there, along with some of the finest of world's jazzist!

Thursday, November 20, 2008

[new] Komputer Kemis: Gratis, Apakah Suatu Solusi?

Alright then, another feature column, born by accident...

Bicara komputer itu masalah napas hidup modern, teknologi terpopuler saat ini. Ada temen yang bahkan lebih baik tidak makan 2 hari daripada tidak online sehari. Dalam konteks lain, ponsel sekarang sudah bukan barang tersier (mewah) lagi, melainkan naik pangkat menjadi setara pangan-sandang-papan.

Teknologi itu kreasi, hasil dari imajinasi dan pengetahuan yang pas, dan mendapat pengaruh juga dari adanya pergeseran kebutuhan manusia yang semakin bertambah. Semakin maju produk yang dihasilkan, otomatis semakin mahal harga yang harus dikeluarkan untuk mempunyainya. Jadi, semakin mahal suatu produk, semakin bagus juga kualitas produk tersebut. Benar begitu?

Gratis adalah kata yang tetap laku dicari, tapi hampir pasti juga diiringi kecurigaan. Coba, siapa yang ga mau ditawari orange juice di waktu panas terik di tengah Passer Baroe? Tapi jika kemudian ada satu saja orang yang keracunan di sana, kecurigaan pertama pasti ditujukan ke barang gratisan itu. Dalam dunia industri, sesuatu yang gratis itu adalah sesuatu yang mutlak tidak perlu diperdebatkan lagi keadaannya. Bila itu jasa gratis dan kurang memuaskan, komentar yang timbul adalah, "Sudah gratis kok minta lebih?" Jika itu barang, maka sebaiknya diterima "as is", jangan banyak protes.

Gratis di dunia komputer? Pasti larinya ga akan jauh dari open source software (OSS). Banyak yang masih tidak yakin kalau sesuatu yang didapat cuma-cuma (para penggiat OSS menolak kata "gratisan" untuk menghindar dari kesan di atas, karena mereka punya tanggung jawab terhadap produk ini dan serius menyempurnakannya) mutunya bisa sebagus barang yang mahal (walaupun mungkin didapat dengan cara membajak, sesuatu yang sudah seperti makan nasi di Indonesia). Dalam hal operating system, pertarungan di garis depan adalah antara Microsoft Windows dan Unix/Linux. Seberapa jauh klaim dan praduga ini terbukti? Suatu yang bahasan akan dimulai, dengan subtopik yang pas dan semoga tetap objektif.

Wednesday, November 19, 2008

[new] Renungan Rebo: Waktu - Yang Gratis, Yang Tak Ternilai

Renungan Rebo... kedengerannya maksa? Emang, kreativitas itu pertama kan terlihat memaksa, ntar juga terbukti bagus (GeeR!)
 
Beberapa hari ini mungkin bukan hari dimana semuanya berjalan baik. Fisik sedang drop, ketauan dari bersin (lebih dari) tiga kali sepanjang siang. Akhirnya keputusan berat pun harus diambil, tidur di waktu hari masih sore, di kantor (cukup beruntung punya kantor yang ada musholanya, hehehe...). Kalau mau diurut-urut lagi kenapa badan bisa sakit kali ini, akhirnya akan kembali lagi kepada omongan Papa: siklus hidup yang tidak teratur! Ditarik ke gambar besarnya, ini masalah manajemen waktu.
 
Setiap orang pasti punya masalah pribadi dengan waktu. Kita semua diberikan waktu yang sama oleh Tuhan. Mungkin kalau bicara keadilan dalam arti mendapat barang dalam jumlah yang sama, tanpa peduli tua atau muda, besar atau kecil, laki atau perempuan, aktor atau politikus, maka ini adalah saat dimana keadilan ditegakkan dengan benar. Bahkan dengan binatang pun kita mendapat jatah yang sama: 24 jam dalam sehari. But we always take free things for granted. Akui saja, barang yang gratis itu cenderung disia-siakan, kurang, atau bahkan tidak disyukuri. Padahal waktu adalah salah satu dari pemberian Tuhan yang paling berharga.
 
Kita mungkin bicara soal prioritas ini-itu, sementara dilihat dari waktu yang kita luangkan, jarang sekali cocok dengan apa yang diprioritaskan. Bicara keluarga sebagai prioritas utama, tapi waktunya dihabiskan di luar rumah. Mengelak dituduh workaholic, namun tidak pernah melihat matahari terbit maupun tenggelam di rumah. Mengaku Tuhan adalah anugerah terbesarnya, namun sering lebih tertarik pergi memuaskan hobi daripada bersekutu bersama kawan seiman.
 
Itulah sebabnya mengapa penjahat dihukum dengan memasukkannya ke penjara, dimana waktu terasa begitu berlimpah. Di sana dia dapat menerima sang waktu dengan semaksimal mungkin, waktu yang dapat digunakan untuk merencanakan hidup yang lebih baik, supaya saat keluar nanti, diharapkan ia lebih bijak mengatur waktunya dan menjadi manusia yang lebih berguna.
 
Kalau diurut-urut lagi, apa saja sih yang mengkonsumsi bagian waktu terbesar dari kita? Mungkin bagusnya dilanjutkan minggu depan yah, sambil tulisan yang lebih rapi disiapkan, hehehe...

Monday, November 17, 2008

Let's Start the Countdown, shall we?

Mentog terus ama koneksi inet terus nih kalo gini caranya...
 
Emang sih ada harga ada rasa, modem murah ya jarang bisa jalannya, gosh... Padahal pulsa gue masih banyak neh, mo diabisin! Btw, selamat ultah bwat ciMel, kali ini ga telat lagi (biasanya kalo telat, skalian ga ngucapin, hehehe...)
 
 
Orang bilang masa-masa menjelang hari jadi itu berat. Menegangkan, penuh kejutan, kadang menyebalkan, dan cenderung mendemotivasi, terutama buat yang ga kuat mental. Hey, i'm on the edge of entering the 30s club (oops, ini artinya bentar lagi my bro Chan bakal masuk ke club forties??!!! OMG!!!!!!!!!!!!! hahahaha....) Dan kurang jelas apa coba, isu di deket-deket umur ini ya seperti yang gue dah tulis di artikel ini. Well not me, jangan ngomong masalah itu ke gue, jawabannya pasti cengar-cengir lagi, i'm not really into it.
 
 
But honestly, i think there's something... err, i mean someone... that still get hung in my mind, a portrait of what i dream of this nights and days of my searching for "her". I admit that i tend to play God comes to this kind of situation i can't decide on my own, so pretending as much as not need, yet need, not thinking of, yet thinking a lot of, as much great pretender as "QUEEN" itself. Shall i, then, wake up and do something, rather than just sleep and dream, like i did last occasion, when i got a glimpse of her inexpectantly? Don't know, think that i'm not born as a male naturally...
 
Assume i take those steps, than should we start the countdown; a countdown not only for the day o' my own (not in the 30s though, maybe try again next year), but a day searched of a lifetime to fit perfectly for both children of GOD. And that not of my own might, but by the will of the Almighty that planned since the beginning of time, to Him glory of all the world.

Thursday, November 13, 2008

[imel] it's beginning to look a lot like X-mas...

I can smell the holiday odor as i walk in a shopping mall, south of Jakarta...

Cut the crap
! Ga usah heran kalo PIM itu udah jadi makan siang gua, ibarat kata perut gue ga enak kalo belon mendapat pelampiasan di sana (yang sering denger cerita gue pasti ngerti apa maksudnya,
hehehe...) It's november honey... dan udah pasti udara liburan akhir tahun sudah dihembuskan oleh para pengusaha kapitalis yang ingin memanfaatkan jiwa yang terikat pada promosi kata-kata manis dari iklan besar dengan berjuta lambang "%" terpampang di mana-mana, dari koran gosip ibukota, sampai baliho halte bus di pinggir kali. Mungkin belum saatnya alunan lagu Natal dikumandangkan, tapi irama jazz ringan sudah cukup nikmat mengantar diriku untuk sejenak beristirahat di ruang istirahat PIM...

Ngomong-ngomong soal november, wew, tadi pagi bos gue dateng-dateng langsung memproklamasikan akan adanya jatah IZZI Pizza khusus dari gue... Dengan kecerdasan gue yang di atas rata-rata, ga susah untuk menebak bahwa bos gue pasti salah inget hari ulangtahun gue (bahkan yang lebih parah lagi, ex temen kantor gue pas gue tanya, malah ingetnya gue ultah juli... perasaan ini udah tiga tahun berturut-turut dia nebak gitu, ck..ck..ckk!!!) But, boss never wrongs, soo... ga tau juga sih mau ngapain hari ini, sebelum kemudian ada kejadian yang ga terduga...

Memang hari ini sudah menegejutkan dari awal, waktu gue dapet sms sumpah serapah dari satu kolega AORA gue, yang misuh-misuh (LAGI?!!) karena kolega yang lain lagi, ternyata masuk top predictor di salah satu aplikasi fesbuk. Sumpah mati asli norak bangeddd, sampe gue merasa perlu untuk masang kronologi peristiwanya di album poto gue di fesbuk... Nah, sebelum gue sempet ngerjain itu, datanglah orang dari lantai bawah minta ditolongin instal software, yang katanya ga bisa jalan pas dipindahin ke laptopnya. Malah sempet gue mo diculik ke kalibata segala... Terang aja gue nolak, takut euy!! Kalo ntar nasib gue jadi pahlawan revolusi kaya 6 jenderal pas gestapo gimane?? Banyak kan yang bakal menangisi kepergianku, hiks hiks...

Niwei, akhirnya dia ngalah dan bakal kembali siangan nanti... Trus pas dateng, bos gue (yang tadi nuduh gue ultah ari ini) udah ada, dan sama-sama ngerjain itu. Eh, dari becanda minta ongkos kerjaan, akhirnya malah beneran dapet 2 large pan Stuffed Crust buat snack sore, tanpa gue harus keluar duit dan mengorbankan ultah gue yang sebenarnya! Mungkin ini juga yang denger-denger bikin Gita mules-mules di sore hari...


Hari ini cukup sudah gue warnai blog dengan warna-warni Natal nan ceria; it's really beginning to look a lot like X-mas... (soundtrack from Home Alone 2)

Wednesday, November 12, 2008

12 Nov - give me twice as many

Familiar dengan Semarang, hari ini gue kaget tiba-tiba dapet telfon dari someone di sana.. Yah, biasanya kadang ada sodara yang suka telpon, tapi nomor ini ga gue kenal. Dah gitu ternyata temen gue; siapa? Ini dia, orangnya ngajak tebak-tebakan! Ketauan sih akhirnya, dan karena dah lama (banget!) ga kontak, ngobrol lamaaa juga, ampir sejam. Intinya sih satu, mo nambahin kesibukan gue di akhir bulan ini, dengan undangan resepsi pernikahannya di Bogor. Obrolan kita pun seputar update temen-temen seangkatan, terutama yang deket dan selalu termonitor keadaannya, plus yang enak dicela tentunya (seperti "kojak", hehehe...)

Lucu juga. Kadang gue ga nyangka kalo di kisaran umur segini, kok temen-temen gue masih ada aja yang belom menikah, walaupun udah ada calonnya, dan udah lama pula pacarannya. Gue yakin alasannya bukan kecocokan, ataupun kemantapan (sok tau ya gue??); apa mungkin sebagai "anak Tuhan", memang berat pergumulan untuk menuju ke pelaminan. Istilah "sekali lancung ke ujian..." itu bener-bener harus diterapkan dengan harga mati. Ah, mungkin emang gue orangnya terlalu santai, dan ga ngerti masalah yang terlalu berat seperti itu. Lagipula, dengan menulis ini, tokh gue belon bercermin ke diri gue sendiri, yang sampe sekarang masih aja calon-less. Bukan berarti gue berniat ga kawin (sori yah, gue penganut mahzab "Kawin Itu Enak"!!!), tapi topik seperti ini memang yang paling menarik untuk diobrolin, karena kebanyakan alur logikanya hanya ada 2 kontras: Kawin dan tidak, pacaran dan tidak, laku dan tidak, cakep dan tidak, janda dan duda (eh, yang terakhir ini bukan!). Padahal kenikmatan dunia kan ga cuma ini (walaupun dengan berpendapat seperti ini, gue beresiko besar dikeluarkan dari anggota mahzab ybs di atas...), malah kadang ini bisa jadi neraka di dunia. Jadi bijaklah kalian menerjemahkan suara Tuhan, jangan disalahgunakan sesuai perasaan jangka pendek.

Serius yah topik kali ini... Kalo mo lebih serius lagi, mungkin langsung aja masuk ke situsnya TELAGA (diklik aja). Takutnya ntar kalo lebih serius, bakal nyaingin situs asli; padahal ini kan cuma tulisan serba-serbi doank...

Tuesday, November 11, 2008

A Month So Jazzy

Wokeyy...
Belom pulih semua hari ini, ya koneksi inet di kantor, maupun mood nulis gue ;D  tapi gapapa, let's start the day with a surprise or two...
 
Pagi-pagi buta, mommy udah buka pintu kamar pamitan; gue sempet nyahut iya, tapi abis itu malah ga bisa tidur bentar... Oops, tadi pamit mo ngapain sih? Kalo cuma pergi ke pasar doank mah biasanya ga pamit kok; trus ini... bentar nyalain hape... buset, jam 4??!!! Ga taunya ada urusan ke semarang, tadi pagi nanya bokap, katanya pulang baru besok. En dia juga confirm bahwa hari ini no walk-thousand-miles day, ocey then..
 
Nicutea udah siap nyapa gue di fesbuk, bertukar dialog deh barang sebaris-dua baris, ngajakin ber-jaz-ria... Ok, kayaknya kembali ngingetin gue bahwa gue sebenernya mo nonton acara jazz di jazzy month ini (pas banget emang gue milih bulan ini buat waktu lahir gue, huehehehe... eits yang ga lahir di bulan ini jangan protes!!!), tapi ga bisaaaa!!! Ok, tanggal 23 yang minggu itu, gue udah janji nganterin adek gue ujian aikido di daerah mo ke kantor, dan pulangnya bisa sampe jam 12an gitu, padahal di saat bersamaan... 31ST JAZZ GOES TO CAMPUS is coming to town! err.. ga dateng ke town sih, tapi town coret: depok, kampus FE-UI as usual. Dan seminggu sesudahnya ada acara jaz, tapi ga pernah gue ikutin karena bikin kantong (dan yang punya) histeria-ria-ria... yaitu 10th annual JakJazz. Well, let's see apakah akhirnya ada di antara acara-acara ini yang cukup beruntung untuk gue hadiri (dan guenya juga harus cukup beruntung untuk bisa hadir di sana, gosh...)
 
 
Let's Jazz this month!  ..oh, and before too late, happy birthday to Irwan ;)
 
btw, ini bisa dianggep artikel muzik ga ya??

Monday, November 10, 2008

Awas: Penyakit Males!

Males ah nge-post ari ini...
Kayaknya cape dari sabtu kemaren masih nepa nih, jadi pas kemaren jadi sleeping day, hari ini belom jadi waking day-nya, udah gitu inet kantor trobel mulu, yang ada makhluk di sebelah gue ngomel-ngomel, dan gue jadi terganggu... tidurnya, hahaha... Otomatis nyari berita feeder buat blog ari ini pun jadi ga bisa, agak sorean baru bisa, dan udah males (lagi!) karena ujan yang dingin, brrr!!! Ujan ini juga bikin gue ga jadi beli engsel lemari di pangpol, sebenernya darurat neh karena bokap kan libur besok, biasanya dia suka ngerjain gituan... Oops, jadi inget deh besok mo ketengan, a walk-a-thousand-miles day it is; ato kali ini nyobain speda aja yah? Nekad nek lagi ujan-ujan gini.. Tapi sapa tau mama alam sedang mendengar pintaku dan mengabulkannya, hohoho... Sekarang tinggal mau ga gue bangun labih pagi, biar keburu naik sepedanya ;p
 
Pulang ah, i love u, gudbai...
 
 
P.S.: ohya, gimana kalo senin waktunya bicara pelem? ato musik? secara hari paling ngebetein sedunia kan (eits, bukan buat gue yah, itu mah buat orang-orang yang pada ga niat kerja/kuliah/sekolah kaya lo-lo pada, huehehehe...)
 
P.S.: (LAGIII!) breng!@#$!!! Gue kan nungguin donlod apdet anti-virus, napa ga slese-slese yah, ngulang mulu? Tau gitu gue pulang dari tadi!!!!!!!!!!!!!!!

Friday, November 07, 2008

[imel] Too Much Information Will Kill You?

Terlalu banyak imel setiap hari yang gue terima, membuat arus informasi berjalan terlalu cepat di sekitar gue; buzzing things passed around me, yet they were unimportant, small detail that consumed most of my time.. Ga heran sampe gue menjadi "sangat responsif" terhadap info-info dari imel-imel ini. Segala macam info, joke, gambar, animasi, klip lucu, apa pun itu bentuknya, bisa datang menuju inbox gue berkali-kali. Yang jelas, dibanding temen-temen di sekitar gue, tebak sapa yang paling jayus kalo diceritain sebuah joke? GUE! Abis udah denger sih sebelumnya.. Tapi siapa juga yang suka tulalit nanggepin suatu gosip? Gue juga!
 
Lho, kok  gue juga???
 
Banyaknya imel itu gak membuat gue well-informed dengan hal-hal yang terjadi di dunia ini, malah kadang buat gue gondok karena waktu untuk donlod imel jadi lamaa, dah gitu belon abis dibaca, udah ada antrian imel baru... Bisa dibayangkan, gue adalah orang pertama yang langsung minta mati aja ke Tuhan kalo disuruh pake blackberry ama bos gue. Bukan apa-apa, gue yakin banyaknya imel itu bakal ngalahin jumlah tarikan napas gue dalam sehari. Hiperbolik? Emang, baru tau??! Nah, akhirnya gue suka kelewatan berita-berita yang kadang cuma ada 1 di inbox gue... Kan ada berita populer yang saking tenarnya, banyak yang forward. Tapi ada juga berita unik yang ga ada dobelannya. Akhirnya gue ga ngeh pas tiba-tiba Dewi Persik udah cerei, ato Angel Karamoy hamil di luar nikah. Sayang padahal, udah buat album rohani gitu, mo ngomong apa ama dunia kalo kayak gitu? Eh, maap sodari-sodara, kok malah jadi curhat colongan gini yah gara-gara dulu sempet naksir doi tapi ga kesampean...
 
Tapi mo gimana lagi, gue emang kesel, sama seperti kesel gara-gara teller di bank NISP Pondok Indah Plasa 5 tiba-tiba berubah. Sebabnya sama: kurang informasi! Udah lama emang gue ga nyetor di situ, karena kadang kalo lagi tugas di luar kantor, ya gue nge-bank di tempat lain juga, skalian biasanya menghemat uang parkir. Kemaren pas ke sana, taunya si manis yang biasanya nyapa gue karena udah apal, diganti ama sesosok trainee. Plus ada emak-emak ngomel-ngomel pula, bikin gak nyaman sama skali... Doooh, padahal sosok manis di meja itu selalu jadi penghibur setia gue sebulan sekali. Maap yah daku tak sempat mengucapkan kata-kata perpisahan...
 
Ok, balik to the blackberry, shall we? Ada yang mo beli ga? Harganya kalo diliat-liat sih ga mahal, untuk ukuran orang kaya. Lagian orang miskin mana juga yang mo beli blackberry? So, kalo lo pengen beli blackberry, tapi ngerasa harganya kemahalan, tau diri ya guys, means that cutie little thingy is not meant for you!! Karena itu berarti lu belon pantes punya barang itu. Tadi pagi gue cerita-cerita ama bokap. Bokap gue cukup menemukan kesenangan dalam menjual barang yang satu ini, karena cukup langka, dan perbandingan antara revenue/effort ga separah hape-hape lainnya. Dengan terbatasnya penjualan barang resminya, sebenernya yang dapet untung akhirnya barang gelapnya. Hal yang sama juga terjadi dengan i-phone. Barang ini sebenernya ga butuh waktu lama untuk jadi populer di indo, kalo aja barang resminya buruan dirilis di sini. Tapi karena ga ada kabar soal itu, ya kembali lagi, barang gelapnya merajalela di pasaran. Sebenernya kalo bokap gue mau agak sradak-sruduk, dengan modal internet unlimited 100-200rb sebulan, mungkin dia bisa jualin barang-barang ini, yang infonya dengan gampang berseliweran di inet. Forum terbesar se-indonesia (yak seratus! itu kaskus namanya... sapa tadi yang bilang forum big-reds? ah geer lu mo jadi forum yang terbesar, ntar deh ya kapan-kapan...) dan situs jual-beli paling populer (sepengetahuan gue) yaitu iklanbaris.com punya banyak sekali barang kayak gitu, begitu juga situs ponseljakarta. Jangankan blackberry atau i-phone, ngomongin kaskus itu sagala aya deh, dari kacamata item nan trendi sampe MacIntosh terbaru (eh, bener yah? soalnya gue semi-ngarang, abis ampir ga pernah masuk situ).
 
 
Oh well, berhubung banjir informasi seperti ini, sebenernya ga salah kalo gue mau jadi semacam prosesor yang mengolah semuanya dan kemudian membagikan kembali ke komunitas (cieileee, bahasanya beratss boo!!!), dengan cara menulisnya di blog. Niatnya bener-bener tulus murni seputih salju, realisasinya yang jauh milan dari roma (maksudnya posisinya di klasemen seri-A, saat tulisan ini dibuat), jadi malu sendiri deh kalo dicela-cela ama sesama blogger lain yang lebih konsisten...
 
Rencananya ke depan gue akan menulis berbagai hal-hal topikal berdasarkan hari-hari tertentu dalam seminggu. Topiknya kira-kira: (i) film; (ii) musik; (iii) sosial; (iv) gaming; (v) WWSD (what would steve do); (vi) church-time devotional. Yang sudah pasti itu adalah poin (i), (iii), (v). Poin (vi) agak meragukan, karena sebenernya udah ada blognya tersendiri, tapi ga pernah diisi; sedangkan topik olahraga ga masuk di sini, karena udah ada blog yang lain. Dan bukan hanya satu, dua, tapi TIGA, sodara-sodari... Jadi malulah daku kalo sampe semuanya terbengkalai, seperti yang pernah diprediksikan oleh rekan blogger gue. She seems to know me better than i do, hohoho...
 
 
Key now, before i end this post, here is one of my all-time favorite humor column, from an Indian-born American columnist, Melvin Durai. Enjoyclick to enter site

[imel] Siap Untuk Menulis?

Buat yang bilang kalo nge-blog sehari sekali itu susah, siapa bilang? Buat yang bilang itu perkara kecil, masa siiihh???
 
 
Jadi maksudnya apa?
 
Sebagian orang bilang kalo nulis itu masalah bakat, talenta yang dipunyai sebagian (kecil) manusia di dunia ini. Sementara menurut bang Arswendo Atmowiloto (yang dulu di Hai pake nick Wendo --maklum, suka baca Lupus di taon 80an...), asal kamu bisa baca dan tulis, maka kamu bisa jadi penulis. Masa iya segitu gampangnya? Mas Wendo, dalam bukunya "Mengarang Itu Gampang", dengan caurnya buka-bukaan tentang kepenulisan yang sering dianggap sesuatu yang angker. Dengan nyeleneh bahkan ia mencoba mengeksplorasi ide yang tampak ekstrim menjadi suatu kesatuan. Well, buku ini pertama kali dicetak di awal dekade 80-an, dan menurut pengarangnya: "sedang dijajal dan belum ketauan hasilnya." Kemudian setelah beberapa kali cetak ulang, akhirnya di awal abad ini kembali diperbaharui (gue rasa sih cuma diperbaharui kata pengantarnya aja, hehehe...)
 
Hasil yang belon ketauan yang disebut di kata pengantar edisi pertama itu gue rasa sudah menelurkan penulis-penulis muda yang potensial di era 80-an. Seperti yang gue sebut di atas, siapa anak muda (bahkan anak SD seperti gue waktu itu; juga sampe orang yang sudah kerja kayak bokap gue) yang tak kenal LUPUS, stereotip anak SMA bertongkrongan rambut gondrong di depan a la John Taylor, yang selalu tak lepas dari permen karet. Juga teman-temannya seperti Boim, Anto, Gusur, Fifi Alone, serta Lulu adiknya dan ibunya. Setelah itu muncul OLGA, potret anak SMA yang berkuncir dua dan suka sekali bersepatu roda kemana-mana. Bicara mengenai Hilman Hadiwijaya, memang akan sangat memakan waktu, karena orangnya jelas lebih kreatif dari pada tokoh ciptaannya, yang punya keisengan luar biasa, tapi tetap beretika.
 
Jangan lupakan juga Gola Gong (maaf ga tau nama aslinya, khilaf nih lupa..) dengan Roy yang selalu menyajikan balado.. eh, balada maksud gue, dalam "Balada Si Roy". Berhubung belom pernah baca, ga cerita sekarang deh yaa... lain kali deh, janji! Belum lagi Fira Yuniar.. waduh maap salah orang, Fira Basuki maksudnya, yang sangat terobsesi dengan rumah, jadi novel-novelnya pasti berjudul bagian-bagian dari rumah, seperti "Pintu", "Jendela", "Atap", "Pager" (yang terakhir boong). Masih ada yang ga disebut di sini, karena keterbatasan ingatan gue, yang waktu kecil dulu selain baca bukunya Hilman, juga Astrid Lundgren, Alfred Hitchcock (Trio Detektif), dan R.A. Kosasih (cerita wayang, penting untuk mengobarkan semangat hobi perang, hohoho...)
 
Belum lagi dengan komputer yang ga banyak seperti sekarang, pasti 9 dari 10 anak sekolah dulu punya yang namanya buku harian. Di situ semua keluh kesah ditumpahkan, setelah penuh diganti lagi. Ada yang masih nyimpen, ada yang mungkin sudah dibuang, setelah sebelumnya disobek-sobek karena malu. Dan kalo ada cowo yang protes, sori yah, kebiasaan ini bukan cuma monopoli cewe loh!
 
Jadi, masih ngaku ga bisa (atau ga biasa) nulis? Boong itu. Kalo lo-lo semua bisa ketemu temen-temen yang sama tiap hari dan bisa terus ngobrol tanpa keabisan bahan, artinya lu mampu menulis. Taklukkan kemalasan, dan kebiasaan baru akan kau miliki (seperti lagi ngomong ama cermin!)
 
 
ngomong-ngomong, boleh ga tulisan ini diitung buat hari jumat? kan hari ini gue udah nulis (tapi di blog lain sih)  --kata temen gue, bikin blog kowq buanyak benerrr, kayak mo diisi semua aje... mana kalo diniatin one-blog-one-day, bisa-bisa kerjaan gue cuma nge-blog doank tiap ari, busettt!!!

Wednesday, November 05, 2008

A Little Device that Won't Eat

Udah dua hari ama hari ini, my weenie bittie netbook -- ok, buat yang masih blom tau, karena belon disebut tipenya apa, it's ACER, yang ama sebagian orang disebut "Agak CEpat Rusak!", Aspire ONE versi XP -- mogok bermain-main.  Sebenernya gue beli versi XP ini bukan karena gue pro-Win$, tapi karena ga tahan aja kalo versi linux-nye cuma dijatah 8GB kapasitas penyimpannya, dan itu bukan harddisk pula, tapi cuma solid-state-disk (kalo ga salah itu singkatannya dari SSD) -> catet ini! Makanya gue bela-belain beli versi yang gedean ini, dengan wanti-wanti bakal gue masukin OS linux terpopuler saat ini: ubuntu.
 
Apa lacur (jangan mikir yang ngga-ngga yah, ini bahasa indonesia resmi lho, ada di kamus -- bukan apa-apa, soalnya temen gue yang nama samarannya ARDI suka sensitip denger kata itu), ternyata si mungilku ini ga mo menelan santapan yang sudah kukhususkan untuknya. Dengan perlengkapan minus cd-rom drive, kebayang kan emang susahnya mo instal macem-macem program, apalagi OS yang kudu di-booting (ini masih susah dicari padanan bahasa indonesianya) dari CD. Bisa sih dari flash drive, tapi ngga umum (terutama buat gue! pokoke, semua yang ga umum buat gue, ga umum juga buat masyarakat umum). Dan sekarang, setelah gue belajar di inet --dan ternyata gampang! -- malah hasilnya ga sesuai yang gue mau. Begadang sampe jam 2 pun ga ada gunanya, sambil berharap semoga besoknya (yaitu hari ini), peruntungan gue bisa berubah setelah melihat nasihat para suheng di inet...
 
 
BEBERAPA HAL MEMANG BISA BERUBAH
 
Ga ada yang berubah ternyata, termasuk si kecil yang masih tetap kecil, dan masih ga napsu makan. Mungkin kalo ada yang berubah, itu adalah gue, yang semakin sutressss... karena SPURS, si sayangkoe yang lain, kalah lagi!!! Rekor 0-3 ini sangat menakjubkan, karena selain happening (ini sebenernya bahasa apa seh??!!! bahasa gaul sih kayanya, tapi ga meaning bangeddd dey...) di tahun ganjil yang adalah tahun dimana SPURS bermain lebih baik dari 29 tim NBA yang lain, juga rekor buruk ini adalah pertama kalinya sejak pindah dari Dallas (namanya dulu Dallas Chapparrals), tiga tahun sebelum Tim Duncan lahir. Juga tim yang ngalahin ga jauh-jauh, si Dallas Mavs itu. Dong-dong emang, tiga kali kalah dari tim yang lolos playoff musim lalu tapi langsung kalah di babak pertama. Dan mereka juga sama-sama baru ngerekrut jagoan tua yang sebenernya udah ampir karatan: Shaq (Suns, mid-season kemaren), Jason Kidd (Mavs, mid-season kemaren juga), ama Ron Artest (Rockets).
 
 
KEEP BLOGGING CONTINOUSLY
 
Namanya mo konsisten, kadang ga perlu alasan. Seperti gue, banyak alasan yang gue pake sebagai dalih males nge-blog tiap hari. Kali ini, pertahanan terakhir udah ampir runtuh, karena apa yang gue impikan selama ini sudah terpenuhi. Dengan komitmen untuk one-post-one-day, coba liat aja ke depannya gimana... Kalo untuk hal-hal seperti ini, ngajak temen emang paling enak. Sooo... korban gue sekarang bisa diliat di blog ini. Gue mo coba apakah gue bisa tetep setia, juga sambil ngingetin ni anak ngisi blognya juga, soalnya yang pertama jayus, hahaha...
 
Dan seperti gue akan mencoba melindungi komitmen ini dari si jahat yang merongrong, gue juga pastinya berusaha sekuat tenaga menjaga benteng terakhir motivasi gue, si aspire one yang cantique. Seperti tadi pagi yang berhujan deras-meras (kata majemuk yang gue bikin sendiri), terpaksa gue pake jaket 3 lapis. Yang pertama adalah reguler, CNI punya. Abis pake tas, kudu dilindungin ama jaket ujan asli biar ga tembus air (walopun jaket pertama cukup waterproof). Tapi karena tasnya kegedean, ga muat deh jaket ujannya dikancingin. Kemaren-kemaren gue masih bisa cuek depannya ga pake lagi, tapi kali ini kayaknya bakal basah juga deh kalo ga ditutupin. Untung gue keinget ama jaket ujan senior yang udah dipensiunkan karena kancingnya dah pada copot dan agak robek di bagian kepala, lumayanlah kalo cuma dipake buat nutupin doank, skalian memastikan supaya malaikat kecilku tidak kenapa-napa (buset, udah berapa banyak yah julukan buat netbook ini???)
 
 
TIDAK ADA YANG ABADI
 
Dan ujan itu, selain ga kenal kompromi (iya, masa ujan pas gue udah mandi?? kalo mau turun, pas gue belom masak air donk!! biar gue bisa tidur lageee...), juga ga kenal tempat, dan ga adil! Setelah melewati setengah lebih jalan ke kantor, yang ada hanya kekeringan abadi (hingga detik ini, di kantor belon ada setitik air pun yang turun, padahal udah mo jam 12 -- apa epeknya yah udah mo jam 12??). Dengan tersapu-sapu malu, daku pun masuk kantor, sambil ngeberesin jas ujan yang banyak dan ribet ini.
 
Sama seperti ujan yang akhirnya brenti, gue pun, walaupun dengan berat hati, harus memutuskan untuk berhenti menulis, meskipun hanya untuk sesaat dan sementara. Sambil terus mengais ide untuk mengisi blog-blog yang lain, termasuk 1 yang sebenernya menjadi favorit gue (favorit koq belom diisi, bener-bener tak terduga!!!), gue cuma mo mengingatkan bahwa sesuatu yang berawal pasti berakhir.
 
 
Hari ini pun berakhir sudah... buat gue!

Tuesday, November 04, 2008

's been 2 nights sleeping with this bluey...

It' s so, so wonderful to realize what my little, tiny, weeny, hunny, bunny, new netbook can do for me... For instance, this tiny machine can keep me from reading e-mail every day and night, because every 30 mins, the program (specific: Outlook Express) would display "low memory space" or some kind of cute message.. eh, now i have the chance to copy-paste the long-sentence: "Outlook Express encountered an unexpected problem while displaying this message. Check your computer for low memory or low disk space and try again."
 
So comforting, knowing my little thingy care that much for me, and today i just want to know how high it can handle various pressures from my job which requires great responsibility. So far it doing fantastic, and if this ideal condition works too long, i might catch cold as well, for working forever young. For a machine so compact, soon it'll close some program because of heavy burden, and now i shall go home and eat some dinner while spending a nice and relaxing time... with this cutie, if it's still in a perfect condition.
 
 
And i hope it is!
 
(gosh, i still haven't updated the salamolahraga blog, and posted in my new blog as well)

Sunday, November 02, 2008

Komputer Baru, Hidup Baru?

Punya laptop baru ternyata seperti mimpi menjadi kenyataan buat gue. Bagaimana pun itu, akhirnya gue dapat ikut memberikan sumbangsih bagi visi para pihak-pihak yang sangat berdikasi dalam bidang IT untuk mewujudkan satu laptop bagi setiap anak di dunia. Sebagai salah satu anak di bumi "emerging country" (baca: negara berkembang... atau negara ketinggalan lebih tepatnya), tentunya lebih sulit menggapai mimpi itu, walaupun telah banyak yang mendahului gue dalam menjadikan mimpinya suatu kenyataan yang indah. Dan saat ini, jangan salahkan gue kalau gue menjadi sangaaattt bahagia, tidur pun rasanya ga senikmat biasanya.
 
Sambil jajal barang baru, gue juga pengen bereksperimen posting ke blog dari imel langsung masuk ke blogger.com, berhubung sekarang kalo mo posting dari rumah berarti kudu modal sendiri, dan dengan segala hormat, gue belum mampu untuk membiayai sarana GPRS-3G-3.5G, walaupun untuk cepekceng sebulan sekalipun. Untuk daripada karena itulah, sebisa mungkin koneksi dihemat sangat. Makanya tadi tak terbilang gondoknya pas gue tau pulsa GPRS gue kesedot gara-gara media player ngambil info album lagu yang lagi gue puter, AAARRGGGHHH!!! Buat yang tau tips-tips gimana supaya kalo di rumah gue bisa menghemat pulsa koneksi inet, tolong yah gue yang pelit ini dikasi tau, terima kasih loh sebelum dan sesudahnya.
 
 
Arrivederci, monami!
KJB A3/15
 
P.S.: untuk kepentingan ilmu pengetahuan, maka gue ga akan meng-edit posting ini, pengen tau aja bagus apa jelek sih posting langsung dari imel, bukan dari situsnya gitu... tes link ke blog gue yang lain ;D

Wednesday, September 24, 2008

24 Ramadhan 1429H: Ngerayain ultah Papa... jg buka bersama di RMB, slurp ;D

Haven't i told you guys that 24 is our (my family) great day? It's a joy as it must be, a precious gift one can receive, and as happy as i was years ago, so i also enjoy waiting for this day ;D

Asa yang terjalin ternyata sejalan dengan kenyataan, karena memang semuanya sudah direncanakan oleh Sang Maha Besar untuk kebahagiaan umat-Nya (walaupun tidak tertutup kemungkinan ada yang kurang beruntung di hari tersebut, penulis mengucapkan mohon maaf yang sebesar-sebesarnya, dan semoga tiap hari tetap menjadi berkat untuk masing-masing ciptaan-Nya)

Ok, cukup yah ngecapnya, cup..cup..cup... ;D
Sekarang ke bagian ceritanya: kalo misalkan masih belon jelas kenapa 24 itu gue sebut sebagai hari keluarga gue, berarti kalian belon baca artikel tentang ini (atow gue belon buat tulisannya... err... kayaknya untuk saat ini, yang bener adalah pilihan yang kedua :"> ); yang jelas bukan karena ada film seri "24"! Spesial di bulan ini bokap gue satu-satunya ultah (bulan September ya maksud gue, bukan bulan Ramadhan; gawat kalo bokap gue ultahnya di tanggal 24 Ramadhan, susah ngitungnya, hehehe...). Dan memang apa yang gua tulis di atas itu gua rasakan langsung kemaren...

Kegiatan gue biasanya di hari kerja udah padat, sampe pulang aja jarang di bawah jam 8. Kalo ga ngelesin, ya ngeblog ato browsing di kantor sampe teler, hehehe... Entah napa, hari rabu ini, semua jadwal les kosong (termasuk yang baru minta dilesin, soalnya ada ulangan yang ga pas, jadi mo skalian di hari kemis aja...) Eh, taunya minggu lalu gue denger keputusan direksi mo ngadain makan-makan buka puasa bersama di hari yang sama. Namanya acara kayak gini, pastinya ga makan waktu di atas jam 7 kan? Wong buka puasanya aja jam 6 kurang, hehehe...


(lanjut ntar yah...)

Friday, September 12, 2008

12 Ramadhan 1429H: Anniv2@Somewhere_Costly.com

Buka puasa kali ini udah jelas: gue ga boleh kemana-mana abis pulang, duduk yang manis di rumah nunggu dijemput untuk pergi makan bareng! Hehehe, jelas donk, kan ini anniversary bokap-nyokap gue. Err, buat yang bingung kenapa ada dua (liat di sini), terang aja ada dua, jangan bikin gua jadi bingung juga donk. Wong di hp gue aja tulisannya "Anniv2", untuk membedakan dari Anniv jilid 1 yang hanya Tuhan kehendaki sampai seumur perak... Well, i'm not that sad, it's happy day anyway ;D

Tempat yang kita tuju kali ini adalah... D'COST! Pergi dari rumah, ngelewatin restoran yang cukup mewah, YA YI. Nama yang aneh, seaneh suguhan yang disajikan di sana. Masih inget kira-kira 2 tahun yang lalu (dia juga baru buka 2 tahun yang lalu), kita merayakan ultah bokap di sana. Ultah yang sekaligus ngerayain anniversary juga sebenernya (karena cuma beda 2 minggu,jadi hemat, hehehe...), tapi bener-bener kesan buruk yang didapat dari sana. Jadi lebih baik ga usah diceritain supaya ga merusak hari baik ini ;p

Saat ini gue mungkin terlalu kenyang untuk cerita, jadi singkat aja. Sudah banyak yang berubah, yang mungkin bakal bikin gue ga mo makan di situ lagi. There's nothing good in there anymore; except the cah kangkong dan (selalu!) nasi putih yang sepuasnya itu (it's a legend! hahaha...) Yang paling bikin gua kecewa sih sambel mangganya, yang super najis, cuma irisan mangga dicampur saos tomat @#$%^&!!!


Konbanwa, minna-san...

Tuesday, September 09, 2008

9 Ramadhan 1429H: Thousand Miles

Sedikit cerita dulu yah tentang Vanessa Carlton, yang nyanyi lagu "A Thousand Miles"... Dia, bersama Michelle Branch, Avril Lavigne, en Norah Jones waktu itu bareng-bareng masuk dunia musik di awal abad 21 ini. Girl Power, katanya Spice Girls waktu. Lucu juga sih, di tahun yang bersangkutan, mereka bersaing di Grammy sebagai pendatang baru terbaik. Hasilnya sih persis seperti yang gue ramalin: Norah Jones. Bahkan ga cuma newcomer terbaik, dia juga dapet beberapa penghargaan lainnya dari genrenya: Jazz. Tapi setelah itu, diantara mereka yang segenerasi ini, cuma mbak Jones ini yang konsisten terus berkreasi. Setelah itu mungkin dek Lavigne, yang tambah nge-rock ama kawin muda (denger-denger udah cerai juga? atau gue ketuker ama beritanya non Spears? hehehe...). Sedangkan Vanessa ama Michelle? Yang pertama sempet kolaborasi ama Counting Crows nyanyiin lagu lawas (modal terakhir kalo lagi butek ga bisa nyiptain lagu, wehehehe...) punyanya Joni Mitchell: Big Yellow Taxi.

Ngelantur lagi yah ke lagu ini... Big Yellow Taxi mungkin salah satu lagu unik yang gue tau (yang lain ngga tau soale), karena nyebut-nyebut soal duit di lagunya. Unik, karena disebabkan inflasi, sebagian dari liriknya juga "mengalami inflasi"... Buat yang penasaran, silakan cari donlod-annya lagu itu, (i) versi eyang Mitchell (gue cuma ada yg live di youtube); (ii) versi tante Amy Grant; (iii) versi Counting Crows abad ini. Perbedaannya sebagai berikut:
(i) they charge all the people ... (maap, gue lupa :"> )
(ii) they charge all the people 25 cents just to see it
(iii) they charge all the people a dollar and half just to see it

Temen senasib yang satunya juga sama, tapi lebih beruntung sih menurut guwe; Michelle berkesempatan menjajal kemampuan gitarnya bersama temen main kakeknya: Santana. Kebetulan waktu itu Santana lagi bikin album yang isinya duet semua, termasuk juga ngatrol ketenarannya Rob Thomas (Matchbox 20) yang waktu itu lagi turun (hehehe...).

Yah, inget masa-masa itu, berarti ngingetin juga ama satu fans beratnya Avril, temen online yang sampe waktu menghilangnya, belon pernah ketemu ama gue... Kenal pertama dari dia kelas 3 SMP, sampe liburan mo masuk SMU, dah gitu... wush..wush..wush... ngilang gitu aja... Rasanya aneh makanya sampe sekarang kalo punya temen online itu, antara punya dan ga punya temen... Seneng ga jelas, sedih juga ga jelas...

Key, sekarang napa kemaren itu gue "walk a thousand miles"... Well, kemaren adalah one of those days dimana kebebasan gue sebagai biker harus terampas (kejam banget bahasanya) oleh ibukota (sort of). Dan mengarungi belantara jakarta dari selatan sampe barat, hanya mengandalkan satu edisi bus, sangat-sangat-sangat menyusahkan. Akhirnya, daripada bete nungguinnya, gue naik bus lain, dan harus turun agak jauh. Sebenernya sih dengan bus yang biasa aja, untuk pergi ngelesin, gue harus jalan kira-kira setengah jam (dengan kecepatan gue yang 20% lebih cepet dari rata-rata kecepatan manusia normal). Nah kali ini, gue turunnya di... ehm, lets see.. lampu merah permata hijau (yang di samping rel kereta itu tuh...) Dari situ harus jalan ke... err... intercon (ntar kapan-kapan gue ukur deh jaraknya pake motor gue). Perkiraan kasar gue sih 75 menit, tapi mungkin karena enjoy, sejam akhirnya sampe juga di tujuan (enjoy?? gigiloe enjoy!!!)

Nah, kebiasaan waktu pulangnya itu gue jalan sampe keluar kompleks (biasanya 30-40 menit, tergantung pace), baru naik angkot. Kemaren (dan udah dua kali ini sih), gue ikut salah satu jemputannya anak les gue (thanks Mite!)... eee ternyata... mereka mo jalan lebih jauh lagi... Langsung aja pikiran buat jalan pulang ada lagi, hehehe... But not my fault, lagian napa juga KWK B03-nya lamaaaa banget datengnya, ditungguin sampe jalan, akhirnya sampe juga di lampu merah srengseng, dah tanggung deh buat naik angkot (tanggung??? tanggung gigiloe!!!). Eniwei... Mite dan ortunya pergi ke satu kompleks pertendaan yang katanya ada ronde. Wah lumanje nih buat alternatip, soalnya ronde di Sandwich Bakar mahal euy... Emang sih tempatnya enak, tapi ngapain pesen ronde anget-anget kalo tempatnya juga anget? Mending pesen di tempat yang emang terbuka dan dinginnnn... Jadi makan rondenya serasa makan ronde (apasiy...?)

Yah begitulah perjalanan gue kemaren yang tidak menarik dan (sangat) melelahkan. Tapi gapapa, kata pak ustadz, perbuatan baik di bulan puasa pahalanya dobel (apanya yang baik yah... jelas-jelas itu pelit, ga mo bagi rejekinya ama supir angkot!), dan tidur pun jadi terasa lelaaaappp sekali... Zzz..Zzz...

Monday, September 08, 2008

8 Ramadhan 1429H: Senen Ke Senen; Partai Pemuda hihihi...

Itu maksudnya bukan senen ini gue pergi ke Senen (pasar di daerah kwitang sono), bukannn!! Tapi cuma mo bilang, dari senen kemaren, pas puasa hari pertama, sampe senen sekarang, pas udah hari kedelapan, ternyata jalanan tetep sepi yah, hehehe... Soalnya minggu lalu, gue beneran takjub ama jalanan yang sepi bin jameelah (maap seribu maap buat mbak mulan, tapi nama mbak udah ganti kan jadi jamidonk?); dan hari ini... ampir sama sih. Bandingin ama selasa-jumat kemaren, ramenya kayaknya normal-normal aja, dah gitu tetep aja selap-selip ga karuan... memang ga ada perubahan sih dalam tingkah laku berjalan-raya.

Ada satu banner yang kocak di perempatan permata hijau, yang di pojokannya ada toko duren gede itu... Di situ liat deh ucapan selamat berpuasa dari "Partai Pemuda", nomor urut pemilu 14. Sambil nungguin lampu merah, gue perhatiin foto pimpinan cabang jakarta barat yang ada di banner itu... Tampangnya ga ada muda-mudanya sama sekali, huehehehe... Maap ya Pak, wong partai bapak aja gue baru kali ini denger ada, jadi pasang-pasang ucapan kayak gitu ga terlalu ngefek kali yaaa buat pemilu nanti.


Found nothin' special after that...

Sunday, September 07, 2008

6-7 Ramadhan 1429H: Ga Ada Yang Berubah di Week-end Ini

Gue bilang ga ada yang berubah, bukan berarti semuanya tetep normal. Ngga! Pembokat gue udah puasa; artinya: dia jadi tambah lemes!! Suwer, tiap gue ngeliat dia, kasian deh... Soalnya dengan badan yang cungkring gitu, plus mata minusnya (jadi plus ato minus nih?? :O ) bikin doi jadi kurang ideal untuk kerja. Tapi kok bandel juga yah, kalo siang-siang masih suka ngelayap aja... Tapi trus tidur siang juga sih, jadi gue juga berharap semoga aja dia ga sakit.

Memang banyak yang berubah: gue jadi ga basket sabtu ini; gedung GMSB yang sudah megah itu ternyata masih butuh direnovasi juga, dan liburnya ga sampe lebaran doank, tapi insya Allah sampe taon kebo... Yang main di seskoal, Ellington (sodara tempelannya Duke Ellington) udah ngasi kabar manis dari minggu lalu kalo di sono juga liburrr!

Yang ga berubah: kalo malem minggu bawaannya tetep aja begadang yah, biarpun udah diniatin mo tidur cepet, ato karena ga ada acara bagus, ato alasan-alasan lainnya... Ntah trus ditelpon temen (ilovelfc8), smsan (R3a), ato YM (asligila), pokoknya kacow deh; not to mention watching joe cole's 2 goals, good for England, not for me (hehehe...)

Jalan-jalan hari minggu ke Mal Puri, tetep aja jalanan kayak biasa, banyak yang ga nurut aturan, plus ada tabrakan di perempatan srengseng-meruya, sebuah motor jadi korban. Maap ya sodara-sodari, gue kabur aja, tokh udah banyak pemain di situ yang udah ga sabaran untuk main hakim-hakiman (puasa bang, puasa...). Masuk kompleks puri, semuanya tambah semrawut, terutama dari sekolah Notre-Dame udah ga jelas gitu. Apa emang tiap bulan puasa selalu rame yah yang namanya supermarket (eh, sekarang udah ga jaman boo... Hypermarket donk!!) Di situ ada Hypermart, menyusul Carrefour yang udah duluan ada di sebrangnya mal puri indah. Ternyata... cuma kusut di pertigaan deket Hypermart situ doank, lucky me yang pake motor, biar pelan tetep bisa lewat ;D

As said earlier, itu hypermarket dari parkiran aja udah kerasa aura ramenya... Masuk, lebih parah lagi, terutama pas liat kasirnya!!! (God give me patience, or i'll punch people in front of me, kekekek...) Tapi gak papa, gue kan biasa pake keranjang (in english: "basket"; possibly because i like basketball *ngawurrr*), dan selalu ada kasir khusus untuk itu. Yang rada salting itu kayaknya SPG-SPB yang bagian icip-icip, pasti rada segan nawarin dagangannya. Dah gitu kemaren gue gedeg banget ama Scotch Brite, mereka buka stand trus puter jingle, udah ngebosenin, diulang-ulang terus, kenceng pulak!!! Ada yang lucu juga sih di bagian Chocolait (apa tuh gue lupa, pokoknya yang produk stik coklat dibikin kayak batang cerutu gitu...), masa sebijinya dijual eceran 540 perak, sementara yang pak isi 8 harganya 5300an. Kadang gue pikir orang-orang di hypermart sejenis ini suka sembarangan kalo ngasi harga, jadi kalo ada cukup waktu, mending dibandingin dulu isi ama harganya, jangan selalu berkesimpulan barang yang lebih banyak itu lebih murah... Seperti pas gue beli kacang kulit sebulan yang lalu, juga di tempat yang sama (walaupun gue harus itung-itungan sampe keringetan, hahaha...)

Friday, September 05, 2008

5 Ramadhan 1429H: Superhero Movie (plus) Happy-Tos (and) Pastello

Pagi dimulai saat gue (dengan sedikit terpaksa harus) menghabiskan bakmi GM sisa kemaren. Dan memang ini adalah cerita sepenggal sisa kemaren, gara-gara Nana&Co. (bukan nama merek donut baru) udah nyediain buanyakkk banget makanan di ultahnya Mite, jadi nyokapnya Mite, yang tadinya pengen ngasi hidangan spesial panjang umur (begitu lah tradisi Cina yang unik dan punya kadar filosofis yang tinggi; makanya bangga donk jadi orang Cina, yang lain cuma bisa ngiri ga bisa jadi orang Cina, huehehehe...) akhirnya terpaksa harus merelakan sajiannya dibawa pulang masing-masing personil ke rumah buat sarapan besoknya...

Berangkat kantor perut udah kenyang nih... Emang ini adalah jumat pertama di bulan puasa, artinya pertama kalinya juga kita ga main bultang di pagi hari sebagai sarana yang mengakrabkan teman-teman sekantor. Ngabuburit yang ideal ya sambil minum air hangat (yang hari ini ga bisa diwujudkan karena air di dispenser abis, dan gue ga tega nyuruh ngisi air, takut orangnya lagi lemez...) dan ngebahas bisbol yang lagi tanding pagi-pagi (biasa, ngeblog ;D ).

Ga tau racun apa, siang-siang gue ditelpon Eko, partner diskusi bisbol gue (namanya udah sering muncul, gue ga mo jelasin lagi ah!), ngajakin buka bersama ama Ardi. Sayangnya nama terakhir ini ga bisa, karena kurang tidur... Ya sudah, dia malah kabur ke PIM mo nonton. Kebetulan, ikutan aja deh, hehehe... Sampe di sana, kebingungan gitu, filmnya ga ada yang pas ama waktu buka. Pilih-pilih, akhirnya SUPERHERO MOVIE aja deh, soalnya gue lagi ga mo mikir nonton filmnya.

Filmnya mah biasa lah, emang lucu dari awal sampe akhir, slapstick banget dengan parodi film superhero dari spiderman, xmen, batman, fantastic four, etc... What so great about this movie is... Singkat bangeddd!!! Ya ampyunnn, waktu buka aja masih sejam lagi, tu film udah selese, ck..ck..ckk... Total gue di dalem teater 2 PIM-I itu cuma satu stengah jam (dengan catetan, 20 menit itu nungguin pelemnya). Walhasil si Eko, dan satu co-workernya pulang dengan membawa bekal buka puasa di tangannya (bukan di mulutnya, huehehehe...). Sementara gue keluar PIM dengan menenteng Happy-Tos di tangan... juga di mulut, hehehe... (maap sodara-sodari, gue lagi pusing-pusing nih abis puasa di hari pertama, kayaknya fisik emang ga mendukung ;( )

Ta'jil di kantor hari ini cukup heboh, yaituuu... GITAAA!!! Hush, orang kok dijadiin ta'jil, kanibalisme itu namanya... Bukan dia yang disantap (walaupun dagingnya cukup untuk kita yang ada di kantor), tapi dia bawain Pastello (singkatan dari: Pastel Elo... ato "Pastel, Gelo"?), yang langsung disambut hangat (pastelnya, bukan Gita-nya). Setelah itu baru kita bubar terkoordinasi, menuju gelapnya jakarta dan masuk ke dalam sepinya akhir pekan ini.


Sekian oleh-oleh buka puasa dari selatan Jakarta (inspirasi dari lagu Dewa 19)

Thursday, September 04, 2008

4 Ramadhan 1429H: Happy Birthday MITE!

Tumben sih hari ini gue ga nongkrongin gorengan ta'jil di kantor... Lebih dikarenakan ada jamuan lebih besar lagi menantiku nun jauh di sana! Bukan, bukan di surga (not yet!), walaupun jauh dari kantor namun dekat (di hati) di rumah (ehehehe...), yaitu di salah satu perumahan mewah di daerah barat (detilnya dirahasiakan).

Yupe! Satu dari anak les gue tepat berhari jadi di hari ini. Dan temen-temen deketnya (salah satunya ya tuan rumahnya, juga cicinya yang eks guwe -- silakan kalo mo mikir yang macem-macem) pengen bikin kejutan kecil sore itu (ga tau yah pas paginya udh dikejutin apa aja), yang jelas sih gue sangat-sangat berbahagia, tentu saja dengan limpahan makanan yang bakal disajikan, huehehehe...
Makanya gue bela-belain pulang kantor setengah 6an, tapi macetnya bulan puasa ternyata bikin streng yah, hegh!!! Sampe di tujuan, udah loyo gitu... Ganti baju, cuci muka, trus ngecas dikit ama mainan "Guitar Heroes" (thanks MoOy ;D), baru deh kita kejutin yang namanya MITE itu!!!

Ga seheboh rencananya sih, yang pake semprot-semprotan (mungkin karena ada nyokapnya Nana, jadi "biasa" aja hebohnya); tiup lilin, potong kue, dibagi-bagiin, dimakan bareng-bareng (kecuali si Tante yang tiba-tiba ngilang), trus potong tumpeng nasi kuning (ini udah tinggal berempat di ruangan), dimakan bareng deh... Tak lupa si Om turut ngucapin selamat via telpon. Jadi kali ini kebalik, biasanya kan belajarnya dulu, baru makanannya dateng.



MICHELLE STELLA MARTHA, semoga sehat selalu, tambah pinter, tambah rajin, tambah lucu (matanya tambah be-Lo yah, huahahaha...), dan yang paling penting: TambAh DewaSa ya! GOD bless!!!


--MITE, dengan pose yang susah untuk diabadikan... tiap kali mo dipoto, pasti deh rambutnya yang berulah, jadi kita sepakat melabelinya: "Sadako's Birthday"--

Wednesday, September 03, 2008

3 Ramadhan 1429H: PIZZAAAAA... Mau?

Sudah hari ketiga, dan hari ini gue cuman mondar-mandir di mal dan ngiler... Eh, gue sih udah lama nyadar kalo di depan PIM yang dulu ada Toys 'R Us itu ada Domino's Pizza; lumayan sih melengkapi khazanah pizza-pizza yang sudah lebih dulu beredar di tanah air seperti Pizza Hut, Papa Rons, California Pizza, Pronto (ini kayaknya ada deh di dalam restorannya yang all-you-can-eat itu..), Izzi Pizza, Pizza Marzano, serta franchise-franchise lain yang gue belon tau karena mungkin terlalu seleb banget...

Dan uniknya lagi, gue juga punya khazanah temen yang berbeda-beda seleranya. Ada yang fanatik bangedd..get..get (!!!) ama Pizza Hut (gue sih yakin pasti dia belon pernah makan merk lain yang lebih enak...), ada yang sering makan Papa Rons (karena lumayan sering loh ngasi diskon, paling sering sih "buy 1 get 1" ;D -- malah ini ada ceritanya: dulu pas kantor gue masih di mampang, di tendean plasa ada satu outletnya yang ngadain "buy 1 get 1" di selasa-kemis; trus kita paling sering tuh beli pas selasa/kemis... sekarang kita dah pindah dari situ, terakhir guwe survei ke tendean plasa, udah tutup tuh outletnya -> apa dulu yang beli cuma kita doank kali yaaa?) Ada yang suka nraktir temen dan sodaranya di Pizza Marzano (padahal setau gue ini species pizza yang mengandung tumor ganas, sejenis tumor yang merobek-robek kantong si pembeli...)

Izzi Pizza is my fave, dengan beberapa alasan sentimentil: pernah dulu gue abis ikut training CNI (pro BOE: ah whatever, bosen gue, masa tiap gue sebut "CNI", harus ada dalam kurungnya kaya gini mlulu...) kita nganterin salah satu temen ke Klapa Gading. Ga salah donk kalo mampir dulu ke malnya (secara gue anak barat yang haus banget hiburan daerah timur). Nah sambil keliling di sono, gue tuh ausss banget!! Dan udah jam 9 pada mo nyari makan dulu nih... Keliling-keliling cari restoran, temen gue wanti-wanti: "Cari yang murah-murah aja yah... Ato kalo ngga, yang terima kartu kredit, soalnya duit gue tinggal dikit." Sama sih, duit gue juga lagi ga ada, trus ngeliat IZZI PIZZA deh (udah gue incer sih dari pertama liat tadi), gue tanya deh di situ... Eh, bisa pake credit card katanya! Udah aja, langsung pada liat mesennya. Plus di situ gue liat "Lemon tea (refillable)", whoaaa... a chance unlikely to be missed!!! Pas ditanya waiter, "Minumnya?" gue langsung jawab duluan: "Lemon Tea!" (agak teriak); dan dodolnya, dua temen gue ini juga mesen yang sama (memang "refillable" adalah magic word yang ampuh). Malam itu gue puassss banget.. minumnya! Gue sih ga bilang pizza-nya ga enak, karena tokh gue bukan penikmat pizza (paling mentok cuma bisa 2 slice dalam 1 rit --emang supir angkot pake rit-- cukup mengherankan buat hadirin yang tau kapasitas perut gue...), tapi gue dengan senang hati akan rekomen restoran ini buat yang pengen makan pizza di kemudian hari!

Hmm well, apalagi yah yang belum gue bahas? California Pizza? Ini kayaknya rentengan datengnya ama California Fried Chicken (CFC) dan California Donuts. Seperti sodara-sodaranya yang dua itu, gue sih meragukan kualitasnya dibanding nama-nama yang udah gue sebut di atas tadi itu... CFC bisa nyaingin KFC di indo karena waktu itu doi cuma satu-satunya saingan KFC. Ayamnya cuma digoreng pake tepung biasa aja, ga kayak KFC yang (katanya sih) digoreng dengan resep rahasia Colonel Sanders (bener kolonel beneran yang kayak di militer apa bukan, gue sih ga teu...), dengan ayam yang diberi tekanan tinggi supaya bumbunya lebih meresap, dll dsb dst... Donutnya grup California (kayak ngomongin grup musik aja nih... eh kemana yah grup musik ini??? one album wonder tok!) cukup enak sih, paling ga dulu kata bokap gue lebih berisi dibanding Dunkin' yang kempes kalo digigit; eh, nyokap juga bilang gitu dink... Sayang, matinya lebih cepet, karena bisnis donut mah saingannya cukup banyak, apalagi Mister Donut, yang kalo dijualin di kompleks-kompleks pake spiker yang ngeganggu banget, terutama kalo biasanya gue lagi upacara di SD dulu pas kelas 5-6 di Abdi Siswa, Taman Aries (halooo, temen-temen AbSis-koe, salam yaa... ;D ) Nah, gue ngomong panjang ngalor ngidul gini sebenernya karena ga tau mo nulis apa tentang California Pizza, wong ga pernah ngicipin... Dan juga ga tau harus nanya sapa untuk tau referensi tentang merk pizza yang satu ini :

Kembali ke Domino's (setelah sekian paragraf, ck..ck..ckk), mohon maaf juga kalo belon ada yang bisa ditulis. Satu-satunya narasumber yang gue tau pernah makan ini, tercatat makan ini terakhir kalinya waktu indonesia belon kena krismon, waktu itu makan di amrik, minta dianter ke rumah. Udah, gitu doank! Ga tau toppingnya ape, rasanye pegimane, pokoke gitu aje dah...


...nanti yah dilanjutin besok, mo balik dulu...

Tuesday, September 02, 2008

2 Ramadhan 1429H: Buka Sebelum Waktunya

Hari kedua, bagaimana rasanya? Masih kuat?


Teman-teman, hari ini gue ga kuat puasa pol, abis sahur setengah 10 cuma segigit roti, maunya sih emang ga puasa -- dan itu udah diniatin dengan masukin donat ke kotak makanan kecil yang siap gue bawa ke kantor, hehehe...

Eh, tapi ini donat bukan sembarang donat yah! Di tengah-tengah kehebohan donat berbahan pengawet mayat (eh salah ding, kayaknya lebih keren punya deh dari yang buat ngawetin mayat, wong disimpen bertahun-tahun aja masih berbentuk donat kok *hiperbolik!!*), gue mo mencoba menawarkan suatu alternatif donat buatan industri rumahan yang dijamin bebas pengawet, malah sehari basi kalo ga dimakan (tapi donatnya jangan dibawa pulang yah, dimakan di tempat aja! kalo mo dibawa pulang, apalagi mo dibuat percobaan, bilang-bilang dulu, ntar gue kasih donat khusus untuk percobaan...), makanya kalo ga abis kan kasian guenya... Ayo yah sodara-sodari, beli donk donat buatan emak gue ini *halah promosi* Kalo mo pesen, tulis aja yah di bagian komennya *loh, masih promosi*

Btw, melanjutkan cerita di hari kedua, apa lacur sodari-sodara umat kesayangan Allah, ternyata saat makan siang dan gue mo membuka kotak makanan, it's somewhere but in my bag, heh??!!!Dan ini udah jam 1, mo keluar agak males (karena lagi maenan fesbuk, ehehehe...), akhirnya bablas sampe jam 3 deh baru keluar makan... Itu pun ga nemu yang pas di hati @#$%^&!!! Eh tapi akhirnya nge-warteg dink... (mahal juga yah dadar sayur ama ampela masa 9 rebu, tau gitu nyoba tempat laen deh...)

Balik kantor, untungnya sang pelayan kantor yang kemarin menghilang tiba-tiba, hari ini hadir sampe jam berbuka... Membuka kemungkinan adanya hidangan berbuka walaupun cuma gorengan, eh ada singkong (!!!) hum yummy... Udah deh, comot sebiji-dua-tiga-empat biji, trus cabut, to the tutorialllllll.......


See you on the 3rd day of Ramadhan...




--ini adalah contoh donat yang halal bin thayyiban, cocok dinikmati sebagai hidangan berbuka, juga teman ngabuburit yang ideal (khusus buat yang berhalangan); bebas bahan pengawet serta mengandung karbohidrat untuk aktivitas sepanjang hari... **berhadiah garpu cantik (display) untuk setiap pembelian 1 loyang (isi 50 buah)**

Monday, September 01, 2008

Welcoming Ramadhan 1429H

Selamat berjumpa kembali, wahai umat kesayangan yang diridhai Allah SWT, kembali kita sambut bulan penuh rahmah, berkah dan amanah bagi umat di Indonesia, yaitu bulan Ramadhan. Bulan ini pasti telah dinanti bagi kita, jadi jangan sia-siakan waktu yang ada sekarang dengan bersantai-santai. Bekerjalah lebih giat untuk meningkatkan pahala, tahan nafsu serakah dan amarah semampunya, dan yang lebih penting adalah: segala perbaikan tingkah laku dan sikap yang telah kalian lakukan di bulan yang suci ini, hendaknya terus diterapkan seterusnya. Karena kualitas keimanan yang baik adalah terus berusaha melakukan yang lebih baik dari hari yang telah lalu. Patuhi pesan-pesan yang tertulis pada Kitab Suci, karena segala yang ada dimaksudkan untuk menjaga hidup kita dalam keteraturan dan keharmonisan.

Semoga ibadah kita dilakukan bukan hanya agar dilihat Allah SWT, namun supaya dapat menyumbangkan kemaslahatan bagi lingkungan di sekitar kita. Amin.



--------------------------------------------------
It's a new day, it's a new start...

That's the way Brian Adams used to sing, ever heard it?

Saturday, August 30, 2008

Bach In Bali (KOnSer dan TaRian) -- Goethe-Haus 29 Agustus '08

Lagiii......


Ngebayanginnya pun gue males, tapi kalo ada tawaran langsung, dengan iming-iming "free", napa ngga juga yak? Hehehe... Begitulah, bukan aneh lagi sih (tapi "aneh buangeddd" :D ) ada undangan nonton pertunjukkan seni di Goethe-Haus, Menteng, bertitel "Bach di Bali -- Robert Brown (Biola) & Nyoman Sura (Tari)". Berikut adalah deskripsi acaranya:

„Partita dalam d-moll untuk biola solo“ ditulis oleh Johann Sebastian Bach dalam kurun waktu 1717-1723 dan meliputi 5 bagian yang diakhiri dengan Ciaccona yang terkenal: Allemanda, Corrente, Sarabanda, Giga dan Ciaccona. Robert Brown memainkan kelima bagian ini, dan mengembangkan cerita untuk tarian yang dibawakan oleh Nyoman Sura dalam “Bach di Bali”.

Di bagian pertama, Allemanda yang lebih bebas dan meditative, Bach mengamati sekelompok penari dan pemusik Bali, yang dibawa oleh orang Belanda ke Jerman dan Bach kagum pada kecantikan mereka yang eksotis. Didorong rasa ingin tahu, dari mana mereka berasal, Bach memutuskan pergi ke Bali dengan kapal.

Bagian kedua, Corrente yang bergejolak, menunjukkan badai di lautan – dilatar belakangi musik yang lembut, sebelum kapal memasuki pelabuhan Bali.

Bagian ketiga, Sarabanda yang seremonial dan agung menunjukkan bagaimana raja Bali menyambut tamunya yang datang dari Eropa. Di akhir bagian ini Bach dan seorang ratu Bali saling berbisik, mereka berjanji akan bertemu kembali.

Bagian keempat, Giga, merupakan tarian pesta yang sangat hidup, yang biasa di pertunjukkan oleh raja Bali kepada para tamunya.

Bagian kelima, Ciaconna yang mencekam, sangat panjang dan penuh perubahan. Dalam bagian ini, Bach mencoba meyakinkan putri Bali yang dicintainya untuk ikut ke Jerman. Bagian ini memiliki saat-saat yang istimewa, a.l. mengingatkan kita akan musik orgel di gereja, misalnya ketika Bach memberitahu sang ratu akan nasibnya sebagai pemusik dalam pelayanannya di gereja di Jerman. Bagian ini berakhir dengan penolakan sang ratu meninggalkan tanah airnya.



Mengenai pertunjukkannya... Buat gue yang baru sekali ini nonton acara dalam kemasan seperti ini, jelas beda yah (komentar ga mutu dari bukan seorang kritikus seni yang handal)

Tuesday, August 26, 2008

Dori Sandwich w/ Nemo

Pernah nonton film "FINDING NEMO"? Kalo iya, pasti tau temen setianya NEMO, si biru yang nemenin dari awal sampe akhir, si cerewet tapi pelupa, DORY. Nah, setelah ngebayangin makhluk yang lucu nan ceria (walopun ngeselin), pernah ga berpikir untuk "menyicipinya"???

Well, gue ngomong ini in real terms, artinya nyicipin daging ikan ini... (secara nemo udah pernah kan dimakan dagingnya? see picture)



Ya, ga perlu gue sebutin kalo ini cuma rekayasa potosop, tapi silakan sambil dibayangin bagaimana bentuknya si DORY itu (kalo lupa, gue ingetin: mirip ikan bawal; hmm, yummy...) sambil gue cerita pengalaman gue kemaren...

Kemarin hari yang cukup menyenangkan buat gue (ato malah ga usah pake kata "cukup" yah??). Gue punya dua tawaran kencan yang cukup menggiurkan (karena berhubungan dengan makanan); sayangnya karena yang pertama cukup jauh, dan tidak bisa diperkirakan kapan nyampenya, kapan pulangnya, dan lain-lain..., akhirnya gue pilih yang kedua. Yah, udah lama sih ga pergi bareng "kembaran" gue yang satu ini, it's always guaranteed full of laughter!!!
Sambil nungguin dia selesai kuliah, gue "terpaksa" makan malem dulu di rumah, dan celakanya... it's one of my favorite (yang bikin gue bisa makan buanyakkk! gosh...): tahu gimbal (silakan diklik kalo ga tau, ga usah sok tau gitu deey!). Tadinya pan mikir mo makan yang berat-berat, tapi dengan kenyangnya daku, kayaknya kudu riskedul lagi deh mo makan apa dan dimana...

Akhirnya selesai juga dia kuliahnya, dan jam 10 udah nyampe di rumah gue. Kita berangkat, dan pesennya juga pas dengan hati nurani gue: "jangan yang berat-berat yah..." Sempet mikir mo ngajak nge-roti-pisang-jagung bakar gitu sih, di deketnya CNI puri asik juga tuh (pro BOE: gue ga lagi promosi yeee!!! kebetulan kan sah-sah sadja, wekkk...) Tapi trus dia nyaranin baso TITOTI di deket kecamatan bonjer, apa malem-malem gini masih buka yaa??? Ternyata memang udh tewas was was... Karena tadi sempet ngomongin bebek Yogi yang di jl. Panjang, yang kata dia lebih enakan bebek yang ada di depannya sandwich bakar, napa pula ga kesana aja? Udah lama gue ga kesana, sejak penampilan perdana gue disana diajak ama temen UPH gue Ching&Dino (bukan nama grup band sesungguhnya) -- waktu itu masih cuma sepotong tenda di emperan depan ruko gitu -- trus 1-2 kali bersama nyokap dan adek gue (bokap pernah juga nyobain wedang rondenya, tapi katanya tak sedap di lidah!), plus sekali ama temen gereja pas udah ekspansi ke ruko di depannya...

--Jadi, buat yang kurang gaul di DKI Barat, SandBar ini adanya di puri pesanggrahan (detilnya cari sendiri, tanya juga ga nyasar kok!), dan rame pisan kalo malem-malem, pasti dijamin ga dapet parkir kalo ga puna bekingan kuat (soalnya di sebelahnya ada nasi uduk yang rame juga, dah gitu pas ada putaran yang rame pula... yang terakhir sih ga ada hubungannya)

Gue sih maunya yang agak keluar gitu, tapi diajak naik, ternyata di atas juga ada balkonnya, asik lah bisa ngeliatin jakarta di malam hari dari situ (yang ini boong banget, soalnya yang keliatan dari situ bener-bener cuma jalan raya pesanggrahan itu doank kok! ohya, ama dikasi bonus bisa ngeliat restoran bebek yang tadi udah gue sebut...)


Nah, terjadilah saat pilih menu, dia maunya antara gindara ato smoked beef. Eh, trus ada yang aneh gitu di menu: "Dori"! Apaan nih? Berhubung ga tau, gue asal aja nyeletuk: "itu tuh, kamu pernah nonton NEMO kan? masih inget ga temennya namanya sapa? Dori! brarti ikan itu tuh yang dibikin sandwich..."
"ah masa sih, iya gitu mas?" (sambil nengok ke masnya)
"tu masnya udah tau" (gitu kata yang jaga)
"hah??!!! ada yah ikan gitu dimakan?"
"iya, makanya... mau pesen ga? ato jadi ga tega ngebayanginnya?" (hihihi... kalo gue mah tega-tega aja)


Akhirnya sih tetep aja dipesen tu Dori Sandwich. Not bad, bahkan sebenernya gue cukup merekomendasikannya (walopun kata kembaran gue ini, tetep lebih enak gindaranya... dori ini dikasi tepung gitu trus digoreng, tapi rasanya pas lah!)

...

Friday, August 15, 2008

Jacob Alexander Coulter

JACOB ALEXANDER COULTER
Born August 2nd, 1:45 pm
9 lb 14 oz
22 in







That's what was written in my inbox... and boy, quite big an e-mail! A 701 KB e-mail, with 2 attached photos of my friend's second son. Congratulation to the baby boy, may he grow in the direction of the Lord, His wisdom through his parents directs his way from now on.



(any signs that he'll be cuter than his elder brother??)

Saturday, August 09, 2008

Menuju Final Libama Provinsi DKI

daripada kesel ga bisa basket minggu ini, ntar kalo dipendem bikin jerawatan, mending posting basket deh...


Ini kali pertama gue nonton Libama secara langsung. Gue ga pernah nonton karena ga sempet, ga tau tandingnya dimana, kadang kurang minat, males nonton kalo disuruh bayar, dan banyak alasan klasik lainnya. Dulu pernah sih ada temen, anggota basket putri LSPR (jagoan basket putri juga nih, di divisi I regional masuk papan atas, hehehe...) pengen gue dateng kasi support, tapi karena waktu itu di bulungan, dan gue ada kerjaan malem-malem, terpaksa gue ga bisa dateng. Tapi saat GMSB (lapangan basket tempat gue main reguler tiap sabtu) dipakai, dan kebetulan kemaren gue main-main ke kuningan, untungnya gue inget buat nonton sejenak pertandingan basket ini.

Sore adalah saat Gunadarma melawan UNSADA. Rekor menang kalah mereka berdua kelihatannya ga terlalu baik, mungkin masih punya kans masuk 4 besar, tapi kok kelihatannya pertandingan ini kurang greget. Abis liat dikit Q2, gue cabut, buat kerja (hehehe, ini nonton colongan kok...)

Malemnya, karena apes ga ada temen jalan (salah satunya malah ngasih saran yang mengena: "Cari pacar gih!" -- well, masalahnya bukan pacar kok, tapi temen jalan di seputaran situ yang available -- walaupun emang sih lagi cari-cari juga, hehehe...), termasuk sodara gue di seputaran kuningan yang lagi pada hangout semua, jadilah gue balik lagi ke GMSB buat nonton.


Skor 28-26, UNBOR (Universitas Borobudur) unggul sementara lawan STEI I (STEI Indonesia), waktu itu lagi istirahat tengah babak. Wah ketat nih, harusnya sih seru yah, paling ngga imbanglah, jadi nontonnya juga ga males. Si UNBOR istirahatnya diisi medium shoot practice, sedangkan STEI ga tau pada ngilang kemana, mungkin mereka ada ritual ke toilet bareng-bareng pas halftime... Masuk lapangan juga bareng-bareng, wuih banyak juga yaaa; ternyata UNBOR skuadnya cuma berdelapan, sedangkan STEI ada 11, curang yah ga imbang?? Dan dari gaya-gayanya sih kayaknya bisa aja keadaan berbalik di Q3 dan Q4. Ok, mulai Q3, ada beberapa possesion sebelum angka dibuka UNBOR lewat 3pt. Ga mo kalah, STEI bales juga lewat 3pt yang agak maksa dari pojok. Sebenernya STEI sempet dapet momentum bagus waktu bisa balik mepet dengan selisih 2 angka, dan langsung full-press-half-court abis scoring... sayangnya karena sama cerobohnya, abis nyuri bola, malah kecuri balik. Tapi memang sebelum masuk Q4, angka masih berselisih di bawah 5, walaupun STEI tetep belon bisa unggul sekalipun.

Soal suporter, setali tiga uang dengan jumlah skuadnya, STEI punya fans lebih banyak dibanding UNBOR yang cuma ditepokin ama simpatisan semodel gue gini, yang emang nonton karena kecintaan gue pada basket (taelaaaa...). Di salah satu kejadian, waktu pemain UNBOR dilanggar STEI, salah satu suporternya, yang emang punya bakat rusuh (dan you'd have guessed right: it's a girl!!!), mulai teriak-teriak ke wasitnya. Permainan STEI pun mulai berantakan (ga tau apakah efek dari si cewe berangasan itu tadi, ato emang pelatihnya ga kasi komando yang jelas). UNBOR tambah lama tambah jauh menjaga jarak. Lagi asik-asiknya menyerang lewat serangan balik, suatu kali pemain UNBOR yang sendirian di bawah ring malah turnover. Rupanya dia pemain basket yang hobinya jalan-jalan (terjemahan bebasnya: travelling). Temennya langsung teriak ke dia: "Woii, kita belom menang!" Ya betul sih, masih sisa 3 menit, walaupun udah beda 7 poin, dan dengan keadaan yang sama seperti ini, harapan STEI buat menang udah ampir ga ada (kecuali pelatihnya diganti ama Rick Pitino). Bener aja, on the next possesion, satu pemain STEI menyandung pemain UNBOR, abis bolanya kecolong di lapangan sendiri. Untungnya pemain ini fair, dia minta maaf (kadang suka ada pemain yang nyolot, udah tau salah tapi gayanya tetep aja norak kayak Dennis Rodman). Flagrant foul, dua free throw plus possesion. Dan si cewe preman tadi kemana? Tenang, dia masih ada kok, ngoceh-ngoceh ga jelas: "Bagus, biarin aja..." bla bla bla... Hasil akhirnya sih 59-48 (kira-kira segitu pokoknya), beda lumayan jauh dibanding halftime tadi, walaupun emang cukup seimbang.


Sebenernya udah cukup malem, udah bisa kalo mo pulang, tapi liat yang berikutnya ternyata seru juga, USAKTI vs ATMAJAYA. Satu pemain dari ATMA dengan noraknya pamer dunk tiap kali ada sesi layup. Dan memang kalo dari tongkrongan, kayaknya ATMA bakalan menang, karena tampang skuad USAKTI kurang meyakinkan. Ada satu pemain yang gondrong bin kriwil-kriwil (kayak rambutnya Ronal Xtravaganza), ga taunya dia ini yang jadi gacoannya. Bentar yah, silakan disimak aja berikut ini.

Pertandingan mulai, dan yang mengherankan, poin pertama dibuat USAKTI. Bahkan mereka cukup mendominasi dengan unggul 7-2, lalu 10-4 sampai pertengahan Q1 dengan mencetak 2 kali 3pt. Tapi trus keliatan kalo bigmen USAKTI jadi titik lemah (keliatan kok, orangnya culun gitu), baik pas nyerang maupun bertahan. Reboundnya gampang dicolong, boxed out ga sempurna (padahal pelatihnya udah teriak-teriak; kalo pelatihnya ATMA sih santai-santai aja... ato jangan-jangan dia ga dateng, yang di situ bukan pelatihnya???). Sebelum habis Q2, skor udah 22-22. Dalam serangan terakhir, ATMA berhasil bikin poin, tapi di sisa 3 detik, si bigmen USAKTI (yang culun tadi) bukannya nembak malah dribel, trus dioper. Ya udah, abis deh waktunya...


Istirahat gue iseng-iseng liat tabel liga. TERNYATAAA... ATMA itu tim unggulan di sini, mereka sama sekali belon pernah kalah, rekor 100%. Sedangkan USAKTI udah bolong-bolong, kalo ga salah baru menang 2 kali (ada sih kekalahan mereka yang apes, cuma kalah 1 atau 2 poin). Dan memang pas masuk Q3, gue melihat ada sesuatu yang mencurigakan. Ada beberapa pemain yang punya kemampuan penetrasi yang bagus, tapi cuma dimasukkin sebentar, udah gitu ditarik lagi. Dan ini biasanya terjadi pas mereka lagi buntu cetak poin. Setelah lancar cetak poin, dan unggul lumayan, si pemain ini akan ditarik. Juga si pemain yang hobi nge-dunk (nomor 12) cuma main bentar banget. Tapi kalo yang ini ga tau apa karena disimpen karena kelewat jago, apa karena bodoh (hehehe, maap...) Soalnya pas dimainin, ga ada semenit, udah buat 1 foul. Ditarik, trus nanti pas masuk lagi, bikin foul lagi. Total dia foul 3 kali di posisi bola yang ga penting banget deh, padahal mungkin cuma main di bawah 5 menit. Trus tambah lama pertandingan ini semakin ga ada gregetnya, yang ada gue semakin gregetan karena under ring defense USAKTI ga lebih bagus dari BIG-REDS (huehehehe, sapa dulu donk yang di bawah ringnya...). Alhasil ATMA tetep bisa menang 49-41, terlepas dari permainan seadanya dengan pemain-pemain cadangan yang disuruh tampil (ini asumsi gue yah, sori kalo salah!)




Hari ini (sabtu), semua pertandingan penyisihan udah selesai, dan besok bakal ada 2 semifinal. Finalnya sendiri ga tau kapan. Yang jelas, sebagai klien di GMSB, gue sih udah merengut dari sekarang!

Friday, July 25, 2008

What if...

Cuma lagi ngebayangin hal-hal yang sebenernya bisa aja terjadi, "andaikan" hal-hal lain terjadi ga seperti yang sudah terjadi...

Bingung??? Sini tak kasih contohnya...



Contohnya...



CONTOHNYA...





hmm...
(that's why i'm no good in taking examples!)


Contohnya: andaikan gue bisa memberi contoh yang cocok tiap kali ngobrol, jadi obrolan kita kan ga sampe putus di tengah jalan.

Yah begitulah, kadang-kadang memang ada beberapa hal tak terduga bisa datang sekaligus di saat yang ga kita sangka-sangka. (itulah sebabnya di minggu ini gue nge-tek satu tempat lagi di wordpress, yaitu takterduga ;D ~> jangan diklik dulu, belon ada isinya, coba lagi minggu depan yak...) What if... Dari hal-hal tak terduga ini hidup kita bisa berubah. Mungkin seperti digoyang riak kecil, bisa juga seperti kapal yang hampir oleng kena badai (ato TITANIC yang bocor kena iceberg ~> pengandaian yang cukup ngawurrr...)


Nuff bout tis, the rest should be available in "THAT" blog by the end of this week (or so), sebagai penutup, enak rasanya bila didendangkan sebuah lagu dari MOCCA (dengan judul yang sama dengan posting kali ini... plagiat memang nikmat!)

Thursday, July 24, 2008

It's Anniversary Day -- Our Family Day

It's been years since we celebrated as a family, wasn't it, Dad?

Mom has left us quite a time, and it's been SIX years from our last celebration, a Silver Wedding Anniversary. You thought that it would be a meaningful and rejoicing evening if we could have a party, inviting our closest family and friends to gather in our house. Even long enough before it, we had come to a thought for making a little party at a pool-side, inspired by Dad's high-school friends who also celebrated their 25th wedding anniversary at the pool-side. That was when we still had faith that GOD could heal her fully and make her walk again.

When the days grew, and July was approaching nearly, seemed that our faith had changed. To see the dearest person in our heart suffered that much really made us want to do anything -- ALMOST anything -- to be with her longer, if not forever. Even until the night before she left us, i still not had any clue about what happened the next morning (it was sunday evening, and i was at sunday mass, on my usual seat back when i was a kid, front-left, all alone...)


And now it's the 24th of July, again.

funny that i recall this day only from a parking ticket, as usual as it might be...

Friday, July 18, 2008

P*ssing Week!

Kukecewaaa!!!

Yah, yang namanya best friend itu emang yang paling berpotensi bikin lu kecewa (definisikan best friend menurut yang kalian mau: apakah termasuk ga kontak sama skali dalam 2 tahun? yah, buat gue masih iya sih...)


Ga tau sih udah berapa kali gue kecewa karena temen yang gue anggep deket, bahkan seperti sodara kandung sendiri (soalnya gue emang ga punya sodara kandung; enak kan?? eitss, yang punya ga bole protes!!!), kasi pengumuman merit secara semena-mena: 2 di luar negeri, dan satu di sini. Well, pengen kasi alasan yang meringankan?

in a chronological order, here they are:
SATU: temen gue yang cewe di amrik, orangnya emang cuek (wah, ini pembelaan yang sangat meringankan: dimana-mana orang cuek mah ga perhatian ama di sekitarnya; bahkan gue pun keseringan cuek, walaupun cueknya pilih-pilih juga sih...). Gue dikasi tau kira-kira sebulan sebelumnya, dan dijanjiin undangan sih. Gue bilang ga usah, ntar aja kapan-kapan. Sekarang dah 6 tahun berselang, kata dia undangannya dah ga tau nyangkut dimana di sudut rumahnya, dasar chuexx... Daaaannn, masih ada lagi, pas dia mo bikin pesta di jakarta, kasi taunya juga sangat koboi sekali, and guess what? At that time i was in the middle of sumatran jungle, perfect isn't it???

DUA: temen kos gue, yang paling deket... rumahnya (soal hubungan, ga tau deh, mungkin juga; tapi berani jamin kalo rumah gue yang paling deket ama rumahnya, soalnya ke bogor dulu juga suka nebeng, gue juga orang pertama dari temen kosnya yang dijeblosin masuk CNI ama dia...). Alasan yang meringankan mungkin adalah bahwa dia nyiapin pestanya sangat terburu-buru (mungkin inget umur juga), dan bahwa gue adalah orang pertama dari lingkaran kos yang dikasi tau, plus dikasi undangannya (soalnya ada salah satu temen gue yang ngembek.. eh ngambek maksud gue, ga mo dateng ke pestanya, gara-gara ga dikasi tau langsung, tapi lewat gue segala; untung ada temen gue yang ngebujukin -> bingung kan napa bukan gue yang bujuk? nanti aja bahasnya...)

TIGA: baru-baruuuu iniiii bangedddd (bener-bener masih sehangat t*1 ayam --maap bangetss buat yang lagi baca blog gue sambil makan ato ngemil yah...) temen baek gue dari sd, smu, sampe nanti (if GOD permits) ngasi pengumuman soal ini. Awalnya sih gara-gara gue login ke MSN, sesuatu yang cuma gue lakukan kalo bener-bener ga ada kerjaan, komputer lagi fit ga keabisan memori, udah ga ada PTC buat diklik, ga baca/buat imel, ga ada ide buat blog, ga ada seorang pun di YM yang mao gue ajak ngobrol, ngantuk tapi ga bisa tidur, ...bla bla bla..., dan hal-hal lain yang lebih penting lagi ga gue lakuin. Nah tiba-tiba dia nyapa -- one thing never happen in the last hundred year, and maybe not going to happen another hundred... -- dan nanya alamat rumah gue. Sorry to say my friend, i still not find any reasons to lessen my dissapointment, while still wondering: if, no... IF (with bold, capital, and bigger font) at that day i wasn't supposed to be logging in MSN, what would you do to reach me?? In no more than two weeks you're gonna wed, and this is the least you do? Well then, i guess i should blame the preparation that made you mad, or something similar...


Above all, wish you all the best; and maybe this week i'm just being too pathetic...

Wednesday, July 09, 2008

Anak Mal Strikes Again!

Sebagai anak mal (baru aja sih gelar nih, setelah gue membaptis diri gue sendiri), rasanya gue ga tenang kalo belon nginjek sama sekali tu gedung PP, ato yang dikenal di kalangan bisnismen sebagai "Pacific Place", suatu kompleks kalangan borjouis (inget, gue sangat-sangat senang dengan apa-apa yang berbau "borjouis"!). Ni mal yang sempet bikin setori di pertengahan tahun lalu, tebusannya mencakup beberapa nyawa tak berdosa (boong kalo ada yang ngomong gitu, berani tarohan yang mati itu ga berdosa??), plus kemacetan dan kehebohan di detik.com (yah, selevel lah ama gempa yang kemaren-kemaren itu, walopun masih kalah keren ama gempa di taiwan, soalnya tarohannya koneksi internet se-indo boo!!), jadi agak ngeri juga gue pas masuknya, apa bener ni mal ga seremmm? Gue kan masih mo idup seribu tahun lagiii...

Ternyata memang beda dari mal biasanya... Pengamanannya: norak! mirip hotel gitu (jarang, mungkin malah blom ada mal yang norak kaya gitu!), tapi whaddaya know, di sebelahnya kan emang hotel boo (ritz-carlton, or whattever it spells) Nah, karena skalian udah kesana, rugi kalo ga rendezvous ama temen gue (sori kalo ada yang ga ngerti, itu bahasa prancis, sengaja, karena temen gue ini jago prancis, gue ga mo dianggap katro). Ada yang bilang ini kencan, biarin aja, gue ga nolak kok (berhubung sex orientation gue masih straight, bego kalo nolak dibilang kencan ama cewe!), but i prefer to call it "writers' meeting"!

Giliran masuk toilet untuk yang pertama kalinya, langsung heboh. Bukan guenya yah yang heboh -- sori yee, gue ga sekatro itu (kecuali kalo liat toilet yang canggih punya, tapi sekarang lagi ngga) -- tapi gara-gara mati lampu tiba-tiba. Tadinya gue mo pura-pura nyasar ke toilet cewe, dengan alesan mati lampu jadi ga keliatan. Tapi jelas ga bisa pura-pura bego kalo ketauan (wong muka gue muka cerdas bin licik gini, walopun ada aksen polosnya juga sich -- buat yang belon pernah ketemu, bisa koq dibayangin dulu...), jadi gue play safe (kaya iklan k*nd*m?) aje, masuk toilet cowo, walopun dengan resiko dikatain "gay" (lho?!!). Tapi cuma pas di washtaphel doank yang gelap, belum sempet buka ruitsleiting juga dah terang lagi, jadi bisa pipis dengan nyaman. Sempet mo buang tisu di tempat keringin tangan, lagian tempat keringin tangannya aneh, sayang gue dah melangkah maju pantang mundur keluar dari toilet, tapi dengan tekad mo coba itu pengering ntar-ntaran...

So, ketemu deh gue dengan Claudia (gue demen namanya, mirip film indonesia; ama merk sabun juga ada yah?), dan seperti biasa, gue sangat jelek dalam tahap pengambilan keputusan tempat makan, terutama dengan pilihan-pilihan yang sangat menajiskan kantong dan sense of calculation gue (harap maklum, kantong kaki lima tapi leher... ya kaki lima juga lah!). Akhirnya ngejogrok lah di "URBAN KITCHEN", tempat kumpulnya macem-macem makanan kaum urban (kecuali gue! Gue orang jakarta asli ye, soriii!!! Kalian-kalian itu tuh yg ndeso, urbanis!). Nyobain kwetiaw-nya orang thai, 35 rebo cuma dapet seuprit (begitu liat porsinya, cacing di perut gue langsung mati separohnya; berkurang lagi deh populasinya); but that's quite a bargain, secara enak sih rasanya. Ditambah dengan cerita temen gue soal makanan di thailand waktu dia kesana, bener-bener bikin pengen nyobain pergi ke sono dan makan langsung (dengan porsi yang jauh lebih besar, pastinya!!!)

Laper? Ya pasti ada ronde keduanya lah... Cuman, kalo biasanya levelnya turun, ini ngga, tetep panteng di situ, nyobain sushigroove, another 40k to say goodbye ;(( And when we thought that we were the last group standing (or sitting), ternyata masih ada pesta di meja sebelah (kaya farewell party?). Jangan lupa, mo ngerasain pengering tangan itu loh, akhirnya gue kembali ke toilet (tukul aja kalah katro) sebelum pulang.

Pulang deh, lega rasanya hari ini sudah berperan dalam mengurangi emisi di kotaku tercinta ini. Yups! hari ini gue ga bawa motor (walopun belon tentu juga emisi di jakarta berkurang, secara motor di rumah pasti dipake nyokap gue), dan melewatkan sebagian kecil waktu gue dengan berjalan kaki di bawah langit Jakarta (ga banyak, cuma 3-4 kilo doank, ga nyampe sejam kalo ditotal). Walaupun gondok juga nunggu bis ga dateng-dateng, plus ngetem seperempat jam di pintu tol (kalo dah gini jadi agak merasa aneh ama komunitas para penggemar bis kota itu, kok bisa-bisanya yaa... tapi emang kadang ngangenin sih, asal sebulan sekali, kagak seminggu sekali deh...)


P.S.: tulisan hari ini tidak akan terbikin (bahasa yang aneh??) tanpa jasa dari rekan non-penulis gue, ARDI (maaf, kali ini gue harus SARA - Selera Makanan (dan cewe); Anatomi; Rambut; Anda Penulis atau bukan), yang dengan tidak sopannya nelpon gue pas lagi asoy-asoynya b*k*r di w*sm* m*l*a, gara-gara ke-gep ama bosnya maen capsa di jam kerja (bloonnya die, yang kena gue...) katanya gue janji mo ngasi die game capsa (padahal gue kan cuma bilang "ada!", ngasihnya kapan-kapan, ya suka-suka gue donk!). Akhirnya dari gue yang males main kompie di rumeh gare-gare (lho, jadi betawi?) sukenye heng mulu, akhirnya ngidupin lagi ni kompie, trus nulis blog deh...

Sekian ye sodare-sodare, aye tidur dulu, uhuuyyy!
@Gracie, remind me of that 40k dragon sushi...

Friday, July 04, 2008

Bola (=ball) Keranjang (=basket)

Tau olahraga apa yang paling gua suka? Coba tebak! Ada hubungannya ama judul di atas? Bagaimana kalo gue bilang iyah??? Pasti gampang kan... atau ngga (kalo jawabannya yang kedua, harap cek IQ lu-lu di psikolog terdekat!)

Sebenernya olahraga favorit gue nomor satu adalah... TENIS. Yup, olahraga yang bahasa inggris maupun indonesianya sami mawon! Alasan pertamanya adalah... i don't know (??? i think it just like "love doesn't need a reason! taelaaa... lagi jatuh cintrong stip?!!). Kedua: gue jelek dalam permainan olahraga beregu, sebagus apa pun juga skill individu gue. Ketiga: mo digimanain lagi, gue merasa jadi orang terjago di dunia kalo udah main tenis. Kalo main ama orang trus kalah, tetep aja merasa bahwa gue lebih jago, tapi lagi ga berada pada form terbaik aja (nah, sayangnya gue sering sekali tidak berada dalam form yang terbaik). Bahkan, jujur aja nih (tapi jangan bilang sapa-sapa yah!!), sampe sekarang gue masih memimpikan untuk jadi atlet tenis berskala internasional, suwer!!! Kadang gue pengen bisa pergi ke luar negeri (alasannya ama bokap sih kuliah), tapi trus di sana masuk ke kamp tenis, belajar terus sampe jadi pemain pro (cita-cita kan emang katanya kudu digantung setinggi langit!).


Sekarang... umur gue udah ga muda lagi, walaupun masih belum tua juga... (lho???) Tapi seperti tertulis di profil gue yang masih valid sampe detik ini, dengan usia belon 30, kesempatan tetap ada rasanya, apalagi dengan prestasi tenis Indonesia yang ngos-ngosan begitu (eitsss MENGHINA!!! Indonesia baru aja mendapat "setengah" medali emas ganda putra junior di Rolland Garros 2008! Mo tau siapa yang dapet? Makanya baca koran... juga baca blog ini, hehehe... padahal di situ ga ada, kelupaan boo *shy*). Gue maklum sih, perkembangan olahraga ini kurang pesat karena kurang merakyat, mo beli raket mahal, bolanya juga. Lapangan, susah. Yang jelek sih banyak, tapi bikin sepatu cepet rusak, padahal sepatu (lagi-lagi!) mahal. Trus kalo main sewa ballboy yang (kali ini) ngga mahal sih, tapi kan keluar ongkos tambahan, dibanding main badminton ato sepakbola, yang bisa dimana aja dan minus ballboy. Ga pake ballboy? Ga usye yeee, yang ada pukulan bakal miring kesana kemari karena sebelumnya udah ngos-ngosan ngambil bola...

Jadiii? Mimpi Steve Menggapai Pentas Dunia bisa jadi target terdekat, karena hidup ini cuma sekali. Jangan nanti pas gue dah pegang tiket masuk Surga, baru mikir, kenapa ya dulu gue cuma terima nasib jadi pegawai ga jelas, padahal impian jadi pemain tenis itu jauh lebih jelas, daripada ga punya impian sama sekali.

So help me GOD, i want to grab my tennis racquet, and start finding good manager to handle my soon-to-be popularity, then... (the rest is still uncertain to be told)

Thursday, July 03, 2008

Meooongg!

Pagi tadi, gua liat kucing hitam garis putih yang (gak gitu) lucu, dengan ekornya yang kayak buntelan gitu. Kalo kata nyokap gue, kucing yang buntutnya pendek (ato malah namanya ga ada buntut?? kan cuma seuprit gitu...) itu kucing yang bodoh, beda ama yang buntutnya panjang (ato ada buntutnya lah pokoknya!). Kenapa? Ntar kita bahas belakangan. Yang jelas tu kucing sempet kedip-kedipan ama gua di teras (gua masih di garasi mo ngeluarin motor); sejenak dua jenak gue lupa, manasin motor dulu, bawa ke teras... Tiba-tiba kedengeran teriakan legendaris nyokap gue (yang lain lagi). Wah gawat nih, ada yang salah?!! Ternyata si hitam garis putih itu masuk rumah diem-diem (ya iya donk, masa permisi dulu ama bokap gue???), dan konon kabarnya sempet nyicip kamar gue juga... Huehehehe, napa ya kamar gue yang dipilih? Apa karena isinya cukup bersahabat dengan binatang? Ato emang dia cuma bisa ke situ? Untung ga langsung naik tangga ke atas, bisa-bisa ga kliatan deh sampe ntar siang pembokat gue beres-beres... Jadi karena "cuma" ke kamar gue, bokap bisa ngeliat dari meja makan, sukses deh tu kucing diusir keluar... --maaf yah buat para kucing-mania, keluarga gue galak-galak.

Hari ini panas yah? Rasanya helm yang pake UV-protection (maksudnya yang kacanya gelap itu loh!!) aja ga cukup, perlu ditambahin plakban kali yah biar ga silau lagi, huh! Dan pula bikin emosi jiwa di jalanan, untung anak sekolah lagi pada libur, hehehe... (hush steve! lu kan jadi ga dapet sampingan??) Jadwal gue hari ini adalah ke kuningan (means: gue ga ke kantor gue yang melelahkan karena harus naik tangga ke lantai 4, tapi juga di sana bisa browsing sepuasnya seharian), cari tempat parkir gratis dulu di mampang, karena gue mo sampe sore, hehehe... Dah gitu miiting ama salah satu provider CDMA. Sempet kebat-kebit karena ga ada bos. Akhirnya dia nyampe juga sih, tapi dia malah wanti-wanti kami (ama satu lagi temen gue, yang baru aja dapet username "maul" di ymail, ama ngebet buat dapetin nomor cantik yang mengandung M-A-U-L = 6285; tadinya malah mau 6285262 = MAULANA! --tapi ini cuma nama contoh ya..) supaya ga terlalu bergantung ama dia. "Kantor itu punya kalian juga kok! Kalo mo ambil keputusan, ambil aja. Paling kalo salah, saya bisa bilang, 'Steve salah, Pak!' Coba kalo saya yang salah, kan lebih repot kalo kamu yang bilang, 'Maaf, atasan saya salah, Pak!'" --hehehe, bener juga seh...

Kelar miiting lumayan cepet juga, malah gue ga sempet antisipasi kalo jam 2 dah bisa cabut (!!!) hehehe... Sempet ngurus kegiatan basket ama salah satu petinggi partai... oops, maksudnya petinggi salah satu organisasi massa terbesar di Indonesia (apa coba???), salah satu urusan yang cukup buat gue stresz akhir-akhir ini, tapi untung sekarang sudah diusahakan untuk let loose, so i'm not too attached emotionally, officially (ribet ya bahasanya?!!) Ke bank dulu di tempat parkir gratis tadi (supaya ga diresein), trus stick to the original plan from morning: PESTA BUKU JAKARTA. Sebenernya sempet ada pertempuran batin juga sih, antara jadi dan ngga, karena ni otak udah konek ke tempat tidur muluuu!!! Akhirnya setelah ngitung-ngitung kalo besok-besok dah ga sempet, pergi juga deh, ngambil parkir di Hotel Atlet Century Park (maaf untuk kalian para calo parkir senayan, tapi GUE SEBEL BUANGETTT AMA LO PADE!!! --kecuali mungkin yang suka jagain malem-malem di lapangan ABC, abis baek sih suka nyapa gue, bolos basket lama aja dicariin, inget aja ama gue...)

Sampe di sono jam 3, liat sebelah, wuihhh fX dah jadi tuh!!! (jadi ceritanya abis ada eX, then fX??? mboh ah, wong lokasinya aja ga sebelahan... susah kali nyari 26 gedung mal sebelahan biar bisa buat dari aX sampe zX). Lumayan nih abis dari senayan mampir ke situ, dandanan gue emang udah pas, santai casual model mahasiswa, manalagi rambut dah gondrong terbengkalai... Masuk ke lokasi Pesta Buku udah agak males-malesan, otak kayaknya bener-bener kekurangan oksigen deh, ga bisa nyimak apa-apa... Keliling-keliling cuma nyari buku super murah yang sangat worthed untuk jadi koleksi gue (which is, next
to impossible
) Di salah satu stand malah ditawarin "ARABIAN KAMASUTRA", what the #$%^!??? (suer, gue ga masuk ke stand itu, wong ditawarinnya pas gue baru jalan lewat di situ!!!) Dipikir-pikir, dengan tampang (yang gue asumsikan mirip) mahasiswa gini, what's in her mind??? Apa emang untuk mempromosikan seks bebas? Apa tampang gue kayak orang yang pro-free-esek-esek yah? Ah sudahlah, ga ada dia, ga ada cerita ini...


Sapa bilang di pameran buku ga ada makhluk manis? Yang kayak gituan ada kok dimana-mana, kalo aja mo dicari... Gue ga cari aja keliatan kok berseliweran di sana, tapi tokh ga buat semangat hidup gue meningkat juga. Dah mo keluar liat kaos bertulis "Bukune", free-magz yang pernah gue dapet kira-kira setaon lalu, jadi pengen ambil lagi, mulai deh "aga" semangat nyari stand yang related: GagasMedia. Ternyataaa... BUKUNE udah ga gratis lagi, huhuhu... Harganya ceban, padahal pas dibolak-balik isinya banyakan iklan juga (iklan buku juga sih, tapi ya gitu lah...) Akhirnya dengan semangat "Gratis No. 1!", gue embat aja katalognya GagasMedia (gue tau sih katalog biasanya gratis, tapi agak trauma juga sih gara-gara liat tag "ceban" di BUKUNE tadi; untung ada mbak di kasir yang bilang gratis ke ibu di sebelah gue...) Liat buku-buku obralnya GagasMedia, sempet nyesel juga yah, napa dah beli salah satu buku dari mereka di PIM tempo ari (kan lumayan ada diskon 10% disini). Ngubek-ngubek bak (yang kayak tempat baju obralan di Metro), ada buku-buku yang ancur-ancur, salah satunya yang gue baca -- walopun ga sampe abis (ga mo ngaku!!) -- adalah "BLIND DATE - Make It Simple". Lucu juga sih, jadi pengen beli buat siap kalo ada blind date berikutnya (hahaha!)

Selesai, keluar dah! Dah sejam lewat, nanggung mo balik bayar parkir kan 2 jam juga, sama aja... Ngeluyur deh ke mal baru itu. Eh, ternyata dah ada isinya juga loh! (walopun baru cafe-cafe semua). Baru masuk aja dah ngeliat pemandangan lucu: 4 orang melototin bill, tanpa ada seorang pun yang inisiatif mo bayar duluan (pada ngeliatin apaan sih kalian?!! ga sadar yah kalian diliatin orang lain, yang pelit ga pernah ke cafe?) Disain? Ok. Well, gue bukan seniman, tapi emang gampang sekali sih ngasi pujian tentang hal-hal baru yang gue baru liat. Dan menurut gue, konsep mal ini menarik. Di tengahnya ada luncuran yang namanya "Atmos-FEAR", seru kayaknya kalo dicoba bareng temen-temen. Luncurannya free, se-free juga seperti parkirnya (RATS!!! tau gitu gue parkir disini, @#$%^&!!!) dan Wi-Fi (ntar pinjem PDA kantor ah kalo mo kesini, hehehe...), asaaaalll... berbelanja di situ minimal Rp 1,- (which is: virtually impossible!!! gue sih ngebayangin barang-barang di situ paling murah cepekceng, hehehe...) Ngga ding, lu bisa kok nunjukkin tiket bioskop lu. Di sana bioskopnya "Platinum XXI". Kesannya muahalll buangedds! Ngga kok, sama aja ternyata kayak di SMS (Serpong Mal Sumarecon - terserah gue donk mo dibalik apa ngga!), senin-jumat 15,000, weekends-holiday 25,000. Ini adanya di lantai 7 (barengan ama luncuran tadi), sedangkan dari lantai 2 ke atas masih kosong.


Puas jadi mahasiswa yang sekaligus anak mal, pulang deh...


Ohya, gue masih utang yah mo ngasi tau napa kucing yang ga ada ekornya itu bodoh? Gampang aja, soalnya kucing ini kalo maling suka ketauan, jadi sering dizhalimi. Minimal, ekornya sering kena sabetan, jadi buntet deh... Kalo yang ekornya panjang itu lihay bin jablay, jadi tidak pernah terzhalimi. Begitu penjelasan ilmiahnya sodari-sodara... Gue off yah!

Friday, May 30, 2008

Gas up in the attic??? Why bother...

Another block...


Consider that i want to write a remembrance, but it doesn't flow naturally, so i checked out things out there and find this rather interesting picture; enjoy!

Wednesday, May 21, 2008

When I Travel to Singapore...

Well, the most wonderful thing about life is: you'll never know what tomorrow will bring.

It happened that i forgot what silly movie i watched a week ago on cable tv (Celestial Movies), so i browsed the schedule and found 'twas "LADY IRON CHEF". Googling things out and finding a link or two about the movie, but then... my eyes got stuck on this web: "ladyironchef.wordpress.com" at the 10th hit. So i went and checked the web out, found out that it was some kind of a journey blog of various cuisines (and from my simple deduction: a singaporean blogger writing about his home country food). The web has been moved to http://www.ladyironchef.com/ effectively on April 8 (at its first birthday, congratulation!), so you may visit it sometime, particularly when you want to have a journey nice to remember to Singapore :D (me too want to check things out, maybe seek a proof of tastefulness, hahaha...)


I just can't wait to cashout my money from the PTC thingy... Until then, see you in Singapore!

Wednesday, May 07, 2008

2008 RBC Bible Teaching - Link

Ohya, sebelum lupa, buat yang ga sempet dateng walaupun pengen banget ikutan, gua akan nulis apa yang sudah gua dapet dari sana di satu blog khusus (blog yang gue buat khusus untuk menampung segala tulisan yang "lumayan berat" dan mempunyai tendensi ke arah tertentu - y'all know what i mean ;) )

Silakan mampir kalo sempet, karena - kalo sempet juga - guwe akan sering-sering nulis di situ, hehehe...


link

2008 RBC Bible Teaching - An Invitation

Minggu ini diadakan RBC Bible Teaching selama 5 hari dari senin sampai jumat, dibagi merata di 5 penjuru Jakarta. Nah, mengapa gue baru mengeluarkan pengumumannya sekarang? Mungkin karena tidak tahu harus mengacu ke link mana untuk info lebih lanjutnya (karena hanya diberitahu melalui surat dan e-mail, hehehe... eh, ini ada dink, tapi ini hanya link untuk tempat penyelenggaraannya saja) Acara ini diadakan oleh RBC Ministries, dan setiap acara yang diadakan selalu menyajikan topik yang menarik (paling tidak untuk gue pribadi, tapi gue yakin juga menarik untuk kalian, karena mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah kita sadari)

Untuk kali ini, tema pokoknya adalah "THE SPOTLIGHT OF FAITH - UNDERSTANDING WHAT IT MEANS TO WALK WITH GOD". Breakdown acara tersebut adalah sebagai berikut:

SENIN, 5 Mei 2008
JAKARTA BARAT - UKRIDA, Jln. Tanjung Duren Raya no. 4, Aula Utama, Gedung E Lt. 7

1. KALEB - Iman Seorang Pria Tua (Yosua 14:1-14)
2. YOKHEBED - Iman Seorang Ibu (Keluaran 1:2-10)

SELASA, 6 Mei 2008
JAKARTA PUSAT - GBI Sona Topaz, Sonatopaz Tower Lt. 5A, Jln. Jend. Sudirman Kav. 26

3. ANDREAS - Membawa Jiwa Kepada Yesus (Yohanes 1:35-42)
4. BARNABAS - Memberi Semangat kepada Orang Lain (Kisah Para Rasul 4:36-37, 11:22-26)

RABU, 7 Mei 2008
JAKARTA SELATAN - Raffles International Christian School, Jln. Gedung Hijau Raya I no. 1, Pondok Indah

7. MUSA - Harga Sebuah Ketidaktaatan (Ulangan 3:23-29;Bilangan 20:1-13)
8. MARIA - Harga Mengikut Yesus (Yohanes 12:1-11)

KAMIS, 8 Mei 2008
JAKARTA TIMUR - GRII Matraman (Sebelah Lab. Pramita), Jln. Matraman Raya 24

7. DAUD - Kegagalan Seorang yang Berkuasa (2 Samuel 12:1-14)
8. GIDEON - Iman Seorang yang Lemah (Hakim-hakim 6-7)

JUMAT, 9 Mei 2008
JAKARTA UTARA - GKBJ Kelapa Gading, Jln. Komplek Gading Bukit Indah Blok Q 23-26, Kelapa Gading

9. NUH - Memercayai Allah dalam Kegelapan (Kejadian 6:5-13)
10. AYUB - Memercayai Allah dalam Penderitaan (Ayub 38:1-7)

(catatan: semua acara dimulai pukul 18.30 TEPAT!)

Ada kata mutiara yang sering terdengar: "lebih baik telat daripada tidak sama sekali"; maka dari itu, karena masih ada 2 hari tersisa, buat yang berminat datang ke acara ini, sangat ditunggu kehadirannya, karena acara ini hanya setahun sekali, banyak pelajaran yang dapat diambil dari acara ini. Kadang kita terlalu banyak berpikir bahwa butuh persiapan ini-itu-ini-itu untuk datang ke acara yang terkesan "rohani" seperti ini. Tapi satu hal yang tidak kita sadari, kadang Tuhan berbicara kepada kita, dan menggerakkan perasaan kita yang terdalam untuk ikut acara-acara seperti ini, namun kita terlalu keras kepala untuk menaatinya. Mungkin pada saat inilah Tuhan mau menjawab masalah yang sedang kita alami saat ini, yang sepertinya susah sekali diselesaikan dan membuat kita serba salah. Percayalah, Tuhan masih ada untuk mendengarkan setiap keluhan, dan tidak hanya mendengar, namun memberikan jawaban atas masalah kita, jika kita merespon suara-Nya dengan benar.

Sampai jumpa di sana. TUHAN memberkati!


P.S.: untuk yang mau datang ke acara ini, kalau sudah sampai di tempatnya dan ditanya undangannya (biasanya kalau datang tepat waktu; kalau datang telat sih biasanya langsung disuruh duduk, hehehe... --ketauan deh suka dateng telat!), bilang saja mendengar info ini dari teman via e-mail/internet/whatever you wanna say, kalo butuh info soal gue, nama gue STEVE, nomor member RBC 600-019-781 (but trust me, ga bakal sampe ditanya sedetil itu kok, gue yakin mereka dengan SANGAT senang akan menerima kalian di sana, karena Firman Tuhan memang untuk disebarluaskan ke semua orang, bukan hanya kalangan terbatas saja)


Friday, May 02, 2008

Blocks every writer hates...

... and so they called it: Writer's Block. That's it. (it's a good link, if you're in it now...)

Gue ga tau, apakah ini penyakit musiman ato kambuhan, penyakit keturunan atawa menular, tapi siapa pun dia, yang ngaku-ngaku bahwa mereka itu penulis, pasti pernah ngalamin dimana ada waktunya mereka ga bisa nulis APAPUN! Ya, apa pun itu!!! Satu film yang paling asik yang pernah gue tonton (jujur aja, ini film paling asik karena memang baru satu ini seinget gue, hehehe...), yaitu "STRANGER THAN FICTION" (untuk ceritanya, mungkin bisa klik link di posting blog gue sebelumnya...).


Temen kantor gue barusan baru aja ngingetin gue, kalo gue udah SEBULAN ga nge-blog... Yang dia tau, gue antusias sekali dengan keberadaan blog gue, dan selalu terlihat meng-update blog gue (paling ngga, dia liatnya begitu; padahal gue lagi ga ngapa-ngapain...) Busettt, kemana aja, Steve??? Padahal April itu seharusnya menjadi bulan yang menyenangkan (walaupun T. S. Elliot mungkin tidak setuju dengan pernyataan ini), diawali dengan April Fool (ini cuma anjuran dari Miss Cinta Laura, dibaca "Cincha Lawra"), diakhiri dengan mulainya NBA Playoff (lho??).


Trus mulai lah peperangan di otak gue, tentang apakah blog gue ini harusnya dipisahkan antara bagian olahraganya, seninya, resensinya, renungannya... Emang kalo dicampur ntar trus jadi pada mo ngebaca?? Berhubung gue keliatannya cuma antusias kalo nge-blog pasca menonton "sesuatu", memang bener kali perlu dipisah bagian-bagian tertentunya...



Sekarang semua sudah pada tempatnya (kecuali anjuran untuk membuat renungan c*b*l dari sodara RD - nama yang benar-benar c*b*l!), semoga menjadi lebih enak dibaca sejak sekarang.

Thursday, March 27, 2008

KUNOKINI - Yang Unik, Yang Aneh

Pagelaran Musik Perkusi Etnik “KunoKini”
WedsNight @ BentaraBudayaJakarta


Ya unik acaranya, ya aneh-aneh juga penontonnya... Ada yang pake pakaian tradisional (ya iyalah, karena musiknya agak berbau tradisional sih, lagian kan mereka panitianya, jadi lebih ngerti lah, masa panitia salah kostum??), ada yang pake kombinasi modern-tradisional (kebanyakan bagus sih, cocok dan modis, tapi ada satu yang "kurang enak dipandang"), mayoritas gondrong (bener-bener salah timing potong rambut neh :((( ), beberapa rapi (termasuk gue!!! gosh, salah kostum neh, huhuhu... mana tadi di kantor pake nyemir spatu dulu lagi, padahal udah filing sih bakal beda banget suasananya ama yang di erasmus minggu lalu -> see my previous blog). Tapi buat best costume of the night, gue vote buat bapak-bapak (yah, middle-40 lah), pake kaos oblong biru tua, yang dimasukkin ke celana bahan berikatpinggangkan kulit, yang dimasukkan ke sepatu ketsnya (bayangin dulu deh celana yang dimasukkin ke sepatu :D )

Sesi pertama dimulai "agak" telat, katanya nunggu undangan dulu. Ya udah deh, akhirnya dimulai juga jam 19.55 pake kata sambutan ucapan terima kasih buat sponsor yang membuat grup ini mampu pentas ke aussie... (padahal tu undangan ternyata baru dateng pas udah mo mulai, kira-kira 5 menit kemudian; gue tau karena tu undangan duduknya persis di belakang gue... dan ga nyadar juga kalo gue itu duduknya di kursi VIP :)) ternyata ada hikmahnya juga pake baju rapi)

Ok, mulai!
Lagu pertama (04:55) kurang jelas judulnya, sangat etnik (soalnya ga ada alat musik melodinya sama skali!). Lanjut lagu kedua (03:40), juga ga jelas, tapi udah mulai pake alat musik melodi, sejenis gamelan, karena cuma punya 7 bilah (tapi kalo denger suaranya, kok lebih deket ke kolintang yah?). Trus disusul ama "Lagu Jawa", katanya terinspirasi dari gempa di Jogja (aduh, yang ini apa lagu yang sesudah ini yah? sori lho kalo salah...) (07:40), cukup menggambarkan ke-jawa-annya dengan baik. Kalo aja gue ga kebelet pipis, pasti lagu ini ga terasa lama, karena dimainkan dengan harmoni yang indah.

Kemudian ada sedikit rekomposisi di panggung, now they played with vocal, dan juga tarian; masuk dua orang pesinden (abis posisinya sinden banget!!), satu cowo satu cewe, dengan satu vokalis utama cewe, merangkap penari. Lagunya juga ga ngeh judulnya apa (18:11), tapi yang jelas makin memperkuat hasrat gue untuk... pipis!!!


Ada jeda sejenak dua jenak, mereka ngobrol di panggung, gue pipis dulu deh...

Berikutnya (10:11), adalah komposisi yang gue incer dari awal, karena di video pra-pertunjukkan gue liat dan gue paling demen yang ini, ampir telat tadi masuknya gara-gara lalu lintas di luar cukup padat.

then came the...
--break--

Sesi kedua dimulai dengan sesuatu yang "kurang lazim", karena ada gitar ikut bermain (06:40), dengan irama yang nge-bossas, asik men! Setelah berdendang dengan instrumen di menit awal, ternyata liriknya adalah "gundul pacul gembelengan" yang dinyanyikan berulang-ulang (note: liriknya hanya 3 kata itu saja, bukan lirik lagu "gundul pacul" yang sebenarnya...), cukup mengundang tawa dan impresif. Disusul lagu R&B (05:50), "Souljah" (WOW!!!), with additional vocalist yang jago nge-rap (ya ga nge-rap betulan sih, ga kayak orang ngomel gitu), yang membuat suasana tambah panas di dalam sana (ngajak joged-joged sih, tapi cuma 2-3 orang yang berani malu). Lalu sedikit cooling down dengan lagu "Feeling The One" (06:00) yang mengajak kita untuk menyingkirkan perbedaan dan mengutamakan persatuan.

... ngobrol lagi tiga jenak, trus mereka ngeluarin lagu melodius nan sedih...

"Sahabat" (08:00) bercerita tentang kepergian sahabat yang takkan kembali lagi, bener-bener membuat gue menitikkan air mata...

udah begini, ga ada yang nyangka mereka bakal ngocol lagi... but they did!

"Bluyamko" (04:20), katanya judulnya itu (ga tau kalo gue salah denger), agak aneh juga, karena di depannya berlirik inggris; taunya... di belakangnya ada "Yamko Rambe Yamko"!!! Wah, boong banget deh kalo lo bilang lo ga tergugah rasa nasionalismenya pas denger lagu itu. Apalagi pas di akhir lagu vokalisnya bilang: "daripada kita ribut sana-sini, langsung aja mainin lagunya; mereka boleh klaim sesuka mereka, tapi ini budaya kita" (kira-kira begitcu; maaph kalo ga persis, gue emang suka improvisasi kelewat batas)

Abis dia ngomong begitu, sebenernya udah ketebak donk apa yang selanjutnya: "RASA SAYANGE"! (03:24)(02:15) Tapi ada sedikit apresiasi juga buat "para wanita di belakang pria-pria sukses ini" (ada yang aneh: yang di panggung 4 cowo, napa cewe yang ditarik cuma 3?? oo, ternyata yang 1 masih jomlo =)) ). Kali ini jogednya lebih liar. Yang joged juga mulai nyeret-nyeret temennya ke atas panggung (wah, kalo gue ga salah kostum, rasanya mau aja tuh bernorak-norak bergembira ria di situ...). Trus acaranya ditutup kayak model pertunjukkan di tipi-tipi gitu: pembawa acaranya masuk pas lagunya masih main, ngucapin terima kasih dan sampai jumpa, trus pas mereka pergi, musiknya belum selesai.

Udah deh, penutupnya bener-bener pas! Tapi show yang bagus biasanya memang menyimpan pamungkas kalo-kalo ada "curanmor" (we want more, maksudnya...), jadilah encore! (03:15) (gara-gara keseringan main "Guitar Hero" nih, jadi deh apa-apa encore, apa-apa encore!) Kalo yang ini, rasanya udah ga malu-malu lagi tu orang-orang di situ (yang memang komunitas fans mereka semua), udah liar abis-abisan deh, mana liriknya - kalo gue ga salah denger - bener-bener serasa membawa pendengarnya ke flower generation (WOODSTOCK, booo!!!): "babe, i want to f*** you!"


Thankyou KunoKini, thankyou BentaraBudaya, thankyou catering, and thankyou An (inisial yang tidak sebenarnya)!

Then i went home satisfied... and hungry!

What a nice ending to my lovely day!


Footnote: untung pulangnya gue beli ketoprak, karena di rumah makan malamnya ternyata... botox (yaiks, i hate it!) - so i still had a happy ending yesterday :D


Monday, March 24, 2008

I LOVE MONDAY

... coz it's EASTER!!! Happy Easter everyone :D (senyum termanis dariku)

walaupun:
#model rambut lagi ga karuan (bad haircut mode ON :(( )
##basket sepi peminat (lagi!!), efek dari (yup, betoel!) very-long-wiken
###kaki sakit pula pas main, sampe sekarang belum ilang!!
####jadi saksi kekalahan memalukan tadi malem (untung kakap gulungnya enak; eits, salah tempat...)
#####senin pagi mo berangkat lebih pagi, tapi kok malah kena macet dua kali? sekali ada truk yang mo minta jalan pas di depan gue; trus ada (sepertinya) kecelakaan... kejadiannya sih di sisi seberang, tetep aja yang nonton dari segala penjuru dunia, dasar ga bisa liat tontonan gratisan (plus kalo bisa nyumbang kekisruhan, biar yang susah tambah disusahin...)
######kantor sukanya mati listrik aja sekarang, heran sebel deh gue...

Tapi...
*minggu kemaren ini Paskah (dan libur panjaaaa...ang, jadi bisa ke greja tanpa harus mikirin mo bolos apa ngga, hehehe...) - plus a wonderful, quality time with my family!
**jumatan bisa makan-makan (kualitas ga penting, kuantitas bicara...)
***all-you-can-eat (bukan all-you-can-eat sebenarnya) @ IZZI kebon jeruk, akhirnya gue yang biasanya kalo makan pizza ga bisa lebih dari 2 potong, akhirnya "rela berkorban" demi menghabiskan potongan-potongan yang tersisa, termasuk species aneh berjudul Fiorentine (heran, siapa sih yang pesen ini???)
****dapet buanyaaa...ak buangettt collectible item di 4th TOY FAIR di tennis indoor senayan, kegiatan pre-nonbar yang deket banget ama tempat nonbar bigmatch LFC @ MU (tapi malemnya kita ga ke situ, :P ) - 58 kartu campuran, dari basket, bola, sampe football; trus juga ada postcard Tenipuri (anime Prince of Tennis) 1 set isi 32 biji, puas puasss...
*****kakap gulungnya enak (walopun sambil nonton kekalahan memalukan yang kesekian kalinya dari munyuk... eits salah tempat!)

Sudah selesai! Sekarang kembali ke minggu yang normal, 5 hari kerja, 1 hari berbasket dan nonton bola, plus satu hari untuk ke greja (ohya, hari yang terakhir ini kayaknya bakalan sibuuu...uk bangettt, siap siap deh dari sekarang...)

Enjoy your time, dear friends, and i'll do mine!

Tuesday, March 18, 2008

17 Maret 2008 - Selamat Ulang Tahun

Mie bihun, paling enak buatan meymey
Selamat ulang tahun, epi bersdey
Putus asa, bunuh diri
Tambah dewasa, jangan suka ngomel sendiri

Yah, apa coba kado terbaik untuk seorang teman, selain sentuhan pribadi yang tercetus dari kata-kata mutiara buatan sendiri? hehehe... Yup, semoga temen gue yang satu ini agak berkurang ngomel-ngomelnya, walopun kalo dia ngomel lucu juga sih; bahkan udah dalam posisi tidur pun, kalo tiba-tiba dia ngeliat ada yang ngeselin, langsung meracau (biasanya sih kalo lagi nonton bola; maap yah, gue belom pernah tuh tidur bareng ama dia, ogaaaahhh... :P ) Satu lagi kelebihannya, yaitu suka bikin puisi, walopun sering banget yang norak. Sampe temen gue yang lain suka ngeri sendiri kalo harus adu pantun ama dia... Ga tau yah, mungkin ini kelebihannya orang yang ganteng dan tegap (menurut pengakuannya sendiri) seperti dia. Liat aja pantun gue di atas, rasanya ada yang kurang gitu (oh iya gue tau, itu karena gue ga se-"tegap" dia...)

Eniwei, have a nice birthday, and a blessed year, dear friend!

LET'S GO RED SOX!!!
:P






Monday, March 17, 2008

Another "plus one"...

Rasanya ga percaya, baru aja minggu lalu gue dapet plus one dari wiken gue, taunya minggu barusan gue dengan sukarela mengorbankan satu jatah cuti lagi buat memperpanjang wiken gue... Sebenernya sih baru nyesel pas udah ijin (palagi kalo mikir minggu ini pun wikennya surplus, 2 pula! tapi karena ke greja dalam 3 hari - malah bisa 4 - jadi sebenernya agak ga terasa sih "plus"-nya, hehehe...), tapi nyesel ga nyesel sih, karena semangat muda gue terus terang merasa tersiksa karena harus berada dalam badan yang setara dengan badan opa-opa (sekali lagi, kayaknya ini kualat karena gue demen ngata-ngatain temen gue yang itu tuh - EKO - well, dia sekarang sedang beristirahat karena "kurang fit", semoga cepat sehat yah, biar bisa kembali lagi bermain bersama kami, hehehe...) So, dengan rindunya gue menantikan tukang pijat di deket rumah, untuk segera mereparasi badan gue supaya bisa lari-lari lagi seperti sediakala.

Trus kalau udah cuti gini, maunya sih jalan-jalan ama temen yang lagi nganggur, ato ke kantor temen ngajak lunch bareng, ato apa gitu... Tapi pengen juga tidur sampe siang, jadi kadang rencana itu bisa berantakan cuma gara-gara gue ga rela harus bangun jam 9 di hari libur, padahal obviously you can only pick one enjoyment at a time : - jadi pergilah gue ke toko sepatu CENTRAL di pasar baru (catatan: buat yang masih suka belanja ke sono - berhubung jaman gini ari kok mal tambah banyak, padahal steve kecil dulu tiap wiken pasti jalannya ke pasar baru, sampe pernah tangannya melepuh gara-gara megang lampu pajangan di salah satu toko sepatu :(( - ga ada salahnya nyari toko ini kalo mo beli sepatu, gampang kok adanya di depan Gramed - hehehe promosi dikit ah, nolongin temen kan...), yang ada malah di sana gue ikutan kerja (sama aja donk, sebenernya makna cuti itu apa yah??? gue jadi bingung...) Tapi ngga juga ding, karena gue juga... MAKAAANNN!!! Iyah, kesenangan yang terutama (buat gue) bisa diukur dari seberapa puasnya perut lo ari itu, dan hari itu gue puasss sekali. Bakmi di Kartini, nasi capcay di krekot, plus makan malem banget di nuki (hehehe, baru tau gue klo nasi uduk kota intan bisa disingkat begini cara...)

Wah, pas udah mimpi indah banget malemnya, soalnya ngebayangin kalo besok siangnya bakal makan edisi kalap kayak kemarinnya, taunya malah si MELY - nama tidak sebenarnya - tepar... Padahal dah pas lagi ga ada basketan, malah ga ada kegiatan :( - [edit]ternyata baru inget kalo siang-siang gue sempet nggosip - sampe kebelet pipis banget - ama TANNY - namanya ga bener-bener - ada kali 2 jam, ck..ck..ck... Lumayan, account balance gue langsung berkurang nopekceng lebih : emang seru kalo udah ngomongin cerita lama, kayaknya mo diulang-ulang juga ga bakal bosen, mana lagi ga selalu sama ceritanya; kadang kalo lupa malah ditambah-tambahin aja seenaknya yang cerita, hehehe...[/edit]
Ya udah, ke greja deh sebelum nonton LFC malemnya... Sampe di rumah SURYO malemnya, yang ada gue dicekokin mainan GUITAR HERO di Wii - asik sih, malah akhirnya gue bisa main lebih jago dari yang punya (jarang-jarang kan ada game punya die yang gue bisa lebih jago maininnya, tapi nambah satu nih malem minggu kemaren, hehehe...). Another win for LFC made that day a little brighter, along with a wonderful goal, Masch's first for LFC, way to go... (bodo amat deh ama segala sentris-sentris itu, yang penting gue mo belajar supaya bisa mainin GUITAR HERO sampe level hard!) - talking sports, didn't feel like wanting to discuss nba this week...

Nah, pengganti basket ada di minggunya... futsal! Kayaknya emang kalo menurut gue, A"X"C tetep masih jadi tempat favorit gue nih dalam ber-futsal-ria (ya iyalah, pan gue jarang main futsal, dan baru jajal 3 tempat doank: A"X"C, gedung voli senayan, ama GOR simprug). Nah, futsalnya lewat aja yah, karena kejadiannya mah biasa-biasa aja (kecuali gue kena sikut sekali di dada - masih sakit sampe sekarang - dan betis gue memar karena nahan tendangan lawan ke gawang - tau gitu gue biarin gol aja dah, nyesel gue!!), karena yang paling asik kalo abis olahraga itu... MAKAN!!! Tapi berhubung Eko mo ultah minggu ini, kami teman-temannya rela untuk sedikit berkorban minggu ini, supaya bisa lebih menghargai ybs kalo nanti mengadakan jamuan (horeee :D )

Pulang situ, mampir dulu seperti biasa. Gue sih maunya main Guitar Hero lagi (hehehe, kecanduan!!), tapi yang punya pura-pura ga tau, malah cuma mencet-mencet channel Astro-nya. Eh, malah dapet film STRANGER THAN FICTION! (untuk review imdb, bisa dilihat di sini) Jadi inget, dulu sejak direkomendasiin ama cicinya NIKE - ybs tidak mau ditampilkan dulu -, gue masih penasaran filmnya kayak apa... And there i was, being in the midst of couple ARDI & MAYA - each of them have a different standard of a decent movie; what a strange couple - and still managed to watch the movie i want to see, hahaha... Eniwei, filmnya sendiri memang tipe yang bisa membuat gue puas nontonnya karena ke-"tidak biasa"-an ceritanya; sedangkan buat Ardi, yang demennya tembak-tembakan, ga tidur sampe abis aja udah sukur deh...

Well, setelah menyantap THE EYE II sebagai penutup, akhirnya wiken ini berakhir dengan... biasa-biasa saja (dan keputusan gue untuk ngambil cuti ternyata kurang berhasil, karena tetep aja capenya terasa sampe senin pagi...)


Sebagai penutup, ada quote bagus yang gue ambil sembarangan dari imel di suatu milis:
"It takes only a minute to get a crush on someone, an hour to like someone, and a day to love someone - but it takes a lifetime to forget someone."
(karena gue ga menemukan kata-kata bagus buatan sendiri yang cocok buat hari ini - well, at least yang "menurut gue bagus"...)

Thursday, March 13, 2008

Nonton Konser Lagi! Yang pertama sejak... udah berapa lama yah?

The Nightingale: Chamber Music Festival Indonesia 2008
-Erasmus Huis, Mar 12 2008, 19.30-finished

Nama acaranya kayak gitu. Udah pasti donk tentang muzik. Tapi muzik yang kayak apa? Hmm, karena acaranya yang cenderung unik (biasalah, acara yang diadain ama pusat kebudayaan asing di Jakarta itu biasanya unik - kalo ngga, pasti tiketnya ga gratis; kalau pun gratis, 1-2 hari setelah dipublikasi langsung abis bis bis... gue pernah ngalamin waktu mo nonton Patrizio Buanne - padahal waktu itu kagak tau orangnya kayak apa, nyanyi apa pulak - ; yang bikin tengsin, udah sok pede ngajakin 2 orang temen gue, taunya pas telpon mo konfirmasi, "maap Pak, sudah habis", gosh...)

Ok, sekarang tentang pengunjung potensial. Gue dulu (dan masih sih sampe sekarang) selalu berpendapat bahwa orang-orang aneh (hahaha...) yang menggemari muzik bergenre jazz (dan klasik, kadang-kadang) punya daya jangkau apresiasi muzik yang luarrr biasa luasnya (hahaha, me include not yah?). Tapi dengan semakin gencarnya promosi muzik jazz (dan terutama di Indonesia ini dalam 7-8-9-10 terakhir ini), mau ga mau daya jangkau genre ini pun "agak" diperluas (mungkin harusnya ga pake "agak" yah, karena sekarang lagu pop juga bisa diaku-aku jazz :(( ) demi menarik minat dan popularitas (dan sponsor, apalagi coba yang dicari?). Ok enough, gue akan curhat mengenai pengalaman gue ber-jazz-ria di Indo dalam posting terpisah, sekarang kembali fokus tentang resensi muzik aneh (hehehe...) ini dulu...

Buat yang suka nonton muzik beginian (definition please!) pasti bisa membayangkan pengunjung yang datang terbagi dalam beberapa segmen: kaum mapan yang berpakaian rapi, expatriat yang memang rumahnya deket situ (hehehe... this is foreign cultural centre, anyone?), dan... ini yang pasti: para seniman berambut gondrong (padahal yang nulis sekarang ini juga gondrong, dasar ga sadar diri!) yang berpakaian rapi (rapi menurut seniman lho yah; mohon pernyataan ini jangan diprotes), berani tarohan pasti anak IKJ!

Acaranya sendiri sempet molor setengah jam, sebelum akhirnya plus basa-basi, dimulai tepat 20.05, dengan karya Slamet A. Sjukur berjudul KUTANG. Temen gue yang kurang beruntung gue ajak tadi malem, NIKE - sebenarnya bukan nama - sampe nanya "Kutang artinya apa?"; gue sampe takjub, masa kutang aja ga tau... ternyata cuma ekspresi ketidakpercayaan aja, kok bisa-bisanya yah muzik kayak gitu ("kayak gitu"-nya ntar gue jelasin kayak apa) dinamain kutang; apalagi di buku acaranya dikaitkan secara tidak langsung dengan motif pembunuhan Hamlet dan Ophelia terhadap bapaknya. "Ngga banget deh," gitu kali kalo kata anak sekolah sekarang. Muziknya? Lebih ngga banget lagi... Gue sebenarnya berharap dengan lebih sering gue nonton pertunjukkan seperti ini, apresiasi seni gue akan terus melebar, tapi ternyata butuh lebih dari sekedar frekuensi menonton; yang seperti ini rupanya sudah di luar kemampuan manusia biasa (and by that, i mean everyone but artists - they're superman :D ). Ok, then came the next show...

Adalah sebuah karya yang mengiringi sebuah narasi berjudul "The Amazing Adventures of Baron von Munchhausen" yang dibawakan oleh Sitok Srengenge, salah satu seniman lokal terkenal. Narasi yang berupa dongeng ini dibawakan seakan-akan sedang menceritakan suatu kisah pengantar tidur kepada anak-anak, menarik dan tidak membosankan. Setelah itu, rehat sejenak 20 menit.

THE NIGHTINGALE - sebuah narasi karya Hans Christian Andersen, judul acara yang sekaligus memuncaki pertunjukkan ini, didahului prolog oleh pewayang terkenal (di buku acara sih tulisnya dia terkenal) Slamet Gundono, sosok gempal (mirip bang EBAN deh - nama yang ga bener -, sumpe bang, mirip banget!!!) asal Klaten yang kepolosan tuturnya mengundang tawa, walaupun pake bahasa Jowo, Jawa khas Tegal yang bercampur Sunda, yang gue aja kurang ngerti... Setelah itu kiprahnya hanya mewayang di balik layar, sedangkan narasi kembali dibawakan oleh Sitok. Setelah narasi selesai, kembali Slamet melagukan epilog pementasan ini, yang juga menutup pertunjukkan kali ini.

Hujan deras mungkin memacetkan Jakarta hari itu. Tapi berjuang di belantara kota, untuk kemudian mengakhiri hari dengan menikmati pertunjukkan seni seperti itu benar-benar menjadi penawar yang mengasyikkan (terutama untuk cacing-cacing di perut Nike, yang belon dapet jatah dari siang), thanks to all the artists and everyone for making it possible to show. Nice pieces of work, GOD bless you all.

'Twas a nice day for me, wasn't it for you?

Wednesday, March 12, 2008

Senin males, selasa lupa, rabu...

Bener kan, pasti perlu waktu buat pemulihan (lagi-lagi), jadi basketnya sih cuma 2 jam, teparnya bisa 2-3 hari (tanya temen gue kalo ga percaya, namanya EKO - bukan nama sebenarnya). Tapi ada sih yang lebih ngeselin lagi, dan ini sering kejadian kalo ada yang namanya long wiken: yang dateng ga nyampe jumlah yang layak! Iya, kemaren mentog 8 orang yang dateng, padahal kalo pas 10 aja buat main selapangan udah ngos-ngosan, gimana cuma 8??? Main setengah doank, terang aja yang napasnya pas-pasan komplain ga abis-abis (seperti yang dialami teman saya SURYO - juga bukan nama sebenarnya). Mana minggu depan kan ga bisa main, minggu depannya lagi dah Easter's Eve (ya ampyuuuun, bisa berkarat nih badan kalo kelamaan ga digerakin :(( )

Other highlights from last week's long weekend:
*)Celtics-Bulls: Game tim yang "pernah-melegenda-dalam-waktu-singkat" lawan tim yang "sedang-mencari-cara-untuk-kembali-melegenda-setelah-sempat-lama-melegenda", dimenangkan oleh tim yang kedua, secara tragis! Sambil mematangkan pemain cadangannya supaya siap menghadapi playoff (walaupun tes yang sesungguhnya ya di playoff itu, lawan tim yang ga lolos seperti Bulls mah bukan ukuran :P ), Celtics bahkan membiarkan cadangannya bermain penuh selama 2 babak, dan tetap menang jaya raya dengan selisih 23 poin.
**)Spurs at Nuggets: Bisa jadi miniatur babak pertama playoff barat, bisa juga ngga (kalo Nugs kalah bersaing lawan Warriors). Some (incl. me) conclude that every Spurs' game before LFC's would result in a contradict outcome to the latter; tapi tetep aja kalah ya ngeselin... and it happened! AAARRGGHHH!!! Ini nih yang bikin permainan gue kemaren di lapangan jadi ga bener (ga ada hubungannya) - sementara temen-temen yang lain mulai bikin gosip yang ga jelas soal "steve yang lagi jatuh cinta" lah (waktu gue cetak skor berturut-turut), "steve yang lagi nunggu jawaban" lah (waktu mulai kalah), sampe "steve yang baru ditolak" (waktu tembakan gue udah ga ada yang masuk!), gosh...
***)LFC-Newcastle: Berbekal hasil yang ngeselin bin ga penting beberapa minggu lalu (waktu masih kalah-seri-kalah-seri), agak was-was juga nontonnya. Tapi dengan fakta **) di atas (baca lagi poin kedua), ditambah makin okenya barisan depan LFC (terserah deh mo "terlalu Gerrard-Torres sentris" apa ngga, whaddaya expect from our team rite now? a win, or another else??? gosh, contentment is hard to find nowadays...), 3-0 rasanya kok cukup pantas aja, apalagi lawannya lagi susah begitu (sorry King Kev :) )

Udah deh segitu aja sabtunya. Oya, did i mention spaghetti??? Hum, jamuan makan malam yang mengasikkan, karena buat sendiri (jadi ada berasa keringatnya juga, hihihi...), walaupun kami kurang berpengalaman (ya namanya spageti mah cuma rebus mi ama tuang bumbu saosnya trus masukkin daging cincangnya kan? hehehe... eits, ada protes dari papa EKO - katanya: "enak aja, itu bukan mi, tapi pasta!!") jadi akhirnya saosnya berasa keasinan. Untung gue yang masak, jadi bisa dibilang pengen kawin, coba kalo ARDI atau MAYA - keduanya bukan nama - ?

Biasa kalau udah begitu, minggu is time to hibernate. Tapi ngga juga, karena ternyata minggu ini waktunya kaum muda segereja ngadain rapat pleno, waktunya sumbang muka dan numpang beken sejenak (untuk kemudian menghilang lagi, hehehe...), and after a night sunday mass, my wiken was finished.

Yups, waktu berjalan terus, begitu juga dengan posting di sini, akan terus mengalir seiring waktu.
Sampai jumpa, Teman!

Saturday, March 08, 2008

Wiken plus one

Wiken tapi nulis, kayak kurang kerjaan aja yah?

Biarin, bosen juga yah walaupun ada satu hari ekstra buat diliburin. Mo istirahat, sama aja rasanya, ntar bangun di senin pagi, tetep aja cape-cape juga, males-males juga (penganut mahzab "i hate monday" sih...). Salah bikin jadwal juga sih, maunya sih bergaya hidup sehat, minimal olahraga sekali seminggu, tapi naro jadwal berbasket-ria di hari sabtu sore jam 4 sampe 6 ternyata bisa bikin pegel ga ilang sampe 2-3 kemudian (idih, apanya yang gaya hidup sehat donk kalo gitu? *takjub*) Manalagi di saat badan pegel belon ilang, eh malah kemaren pas lagi sambilan (masih nyangkut nih masalah sambilan yang kemaren!), anak-anak gokil yang udah pusing ama fisika (padahal masih smp, masih 5 tahun itu penderitaanmu, nak :D ) itu jadi ngajakin main basket di halaman rumahnya. Dengan kaki tak beralas, halaman yang ga bisa dibilang gede, ring yang agak ketinggian, plus harus ngelawan 3 anak yang biarpun pendek-pendek tapi lincah (gile, alasannya banyak benerrr!), akhirnya gue harus menyerah kalah (ini strategi juga sih, coba kalo gue ga "ngalah", pasti mental mereka tambah down donk, padahal udah ngapalin fisika susah payah, bisa-bisa besoknya tambah kacau... kalo gini kan agak mendingan nih - dasar ngeles aja bisanya; ya donk, kan gue guru les...)

Trus ya gitu deh, dengan waktu pemulihan yang cukup, kayaknya sih besok bisa main basket lagi dengan semangat baru (ayo semangat Steve!), kebetulan mo pelampiasan gara-gara minggu depan lapangan bakal dipake lagi, artinya libur deh minggu depan *sebel* Itu deh resikonya pake lapangan beken di Jakarta, harus ngalah kalo ada event basket besar (eh, ga cuma event basket juga sih, mo ada ujian PNS juga kita harus ngalah, padahal bayar *sebelkuadrat*)

Sudah malem, gue juga masih mo main (lho?!!), jadi sampai di sini dulu. Berjuanglah terus anak muda! Tunjukkan semangat mudamu di lapangan esok hari. Jangan kau sia-siakan energimu untuk sesuatu yang merugikan, tapi terus bersikap sportif. Karena hanya dengan satu langkah awal yang tepat, engkau dapat merubah dunia!

Thursday, March 06, 2008

Sambil kerja sambil... (isi sendiri)

Side job. Kerja sambilan. Maksudnya jelas, kerja yang disambil, artinya ya kalo ada waktu luang ya kerja, kalo ga ada waktu ya ga kerja. Bingung? Tau yah, emang hobi gue suka bikin bingung orang lain; kalo ga bingung gue belon seneng... Kata orang, kerja sambilan itu mah kerjaannya orang yang ga cukup ama gajinya (masih ngerasa miskin gituh! kalo ga ngapain cari sambilan, kayak kerajinan aja ih!!! kalo dah cukup ya dugem sambilan: kalo ada waktu luang langsung nge-dugem), makanya kadang-kadang kalo gue bilang gue abis kerja masih ngelesin, biasanya orang-orang (ya temen-temen dan sodara-sodara gue) langsung memandang gue dengan tatapan sedih bercampur simpati, sambil berkata (tapi dalam hati), "aduh, berat sekali ya hidupmu nak..." (ya ga gitu-gitu amat sih, mungkin guenya aja yang kelewat berperasaan halus)

Tapi mo dibilang apa juga, kerja sambilan itu menyenangkan, walaupun melelahkan (namanya kerja ya pasti ada tanggung jawabnya, dan jelas: tanggung jawab itu melelahkan!). Dan profesi yang ketiban sial gue sambi itu adalah... staf tutorial untuk para pelajar (bahasa gaulnya - walaupun rada katro di kuping gue - GURU LES)

Kira-kira udah 6 tahun berjalan gue melakoni pekerjaan (selanjutnya gue sebut aja: "sambilan") ini. Malah, sambilan ini yang terus tanpa henti terus menyibukkan hari-hari gue, terutama di saat-saat gue belon dapat kerjaan (selepas lulus kuliah), atow waktu gue harus menerima nasib kena perampingan (bukan cuma manusia, perusahaan juga butuh diet lho, keep that in mind!) - komplit juga yah kalo dipikir-pikir hidup gue, dari kejadian paling menyenangkan sampai paling menyebalkan dalam hidup yang pernah gue bayangkan, pernah gue alamin - , sambilan ini ga berhenti membuat dunia gue berputar (ok ok cukup, gue akan mengurangi kata-kata mutiara yang menjijikan ini, dan berusaha untuk lebih "realistis" selanjutnya), kecuali waktu liburan sekolah (heran, gue kok belon nemu anak sekolah yang rajin banget, sampe pas liburan sekolah pun dia mau les; yang ada malah begitu ada tanggalan merah, semua yang les di hari sebelumnya rame-rame kirim sms - iya, sekarang anak sekolah dah pada punya hp sendiri, jangan kaget ya - bilang kalo ga mao les, soalnya besoknya kan libur, sebodo amat kalo 2 hari kemudian ada ulangan...).

Sekarang keuntungannya. Mana mau gue kerja kalo ga ada untungnya... Untungnya: duitnya banyak! Hehehe, ya iya lah, gue mo blak-blakan aja, walopun sebenernya ga gitu-gitu amat sih; gue lebih seneng menyebutkannya dengan: "sebanding dengan usaha yang gue keluarkan". Ya, ini kan termasuk bagian dari hobi juga, tapi kalo mo dipikir-pikir, susah loh jadi guru les, karena apa? Karenaaa... anak les itu biasanya "hiperaktif" - ini kata lain dari: nakal dan senengnya main-main aja - jadi perlu usaha ekstra untuk membuat nilainya jadi bagus. "Biasanya" loh, karena ga semuanya kayak gitu, masih banyak yang memang dikaruniai bakat yang banyak... kecuali bakat untuk mengerti dan mengerjakan matematika dengan cepat. Dan memang anak-anak yang seperti ini ada di posisi yang memprihatinkan, karena guru matematika (dan terutama soalnya sih) sekarang ini lebih kejam dari jaman gue dulu. Dulu perasaan ga ada deh anak sekolah yang sampe bunuh diri gara-gara ga lulus ujian sekolah, tapi sekarang, gue rasa temen-temen gue yang dulu nilai matematikanya pas-pasan mungkin kalo ngeliat soal jaman sekarang lebih baik pilih bunuh diri daripada ngerjain soal itu (hehehe...) Gue aja terus terang sering berada dalam posisi "bisa jawab, tapi ga bisa nerangin jawaban gue ke anak les gue", padahal untuk hal yang terakhir itulah gue dibayar; pusing kan???

Trus, orang sering bilang, "dalam pekerjaan, uang bukanlah hal yang paling utama". Bisa bener bisa ngga... Kadang duit banyak tapi kerjaan bikin stress. Kadang kerjaan nyenengin tapi duit bikin stress (kurang maksudnya). Makanya kalo bisa dapetin yang kerjaannya dan duitnya nyenengin, bahagiaaa rasanya, hehehe... Keuntungan lain yang gue cari dari sambilan ini ya pasti ada; dengan berhubungan lagi dengan makhluk yang lebih muda dari gue (dan otomatis berteman dengan mereka), pasti membuat gue jadi "merasa" muda. Well, gue memang senang sekali merasa muda, bahkan gue bangga kalo dalam suatu komunitas gue menjadi makhluk yang paling muda (sedangkan kebanyakan orang malah seneng kalo jadi yang paling tua, jadi bisa "dituakan", heran juga yaaa...). Yah, walaupun gue ga mungkin jadi yang paling muda pas ngajar (ya iya lah, masa ada anak sekolah yang umurnya dah 30an??? gile aje lo...), tapi bercanda dengan mereka membuat gue merasa bahwa sebenernya gue tuh ga beda jauh ama mereka, bahkan masih bisa becanda bareng - mereka ngerti becandaan gue, dan gue juga ngerti becandaan gue, hehehe -, sampai akhirnya beberapa angkatan pertama dari hasil berguru ama gue (bukan cuma sekolah aja yang pake sistem angkatan, les juga ada loh, apalagi kalo lesnya ama gue, hehehe...) berakhir menjadi temen gue; makhluk yang tadinya seperti mengambil jarak dengan memanggil gue "Koko" (yah, itu juga bagian dari respek mereka kepada yang lebih tua), akhirnya sekarang nyaman ber-"lu-gue", sesuatu yang kayaknya keliatan kurang sopan, tapi kok gue malah ngerasa ini malah yang menghilangkan jarak yang sebelumnya ada.

Banyak sih sebenernya yang bisa diceritain dari sambilan kayak gini, karena gue menemukan bermacam-macam jenis anak, dan juga seperti apa anggota keluarganya yang lain. Bisa dibilang gue ga cuma berhubungan dengan anaknya aja, tapi juga mamanya (malah ini yang pertama, kan nego tarif dulu sebelum mulai ngajar, hehehe...), papanya (ini agak jarang, karena makhluk yang satu ini biasanya menyerahkan urusan rumah tangga, termasuk les-lesan ini pada istrinya), adek ato kakaknya (malah kadang les ini jadi hal warisan; maksudnya, abis udah ngelesin kakaknya, adeknya yang trus gantian les... bahkan ada juga yang sebenernya ga usah pake ngelesin juga udah kenal ama kakaknya - wong udah kenal dari SMU, hehehe... trus dikenalin ke adeknya, trus... trus... weitsss, ini bahasannya udah lain lagi, ntar bakal diceritakan terpisah, huehehehe...)

Saking banyaknya, gue nanti lanjutin lagi deh ceritanya (busettt, ini kurang banyak yaaa???), sekarang udah malem (untuk ukuran gue), jadi gue mo pulang (ga langsung ke rumah sih, tapi nonton bola dulu di rumah orang; maklum belon punya tivi sendiri, kan masih kerja sambilan - balik lagi deh ke paragraf pertama, hehehe...), trus tidur yang puas, karena besok libur (di indo, ga jamin ya di tempat lain juga), tapi mungkin bangun ga terlalu siang, apalagi kalo besok pagi ada pertandingan NBA yang bagus (buat ngasah IQ basket gue...)

Harapan bukan impian; semoga menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Nice weekend, everyone...


Sudah lama, kemana aja...

Sebenernya kalo dipikir-pikir, buat apa ya dulu gue buat blog ini? Buat nulis? Buat menumpahkan apa yang ada di pikiran gue tiap ari? Ato cuma buat sok-sokan aja, buat gaya, soalnya "sekarang kan jamannya pada bikin blog, ga gaul donk kalo ga buat, paling ngga satu deh..."? Ya, sebenernya ngga juga sih, karena tokh gue dah punya satu blog di sini, yang (juga) udah lama ga pernah di-update, kebanyakan karena gue itu tipe orang yang suka menunda-nunda sesuatu, tipe "kalau bisa dikerjain besok, ngapain dikerjain sekarang?"; juga tipe yang "ah, gue lagi ga bisa nulis bagus, besok deh kalo ada inspirasi yang lebih *cring*, baru gue nulis", padahal inspirasi yang *cring* itu sebenernya ga pernah ada kalo ga "nyebur" dulu, sambil nulis sengawur-ngawurnya (PASTINYA - uh, how i hate that word! kalo di radio atow tivi ada yang suka "sok gaul" pake kata itu, pasti dah gue sumpah-serapahin, hihihi...)

Yah, mungkin dengan nulis ngawur kayak gini, gue akhirnya bisa kembali punya mimpi buat jadi penulis, walaupun mungkin itu nanti cuma berupa buku pelajaran sekolahan ("ya Ko, mending nulis buku pelajaran aja...", gitu kata salah satu anak les gue; gile, dipikir gue demen apa nulis buku pelajaran, weeekkk! Tapi who knows, hehehe...), ato yang lebih apes, nulis kata-kata mutiara di kondangannya temen gue :(
And at the very most, gue bisa membuat cerita tentang apa yang menurut gue paling merepresentasikan apa yang disebut dengan "one dedicated life"...

Selamat menikmati sajian ini, semoga berkenan selalu.


Monday, November 27, 2006

Nothin' out of Nothin'

...
...

Nothing.

Ev'rything out of nothing.

Once said, "Ev'rything that starts must end!"

So, when Nothing starts it, then should Nothing end it?



(right-click your mouse and choose "Select All" to read it! or just press "Ctrl+A"...)